3 Cara Tim Penjualan 3 Menangani Kasus Putih di A Bona Fide Killer

Tim Penjualan 3 menangani kasus putih yang melibatkan pelaku kejahatan terhadap anak, sementara Yoo Bo Na tidak dilibatkan dan Kim Bong Pal mengarahkan anggota lain.
Tim merekayasa kematian target sebagai kecelakaan, seperti kecelakaan mobil, tenggelam, jatuh, atau tersetrum, lalu Ki Young Do menghapus rekaman yang dapat menjadi bukti.
Target kasus putih adalah pelaku dengan risiko residivisme tinggi dan dieksekusi pada hari pembebasan mereka, sehingga aksi tim selama bertahun-tahun tidak terdeteksi polisi.
Anggota tim Penjualan 3 dalam drakor A Bona Fide Killer bukan pegawai korporat biasa. Mereka adalah kumpulan pembunuh dengan spesialisasi yang bervariasi. Meskipun terdengar menyeramkan, tapi sebenarnya target mereka bukan warga biasa, melainkan para penjahat yang kebal hukum.
Tim ini membedakan bobot dari suatu kasus berdasarkan warna yang kemudian akan memengaruhi langkah penanganannya. Salah satunya adalah kasus putih yang berkaitan dengan pelaku kejahatan terhadap anak-anak. Cukup berbeda dari kasus lain, berikut adalah tiga cara Tim Penjualan 3 menangani kasus putih.
1. Yoo Bo Na tidak terlibat karena alasan tertentu

still cut drama A Bona Fide Killer (dok. MBC/A Bona Fide Killer) Yoo Bo Na (Gong Hyo Jin) merupakan andalan Tim Penjualan 3. Ia menyelesaikan kasus dengan menggunakan senapan runduk. Cara kerja Yoo Bo Na yang efisien, tidak terduga, dan sulit dilacak menjadi keunggulan terbesar tim ini.
Namun, Yoo Bo Na tidak ingin terlibat dalam kasus putih. Selain dirinya, tidak ada yang tahu alasan di balik pilihan tersebut. Tanggung jawab dalam penyelesaian kasus putih sepenuhnya ada di tangan anggota lain di bawah arahan Kim Bong Pal (Sung Dong Il), ketua Tim Penjualan 3.
Selain karena alasan yang belum diketahui, anggota lainnya juga tidak mau Yoo Bo Na maju untuk setiap kasus. Serangan melalui senapan runduk meninggalkan bekas yang mudah dikenali polisi. Mereka tidak bisa membiarkan Yoo Bo Na terus menjadi pusat perhatian.
2. Pembunuhan disamarkan menjadi kecelakaan

still cut drama A Bona Fide Killer (dok. MBC/A Bona Fide Killer) Kasus putih ditangani dengan skenario kematian akibat kecelakaan. Anggota tim akan bekerja sama untuk mencari celah dari kelemahan, rute perjalanan pelaku, dan sebagainya. Mereka berusaha agar tak ada jejak pembunuhan yang tercium.
Skenario yang digunakan berbeda dari waktu ke waktu. Misalnya saja ada yang kecelakaan mobil, tenggelam, jatuh, tersetrum, dan lain-lain. Skenario seperti itu memungkinkan aksi mereka terhindar dari kecurigaan polisi atau bahkan media.
Walaupun ada kecurigaan, polisi tak akan bisa menindak lebih lanjut karena tak ada bukti. Mulai dari CCTV hingga semua rekaman mobil yang menangkap aksi Tim Penjualan 3 sudah dihapus oleh Ki Young Do (Mu Jin Sung). Oleh karena itu, kasus-kasus tersebut sering kali disimpulkan sebagai kecelakaan murni. Mereka pun tidak heran dan tidak mau tahu karena korbannya adalah pelaku kejahatan.
3. Target dieksekusi pada hari pembebasan

still cut drama A Bona Fide Killer (dok. MBC/A Bona Fide Killer) Penjahat yang jadi target Tim Penjualan 3 secara spesifik adalah yang memiliki tingkat residivisme tinggi. Dengan kata lain, mereka tidak pernah merenungkan diri. Bahkan lebih parahnya, mereka tidak menyesal meskipun sudah dipenjara.
Pelaku seperti itu akan menjadi ancaman bagi warga yang tidak bersalah kalau dibiarkan berkeliaran di masyarakat. Trauma yang dimiliki korban dapat muncul kembali hanya dengan melihat mereka. Dalam kasus putih, anak-anak yang tak bersalah akan menanggung kegelisahan besar akibat para pelaku.
Itulah yang mendorong upaya eksekusi secepat mungkin terhadap kasus-kasus putih. Tim Penjualan 3 akan langsung bergerak pada hari pembebasan pelaku. Mereka tidak akan memberikan waktu kepada para penjahat itu untuk mencari korban mereka atau mengulangi kejahatan yang sama.
Aksi Tim Penjualan 3 terhadap kasus-kasus putih di drama A Bona Fide Killer tidak terbaca oleh polisi selama bertahun-tahun. Mereka tidak tahu kalau ada banyak pelaku kejahatan terhadap anak yang sudah meninggal pada hari pembebasan mereka. Fakta itu menjadi bukti keterampilan Tim Penjualan 3 dalam menangani kasus putih dengan rekayasa pembunuhan menjadi kematian akibat kecelakaan tanpa perlu melibatkan penembak runduk andalan mereka, Yoo Bo Na.





















