Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Tantangan Do Ji Ui Jadi Dokter Puskesmas di Doctor on the Edge

5 Tantangan Do Ji Ui Jadi Dokter Puskesmas di Doctor on the Edge
Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)
Intinya Sih
  • Do Ji Ui ditugaskan di puskesmas pulau terpencil selama wajib militer, menghadapi fasilitas medis kuno dan kurang perhatian dari pemerintah.
  • Ia berhadapan dengan warga lansia yang keras kepala serta minim pengetahuan kesehatan, membuat pekerjaannya semakin menantang.
  • Selain harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan akses sulit, Do Ji Ui juga dipaksa menghadapi ketakutannya terhadap laut dan perahu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Semasa wajib militer, Do Ji Ui (Lee Jae Wook) berharap jika dia gak mendapatkan penugasan di tempat terpencil dalam drakor Doctor on the Edge (2026). Sayangnya, harapan Do Ji Ui ini gak terwujud. Dia bahkan harus menghabiskan setahun masa wajib militernya menjadi dokter di sebuah puskesmas yang berada di sebuah pulau kecil.

Namun, penugasannya ini ternyata membuat Do Ji Ui harus berhadapan dengan berbagai tantangan baru dalam hidupnya. Dia harus menghadapi lingkungan baru yang punya pemikiran jauh berbeda dengan penduduk kota. Gak hanya itu, tantangan ini juga membuat Do Ji Ui harus berhadapan dengan ketakutan pribadinya, lho. Lalu, apa saja tantangan Do Ji Ui sebagai dokter puskesmas di drakor Doctor on the Edge?

Peringatan, artikel ini mengandung spoiler.

1. Bekerja dengan alat yang cukup kuno dan perawatan seadanya

Cuplikan drakor Doctor on the Edge
Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Sejak awal berada di puskesmas, Do Ji Ui harus menghadapi fasilitas dan alat yang digunakan dalam pemeriksaan cukup kuno. Dia bahkan menekankan jika alat tersebut harus diganti karena cukup tua dan butuh perawatan ekstra daripada alat baru. Gak hanya itu, Do Ji Ui bahkan harus berhadapan dengan permasalahan ini sejak awal bergabung.

Menurut nakes yang telah bekerja lebih lama, pemerintah gak pernah memperhatikan pengaduan dan keluhan mengenai fasilitas yang terlalu tua. Mereka bahkan mengaku gak digubris setelah mengajukan keluhan dan masukan pada pemerintah setempat.

2. Berhadapan dengan penduduk keras kepala dan minim pengetahuan kesehatan

Cuplikan drakor Doctor on the Edge
Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Pulau tersebut umumnya dihuni oleh para lansia yang mata pencaharian utamanya sebagai nelayan. Anak mudanya memilih bekerja di kota besar untuk mendapatkan kesempatan yang lebih besar. Sayangnya, para pasien puskesmas umumnya mengidap penyakit kronis, seperti diabetes dan darah tinggi.

Bahkan, para penduduk menekankan jika hanya mereka yang paling tahu akan kondisi tubuhnya. Mereka bahkan cenderung mengkritik dokter sebagai seorang yang sok tahu dan paling pintar. Kenyataannya, sebagai dokter, mereka jelas punya lisensi dengan dasar hukum untuk mengawasi kesehatan masyarakat.

3. Harus beradaptasi dengan lingkungan baru

Cuplikan drakor Doctor on the Edge
Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Setelah pindah, Do Ji Ui menyadari jika kondisi lingkungan di desa tersebut cukup berbeda dengan kota besar. Toserba di pulau tersebut menyediakan barang-barang yang terbatas. Gak hanya itu, di malam hari, para penduduk cenderung menghentikan aktivitas mereka dan membuat pulau sepi.

Gak hanya itu, dari segi makanan, Do Ji Ui jelas cukup terkejut dengan pengolahan ikan. Dia kerap menunjukkan sikap anehnya ketika melihat berbagai jenis ikan. Dia bahkan menunjukkan kegeliannya secara langsung.

4. Sulitnya akses ke rumah penduduk

Cuplikan drakor Doctor on the Edge
Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Do Ji Ui gak membawa kendaraan pribadi untuk bekerja. Dia bahkan harus berjalan kaki untuk berkeliling di pulau tersebut. Suatu ketika, Do Ji Ui harus mengunjungi sebuah rumah penduduk di puncak bukit karena laporan anaknya.

Perjalanan ke rumah penduduk ini jika harus ditempuh dalam beberapa puluh menit untuk berjalan kaki. Medannya juga gak mudah untuk dilalui dari darat. Makanya, mereka harus pergi mengelilingi pulau dengan perahu kecil dalam waktu yang singkat.

5. Menghadapi ketakutannya sendiri

Cuplikan drakor Doctor on the Edge
Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Sejak awal, Do Ji Ui sangat takut untuk naik ke perahu maupun kapal. Tantangan terbesarnya adalah harus menggunakan perahu kecil dan kapal sebagai akomodasi utamanya. Makanya, Do Ji Ui sangat tertantang ketika harus berhadapan dengan laut lepas. Ada tambahan lagi?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna

Related Articles

See More