7 Cara Eun Bo Mengumpulkan Kebaikan di No Tail to Tell

Eun Ho (Kim Hye Yoon) di No Tail To Tell (2026) kini berada di situasi yang serba sulit. Setelah berubah menjadi manusia akibat keterlibatannya dengan Kang Si Yeol (Lomon), ia harus mengumpulkan kebaikan demi mengembalikan kekuatan gumihonya yang hilang.
Untuk mencapai tujuan itu, Eun Ho harus membantu Palmiho (Lee Si Woo) memperkuat mutiara rubahnya agar bisa bertransisi menjadi rubah ekor sembilan, lalu menukar takdir dengannya. Dalam misi penuh tekanan ini, Eun Ho dibantu oleh Si Yeol. Menariknya, cara-cara Eun Ho mengumpulkan kebaikan justru sering terasa ekstrem, nyeleneh, dan jauh dari kata “normal”. Berikut tujuh caranya!
1. Eun Ho meyakini bahwa menyelamatkan nyawa manusia akan memberikan lonjakan kebaikan yang jauh lebih besar dibanding perbuatan baik kecil

2. Karena itu, ia memilih nongkrong di sekitar Sungai Han untuk memantau kemungkinan adanya orang yang berniat mengakhiri hidup

3. Ide gilanya berlanjut dengan menyuruh Si Yeol membakar tempat judi, yang menurutnya merupakan sarang manusia kotor yang harus dimusnahkan

4. Saat terjadi kebakaran di sebuah panti asuhan, Eun Ho nekat menerobos masuk dan berebut menyelamatkan anak-anak bersama Si Yeol

5. Merasa cara-cara ekstremnya tidak membuahkan hasil, Eun Ho akhirnya menuruti saran Si Yeol untuk melakukan perbuatan baik kecil

6. Mulai dari mencuci selimut, memantau pasien, hingga membersihkan kamar di panti jompo. Sayangnya, semua usaha itu tetap tak membuahkan hasil

7. Akhirnya, Eun Ho menyadari bahwa kebaikannya baru dihitung jika ia memperbaiki kesalahan yang pernah ia ciptakan pada klien-kliennya di masa lalu

Upaya Eun Ho mengumpulkan kebaikan ini bukan cuma penuh kegagalan, tapi juga memunculkan banyak momen kocak sekaligus reflektif. Dari yang awalnya ingin jalan pintas, Eun Ho justru dipaksa memahami bahwa kebaikan bukan soal jumlah atau efek instan, melainkan tentang tanggung jawab atas kesalahan yang pernah dibuat. Dan bagi Eun Ho, pelajaran ini terasa jauh lebih berat karena ia kini harus menjalaninya sebagai manusia biasa.


















