still cut drama A Bona Fide Killer (dok. MBC/A Bona Fide Killer)
Penjahat yang jadi target Tim Penjualan 3 secara spesifik adalah yang memiliki tingkat residivisme tinggi. Dengan kata lain, mereka tidak pernah merenungkan diri. Bahkan lebih parahnya, mereka tidak menyesal meskipun sudah dipenjara.
Pelaku seperti itu akan menjadi ancaman bagi warga yang tidak bersalah kalau dibiarkan berkeliaran di masyarakat. Trauma yang dimiliki korban dapat muncul kembali hanya dengan melihat mereka. Dalam kasus putih, anak-anak yang tak bersalah akan menanggung kegelisahan besar akibat para pelaku.
Itulah yang mendorong upaya eksekusi secepat mungkin terhadap kasus-kasus putih. Tim Penjualan 3 akan langsung bergerak pada hari pembebasan pelaku. Mereka tidak akan memberikan waktu kepada para penjahat itu untuk mencari korban mereka atau mengulangi kejahatan yang sama.
Aksi Tim Penjualan 3 terhadap kasus-kasus putih di drama A Bona Fide Killer tidak terbaca oleh polisi selama bertahun-tahun. Mereka tidak tahu kalau ada banyak pelaku kejahatan terhadap anak yang sudah meninggal pada hari pembebasan mereka. Fakta itu menjadi bukti keterampilan Tim Penjualan 3 dalam menangani kasus putih dengan rekayasa pembunuhan menjadi kematian akibat kecelakaan tanpa perlu melibatkan penembak runduk andalan mereka, Yoo Bo Na.