3 Kesialan Beruntun yang Dialami Do Ji Ui di Doctor on the Edge

- Do Ji Ui, dokter bedah berbakat, dipindahtugaskan ke pulau terpencil Pyeondong-do dan harus menghadapi trauma masa lalunya saat memulai kehidupan baru di sana.
- Sebelum tiba di pulau, ia pingsan di kapal feri akibat efek obat penenang dan mengalami halusinasi yang membuatnya kehilangan kesadaran hingga terbangun di puskesmas setempat.
- Setelah sadar, Do Ji Ui menghadapi koper tertukar dengan Yook Ha Ri serta terjebak di Yeopong karena ketinggalan kapal feri, menandai awal penuh kesialan dalam adaptasinya.
Drama Korea Doctor on the Edge menghadirkan kisah Do Ji Ui, seorang dokter bedah berbakat yang mendadak dipindahtugaskan ke Pyeondong-do, sebuah pulau terpencil yang selama ini menjadi tempat yang dihindari banyak tenaga medis. Bagi Do Ji Ui, penugasan tersebut bukan hanya tantangan karier, tetapi juga ujian pribadi karena ia harus berhadapan dengan trauma yang selama ini ia hindari.
Setibanya di Pyeondong-do, hidup Do Ji Ui justru tidak berjalan sesuai harapannya. Alih-alih beradaptasi dengan tenang, ia terus mengalami berbagai kejadian tak terduga yang membuat hari-hari pertamanya di pulau tersebut penuh kekacauan. Berikut tiga kesialan beruntun yang dialami Do Ji Ui di Doctor on the Edge.
1. Tidak sadarkan diri setelah pingsan di kapal feri

Kesialan pertama Do Ji Ui terjadi bahkan sebelum ia benar-benar menginjakkan kaki di Pyeondong-do. Karena memiliki trauma yang berkaitan dengan perjalanan laut, ia merasa sangat cemas ketika harus menaiki kapal feri, satu-satunya transportasi menuju pulau tersebut. Rasa takut yang berlebihan membuatnya memilih mengonsumsi obat penenang yang sebenarnya tidak dianjurkan karena memiliki efek samping cukup serius.
Di tengah perjalanan, efek obat itu mulai memengaruhi kesadarannya. Do Ji Ui mengalami halusinasi dan melihat seorang perempuan yang seolah hendak melompat dari kapal. Sebagai seorang dokter, naluri untuk menyelamatkan orang lain membuatnya langsung bereaksi tanpa sempat berpikir panjang.
Namun, sebelum bisa melakukan apa pun, kesadarannya menghilang. Ketika terbangun, ia sudah berada di Puskesmas Pyeondong-do tanpa mengingat dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi selama perjalanan. Momen tersebut menjadi awal yang buruk bagi Do Ji Ui dalam menjalani kehidupan barunya di pulau terpencil itu.
2. Kopernya tertukar dengan milik Yook Ha Ri

Setelah sadar dan mulai memahami tempat kerjanya yang baru, Do Ji Ui berniat membereskan barang-barangnya agar bisa beradaptasi lebih cepat. Namun, ia kembali dibuat kebingungan ketika menyadari bahwa koper yang berada di hadapannya ternyata bukan miliknya.
Isi koper tersebut justru milik perempuan yang sempat muncul dalam halusinasinya di kapal feri. Situasi itu membuat Do Ji Ui terpaksa mencari pemilik koper tersebut demi mendapatkan kembali barang-barangnya sendiri. Dalam proses itulah ia mulai berinteraksi dengan Yook Ha Ri, perawat yang bekerja di cabang kesehatan masyarakat Pyeondong-do.
Meski terdengar sederhana, kejadian tertukarnya koper ini menciptakan pertemuan yang cukup unik sekaligus canggung bagi keduanya. Di saat Do Ji Ui sedang berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, ia justru harus direpotkan oleh masalah yang tidak pernah ia perkirakan sebelumnya.
3. Terjebak di Yeopong setelah mengantar pasien darurat

Kesialan berikutnya datang ketika Do Ji Ui ikut dalam proses evakuasi pasien gawat darurat menggunakan helikopter medis menuju Rumah Sakit Asong di Yeopong. Sebagai dokter, ia tentu tidak bisa menolak tugas tersebut karena kondisi pasien membutuhkan penanganan cepat.
Namun setelah pasien berhasil dibawa ke rumah sakit, Do Ji Ui justru menghadapi masalah baru. Ia terlambat mendapatkan tiket kapal feri untuk kembali ke Pyeondong-do sehingga terpaksa tertahan di Yeopong lebih lama dari yang direncanakan.
Keadaan ini semakin menyulitkan karena ia harus menginap semalaman dan kembali menghadapi ketakutannya terhadap perjalanan laut keesokan harinya. Bagi Do Ji Ui yang masih berusaha mengatasi traumanya, perjalanan pulang tersebut terasa seperti ujian tambahan yang harus ia hadapi tanpa pilihan lain.
Hari-hari pertama Do Ji Ui di Pyeondong-do jauh dari kata mulus. Mulai dari pingsan di kapal feri, koper yang tertukar, hingga terjebak di Yeopong, semua kejadian tersebut menunjukkan bahwa adaptasinya di pulau terpencil itu tidak akan berjalan mudah.



















