Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Boy Group KPop Gen 5 yang Usung Konsep Youthful, Lebih Fresh?
IDID dan The Wind (instagram.com/idid_starship | instagram.com/thewind.official)
  • Konsep youthful kembali populer di KPop generasi ke-5 karena menonjolkan semangat remaja, visual cerah, serta melodi ringan yang mudah diterima publik dan cocok dengan usia para idol muda.
  • Tujuh boy group seperti TWS, NCT WISH, KickFlip, YUHZ, CLOSE YOUR EYES, IDID, dan The Wind sukses mengusung konsep youthful lewat tema persahabatan, cinta pertama, hingga kebebasan masa muda.
  • Meskipun diminati karena kesegarannya, konsep youthful memiliki tantangan seperti keterbatasan tema dan transisi menuju konsep dewasa; namun banyak grup tetap mempertahankannya dengan strategi kreatif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Setelah beberapa tahun mengusung nuansa dark dengan genre musik eksperimental, sejumlah agensi kembali menerapkan konsep youthful pada grup KPop generasi ke-5. Di negara asalnya, idol yang mengusung konsep ini tampak lebih banyak diminati oleh masyarakat lokal, lho. Usut punya usut, ternyata ada beberapa alasan kuat di balik pemilihan konsep youthful yang mulai mendominasi pasar musik KPop.

Dalam penerapannya, konsep youthful umumnya fokus membahas fase transisi dari remaja menuju kedewasaan. Secara visual, konsep ini identik dengan elemen yang membangkitkan memori tentang masa remaja dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti seragam sekolah, lapangan basket, sepeda, hingga kamera analog. Sedangkan dari sisi vokal, melodinya cenderung bright, catchy, dan nyaman didengarkan berulang kali.

Selain itu, faktor usia dari idol generasi ke-5 yang mayoritas masih belia juga menjadi pertimbangan untuk mengusung konsep yang sesuai dengan usia asli mereka. Hal ini didukung pula dengan tren media sosial, di mana musik yang ceria dan koreografi ekspresif jauh lebih mudah diikuti. Lantas, siapa saja grup KPop yang berhasil debut dengan mengusung konsep youthful? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.

1. TWS

potret TWS (instagram.com/tws_pledis)

TWS merupakan boy group kedua yang berada di bawah naungan Pledis Entertainment. Saat debut resminya pada 22 Januari 2024 lalu, grup ini sukses mencuri perhatian KPopers dari berbagai penjuru dunia lewat konsep youthful yang dikemas dalam narasi coming-of-age.

Dalam perilisan EP debut bertajuk Sparkling Blue, TWS memperkenalkan cerita yang berfokus pada kehidupan sekolah. Kemudian, tema tersebut berkembang menjadi persahabatan yang terbentuk saat liburan musim panas lewat EP kedua SUMMER BEAT!, disusul momen kelulusan yang tertuang dalam single album perdana "Last Bell."

Tak berhenti sampai di situ, Shinyu cs kembali melanjutkan kisah manis mereka dengan merilis mini album ketiga, Try With Us, pada April 2025. Lagu-lagu dalam album ini mengekspolasi kehidupan mereka sebagai anak muda setelah acara kelulusan. Ada pun EP Play Hard yang menggambarkan semangat pantang menyerah untuk mengejar impian.

Pada 27 April 2026, TWS kembali merilis mini album NO TRAGEDY, yang disuguhkan dengan nuansa ceria. Dalam rilisan terbarunya itu, TWS menangkap seputar keberanian dan tekad dalam memperjuangkan cinta. Album ini berhasil menduduki puncak tangga lagu serta mencatat total penjualan melebihi 1,1 juta kopi dalam minggu pertama. Daebak!

