4 Teori Misi Choi Jeong Yo di Four Hands, Two Sonatas

- Choi Jeong Yo kembali ke Korea setelah menghilang 10 tahun, mengaku amnesia dan berhenti bermain piano, tetapi kemunculannya diduga terkait misi tersembunyi.
- Memori Jeong Yo tentang Kang Pi O muncul secara terbatas dan negatif; wawancara Pi O yang menyangkal kedekatan mereka membuatnya merasa tidak dihargai.
- Jeong Yo diduga mengejar balas dendam atas kejadian masa lalu, sementara Pi O diliputi rasa bersalah, depresi, dan tekanan setelah kehilangan sahabatnya.
Choi Jeong Yo (Lee Jun Young) menghilang secara mendadak ketika kompetisi Hermione 10 tahun lalu di drakor Four Hands, Two Sonatas (2026). Situasi ini membuat banyak orang, terutama Kang Pi O (Song Kang), merasa sangat terpukul. Setelah bisa menghasilkan uang, Kang Pi O berusaha mencari Choi Jeong Yo dengan merekrut seorang detektif swasta.
Setelah bertahun-tahun pencarian, Kang Pi O mendapati kemunculan Choi Jeong Yo namun dengan ambisi yang berbeda. Choi Jeong Yo gak lagi bermain piano dan mengaku kehilangan seluruh ingatannya. Namun, kembalinya Choi Jeong Yo ke Korea Selatan merupakan sebuah misi terselubung. Lalu, teori apa saja mengenai misi Choi Jeong Yo di drakor Four Hands, Two Sonatas?
Peringatan, artikel ini mengandung spoiler.
1. Choi Jeong Yo hanya berhasil mengingat sepotong memori

Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas) Choi Jeong Yo memang mengalami kehilangan ingatan. Dia selamat setelah ditolong oleh pendeta dan menjalani hidupnya di gereja selama bertahun-tahun. Saat itu, Choi Jeong Yo masih belum menemukan ingatan khusus mengenai sosok Kang Pi O sebelum temannya memberikan poster gambar sahabatnya tersebut.
Sayangnya, ingatan yang muncul bukan ketika keduanya menghabiskan waktu bersama. Choi Jeong Yo malah mengingat sosok Kang Pi O penuh amarah dan menyalahkannya. Kondisi ini semakin terbukti ketika Choi Jeong Yo baru mengingat memori masa kecil keduanya ketika harus menghadiri kompetisi piano. Makanya, bisa jadi, Choi Jeong Yo belum mengingat semua percakapan yang dilakukannya bersama Kang Pi O.
2. Mengira Kang Pi O gak menganggapnya berarti

Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas) Ingatan mengenai Kang Pi O membuat Choi Jeong Yo cukup kebingungan dengan dinamika hubungan mereka. Namun, Choi Jeong Yo juga gak bisa melupakan jika ibu dari sahabatnya tersebut yang membuatnya celaka hingga gak bisa memainkan piano lagi. Padahal, keduanya tahu jika piano merupakan alat untuk mengungkapkan perasaan buruk yang selama ini dihadapi Choi Jeong Yo.
Sayangnya, wawancara Kang Pi O yang mengaku jika dia gak dekat dengan Choi Jeong Yo membuat sahabatnya tersebut cukup sakit hati. Choi Jeong Yo bahkan mengikuti kompetisi ini karena ingin Kang Pi O bangkit. Makanya, Choi Jeong Yo memutuskan untuk totalitas berpura-pura di depan Kang Pi O karena merasa usahanya ini gak pernah dihargai.
3. Ingin membalas dendam tanpa mempertimbangkan Kang Pi O

Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas) Sejak masa remaja, Choi Jeong Yo sebenarnya gak punya kemampuan mengelola emosi dengan baik. Dia selalu terus terang tanpa memikirkan pendapat orang lain. Sekalipun begitu, Choi Jeong Yo tetap mengutamakan sosok yang dianggap berarti dalam hidupnya.
Sayangnya, setelah wawancara Kang Pi O yang membuatnya kecewa, Choi Jeong Yo seakan gak akan mempertimbangkan banyak hal untuk membalas dendam. Dia jelas mengetahui otak di balik kejadian 10 tahun lalu. Namun, Choi Jeong Yo gak lagi mempertimbangkan sosok Kang Pi O sebagai variabel penting dalam hidupnya lagi.
4. Kang Pi O bisa jadi bunuh diri karena rasa bersalah

Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas) Banyak orang menganggap Kang Pi O merupakan alasan atau dalang di balik hilangnya Choi Jeong Yo. Semua orang di sekitarnya juga menuduh Kang Pi O secara langsung dan meremehkannya. Sayangnya, mereka gak sadar jika Kang Pi O menyalahkan dirinya sendiri jauh sebelum rumor tersebut muncul.
Dukanya kehilangan sosok paling penting dalam hidup membuat Kang Pi O harus mengalami depresi. Dia gak lagi merasa aman dengan kemampuannya sendiri dan terus merasa bersalah. Luka masa kecil, pengabaian keluarga, hingga tekanan orangtua membuat Kang Pi O gak bisa mengenal diri sendiri secara utuh.
Sosok Choi Jeong Yo yang dianggap sahabat dan teman berbagai dukanya membuat Kang Pi O semakin merasa bersalah. Apalagi, Kang Pi O telah curiga dengan ibunya yang bisa jadi otak di balik kejadian ini. Makanya, penonton malah takut jika Kang Pi O gak akan kuat dengan tekanan yang selama ini harus dipikul dan memutuskan untuk mengakhirinya.
Keputusan Choi Jeong Yo juga gak bisa disalahkan. Pengorbanan dan pengertian yang selama ini diupayakan seakan malah menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Menurutmu, apakah teori ini terbukti?
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















