Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Workplace Harassment yang Dialami Yoon No Ah di See You at Work Tomorrow
Cuplikan drama Korea See You at Work Tomorrow (dok. tvN/See You at Work Tomorrow)
  • Yoon No Ah mengalami pelecehan verbal dari atasannya, Ko Young Sam, yang kerap merendahkan dan mempertanyakan izin sakitnya tanpa empati.
  • Young Sam menuduh No Ah berbohong, menghina kemampuan kerjanya di depan rekan kerja, serta melontarkan komentar seksis yang menyinggung gender.
  • Drama See You at Work Tomorrow menyoroti bahwa pelecehan di tempat kerja bisa muncul lewat kata-kata dan sikap intimidatif, bukan hanya kekerasan fisik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Yoon No Ah (Kang Mi Na) mengalami workplace harassment atau pelecehan verbal di tempat kerja dalam See You at Work Tomorrow. Atasannya, Ko Young Sam (Hong Woo Jin), beberapa kali melontarkan ucapan yang merendahkan saat No Ah meminta izin untuk pergi ke rumah sakit karena sakit.

Alih-alih menunjukkan empati, Young Sam justru mempertanyakan alasan No Ah, menghina kemampuan kerjanya, hingga melontarkan komentar seksis yang membuat penonton ikut geram. Berikut lima bentuk workplace harassment yang dialami Yoon No Ah dalam drama tersebut.

1. Dipersulit saat ingin ke rumah sakit

Cuplikan drama Korea See You at Work Tomorrow (dok. tvN/See You at Work Tomorrow)

Ketika No Ah meminta izin karena kondisinya sedang tidak sehat, Young Sam tidak menunjukkan empati. Ia justru mempertanyakan alasan No Ah ingin ke rumah sakit dan membuatnya merasa bersalah karena meminta cuti.

Sikap seperti ini dapat membuat karyawan takut mengutamakan kesehatan mereka sendiri. Alhasil, No Ah harus menahan sakit, demi bekerja di kantor.

2. Dituduh berbohong tanpa bukti

Cuplikan drama Korea See You at Work Tomorrow (dok. tvN/See You at Work Tomorrow)

Young Sam langsung berasumsi bahwa No Ah tidak benar-benar sakit hanya karena ia mengenakan pakaian yang sama seperti sebelumnya. Ia bahkan menuduh No Ah menggunakan alasan keluarga untuk menutupi kegiatannya bersama pacar.

Tuduhan tanpa dasar seperti ini menunjukkan kurangnya rasa percaya kepada bawahan. Alih-alih mencoba mengerti, Young Sam justru menyebarkan fitnah atas kehidupan pribadinya.

3. Dihina dengan mengungkit kemampuan kerja

Cuplikan drama Korea See You at Work Tomorrow (dok. tvN/See You at Work Tomorrow)

Ketika No Ah ingin cuti lagi, Young Sam justru mengungkit kemampuan kerja No Ah. Bukannya membahas hal ini secara profesional, Young Sam memarahinya di depan karyawan lain.

Ia mengatakan No Ah bekerja lambat, tidak tegas, dan tidak memberikan manfaat bagi perusahaan. Kritik yang menyerang harga diri seperti ini lebih bersifat merendahkan daripada membangun.

4. Mendapat komentar seksis

Cuplikan drama Korea See You at Work Tomorrow (dok. tvN/See You at Work Tomorrow)

Ucapan Young Sam yang menyuruh No Ah "menikah saja daripada makan gaji buta" menjadi salah satu dialog yang paling menyakitkan. Kalimat tersebut tidak lagi membahas pekerjaan, melainkan mengaitkan status perempuan dengan kelayakannya untuk bekerja.

Komentar seperti ini mencerminkan stereotip gender yang tidak pantas disampaikan di lingkungan profesional. Apalagi, konteksnya sama sekali tidak sesuai.

5. Dipermalukan melalui penyalahgunaan jabatan

Cuplikan drama Korea See You at Work Tomorrow (dok. tvN/See You at Work Tomorrow)

Sebagai atasan, Young Sam memiliki posisi yang lebih berkuasa. Namun alih-alih membimbing bawahannya, ia menggunakan wewenangnya untuk mengintimidasi, mempermalukan, dan membuat No Ah tidak berani menyampaikan kebutuhannya. Kondisi inilah yang membuat hubungan kerja berubah menjadi lingkungan yang tidak aman secara psikologis.

Melalui pengalaman Yoon No Ah, See You at Work Tomorrow memperlihatkan bahwa workplace harassment tidak selalu berbentuk kekerasan fisik. Kata-kata yang merendahkan, tuduhan tanpa bukti, hingga komentar seksis juga dapat meninggalkan luka bagi karyawan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article