2. NCT WISH

potret NCT WISH (instagram.com/nctwish_official)

Berbeda dari unit NCT lainnya yang mengusung tema maskulin dengan irama musik kuat, NCT WISH justru hadir dengan mengusung konsep youthful yang tampak lebih cerah dan ceria. Sejak debutnya pada 21 Februari 2024, unit terakhir NCT ini telah mengembangkan nuansa dreamy dengan melodi yang mudah diingat dalam setiap karyanya.

Dalam musik video debut single "WISH," NCT WISH melakukan syuting di Barcelona, Spanyol. Ditemani latar pemandangan yang indah, para member tampil dengan kostum sebagai cupid. Sementara itu, mini album Poppop, Color, dan Wishlist secara berurutan menggambarkan kisah cinta pertama yang mendebarkan, rasa percaya diri, serta kumpulan momen berharga dan harapan yang ingin disimpan bersama para penggemar.

Mereka konsisten melanjutkan konsep playful di full album perdana Ode to Love, yang melibatkan elemen bintang, sayap, crown, hingga warna pastel. Audio yang ringan dan menyegarkan juga membuat pendengar gak merasa lelah meski memutar lagu-lagu tersebut secara berulang-ulang dalam aktivitas seperti belajar, bekerja, maupun bersantai. Album yang dirilis pada 20 April 2026 ini berhasil terjual sebanyak 1,82 juta kopi pada minggu pertama perilisannya, lho!

3. KickFlip

potret KickFlip (instagram.com/kickflip_jype)

Youthful adalah salah satu konsep utama yang diusung oleh KickFlip. Mereka menerapkan gabungan tema high-teen yang menggambarkan semangat masa muda, kebebasan, dan sedikit sisi berontak dengan set suasana kasual yang berkaitan erat dengan kegiatan remaja masa kini. Hal ini dilakukan untuk menyoroti momen-momen penting yang terjadi di masa muda.

Namun, gak hanya fokus pada keceriaan masa remaja, KickFlip juga mengemas karya perdana mereka, Flip It, Kick It!, dengan menyelipkan pesan yang menyuarakan perlawanan terhadap tekanan yang tercipta dari aturan sosial. Lagu-lagunya menyiratkan kebebasan mengambil keputusan walaupun harus menghadapi berbagai tantangan.

Sementara itu, konsep youthful berkembang dalam mini album terbaru mereka yang bertajuk My First Kick. Album ini mulai mengangkat cerita tentang kegugupan saat remaja usia 20-an pertama kali merasakan jatuh cinta. Mereka juga menggunakan musik upbeat penuh energi dengan sentuhan modern yang makin membangkitkan rasa nostalgia bagi para pendengarnya.

4. YUHZ

potret YUHZ (instagram.com/yuhz_official)

YUHZ beranggotakan 8 anggota yang merupakan finalis program survival SBS B:MY BOYZ. Grup ini resmi debut pada 7 Mei 2026 lewat single album "Orange Record" di bawah naungan Pinnacle Entertainment. YUHZ sendiri jadi salah satu grup rookie yang mengusung konsep youthful dengan genre musik pop, R&B, dan elemen EDM.

Dalam teaser image untuk single album debut mereka, YUHZ menggunakan warna oranye, buah jeruk, skeatboard, serta bangku kelas untuk mencerminkan keceriaan, antusiasme, dan rasa penasaran yang tinggi di masa muda. Sedangkan lagu utama "Rush Rush" memiliki melodi enerjik yang menggugah semangat. Lagu ini menyampaikan pesan tentang tekad untuk terus maju tanpa ragu, meskipun ada ketidaksempurnaan. Lewat lagu ini, YUHZ berharap dapat membawa energi positif kepada para pendengarnya.

5. CLOSE YOUR EYES

potret CLOSE YOUR EYES (instagram.com/close.your.eyes.official)

Kalau boy group CLOSE YOUR EYES menyatukan konsep youthful dengan elemen sastra atau storytelling yang disebut literature boys. Konsep ini dipilih karena sifatnya yang sederhana dan easy listening bagi masyarakat umum. Perpaduan unik ini juga menghadirkan nuansa melankolis bak film coming-of-age yang penuh makna.

Nama grup ini sendiri merepresentasikan tujuan yang ingin mereka capai, yaitu menciptakan musik yang bisa dinikmati dan dirasakan sepenuh hati, bahkan dengan mata tertutup. Hasilnya terlihat dalam video musik single debut mereka, "All My Poetry," di mana setiap member berhasil menyatukan aura mereka yang lembut dengan musik dan lirik yang terdengar puitis.

Lagu yang mengisahkan tentang keraguan dan ketakutan seseorang dalam menyatakan cinta ini dirancang khusus oleh tim produksi agar ceritanya berkesinambungan seperti sebuah novel. Maka, setiap karya musik CLOSE YOUR EYES mendatang juga bakal membawa para pendengarnya masuk dalam kelanjutan kisah mereka.

6. IDID

potret IDID (instagram.com/idid_starship)

Sukses debut pada 15 September 2025, IDID turut meramaikan daftar grup KPop generasi 5 yang mengusung konsep youthful. Boy group asuhan Starship Entertainment itu menyajikan mini album perdana mereka, I Did It, dalam 8 track dengan nuansa ceria dan energik, diiringi alunan gitar akustik serta dentuman drum ritmis yang fresh.

Masing-masing lagu dalam mini album tersebut secara berurutan merangkum momen-momen yang dirasakan IDID di awal perjalanan mereka, termasuk energi remaja yang bebas menjalani hidup dengan cara positif, momen pertama kali jatuh cinta, keberanian dan percaya diri menerima ketidaksempurnaan dalam diri, serta ambisi untuk menggapai impian.

7. The Wind

potret The Wind (instagram.com/thewind.official)

Terakhir, The Wind menjadi salah satu grup KPop yang masuk ke dalam jajaran awal generasi 5. Nama grupnya sendiri diibaratkan seperti angin yang dapat berubah bentuk tergantung musim. Seberkas angin ini akan memberikan kenyamanan dengan berbagai cara kepada semua orang. Lewat makna tersebut, The Wind menciptakan karya-karya yang memiliki nuansa healing sekaligus youthful. Hal ini tergambar jelas dalam single "Summer Vacation" yang mengajak pendengar untuk sejenak melupakan beratnya kehidupan dan menikmati momen indah yang tercipta saat liburan musim panas.

Tema dengan nuansa menyegarkan dilanjutkan dalam mini album Our : Youthteen yang menampilkan warna-warna pastel di teaser-nya. Lewat album ini, The Wind juga mencerminkan semangat serta kebebasan di masa remaja. Di sisi lain, EP Hello : My First Love berisi pengakuan cinta yang tulus sekaligus kikuk dari seorang remaja pemalu. Grup ini kini aktif dalam formasi 5 member, setelah Kim Hee Soo memutuskan hiatus karena masalah kecemasan pada 6 Mei lalu.

Meski kerap dianggap lebih fresh dan menarik, nyatanya konsep youthful memiliki sejumlah kekurangan, lho. Di antaranya keterbatasan tema lagu yang dapat dieksplorasi, sulit bertransisi ke konsep yang lebih dewasa, serta mudah tertukar dengan grup lain yang mengusung konsep serupa.

Oleh karena itu, tak sedikit tim produksi yang perlahan mengubah konsep mereka seiring bertambahnya usia sebuah grup dan para anggotanya. Meski begitu, gak sedikit pula grup yang mempertahankan konsep youthful dengan beragam strategi agar dapat bertahan lama dan tetap memiliki daya tarik di masa kini.

Di samping kekurangan dan kelebihannya, konsep youthful tampak makin diminati baik oleh tim kreatif di industri hiburan maupun para penggemar musik KPop, nih. Kalau kamu sendiri, kira-kira suka gak dengan konsep yang satu ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article