Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BTS Modifikasi Lirik Dynamite di Halftime Show Final Piala Dunia 2026

BTS Modifikasi Lirik Dynamite di Halftime Show Final Piala Dunia 2026
BTS (x.com/bts_bighit)
Intinya Sih
Gini Kak
  • BTS tampil di Halftime Show Final Piala Dunia 2026, menjadi penampilan pertama dalam sejarah FIFA yang memadukan musik KPop dan sepak bola di panggung global.
  • Awalnya publik mengira BTS akan membawakan 'Permission to Dance', namun grup ini justru mengejutkan dunia dengan lagu 'Dynamite' yang penuh energi dan semangat perayaan.
  • BTS memodifikasi beberapa lirik 'Dynamite' agar selaras dengan tema sepak bola, menciptakan momen ikonik yang menyatukan penonton dari berbagai negara dalam euforia final.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Final Piala Dunia 2026 pada Senin (20/7/2026) dini hari waktu Indonesia dihiasi Halftime Show untuk pertama kalinya dalam sejarah FIFA. Penampilan grup KPop global, BTS, di acara tersebut sukses menyedot perhatian dunia sekaligus menghadirkan persilangan ikonik antara musik dan sepak bola yang disambut sorak sorai meriah penonton.

Di luar dugaan, alih-alih membawakan "Permission to Dance" seperti cuitan Global Citizen di media sosial sebelumnya, mereka justru mengguncang panggung dengan "Dynamite". Yuk, simak faktanya berikut ini!

1. Awalnya, penggemar menduga BTS akan membawakan "Permission to Dance"

update X Global Citizen tentang BTS di Halftime Show Piala Dunia 2026 (x.com/GlblCtzn)
update X Global Citizen tentang BTS di Halftime Show Piala Dunia 2026 (x.com/GlblCtzn)

Sebelum laga final digelar, ekspektasi penggemar dan publik mengarah pada lagu "Permission to Dance" atau yang dikenal pula dengan sebutan "PTD". Spekulasi kuat ini bermula dari sebuah unggahan resmi Global Citizen di X. Mereka menuliskan, "We officially give you ‘Permission to Dance’ with us on July 19." Sontak, kutipan langsung tersebut memicu antusiasme penggemar yang bersiap untuk menari bersama alunan "PTD" di tengah pertandingan.

Faktanya, penyebutan judul "Permission to Dance" dalam takarir unggahan Global Citizen tersebut murni digunakan untuk kebutuhan promosi saja. Alih-alih memberikan bocoran setlist atau lagu utama yang akan dibawakan, frasa tersebut dimanfaatkan sebagai taktik wordplay yang manis untuk mengajak penonton global merayakan malam final. Fokus utama dari unggahan itu sebenarnya adalah menyoroti partisipasi BTS untuk mendukung FIFA Global Citizen Education Fund, guna memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di seluruh dunia.

2. BTS bikin kejutan dengan membawakan lagu "Dynamite"

Para personel BTS beraksi dalam Halftime Show final Piala Dunia 2026 (AFP / Patricia De Melo Moreira)
Para personel BTS beraksi dalam Halftime Show final Piala Dunia 2026 (AFP / Patricia De Melo Moreira)

Plot twist terjadi saat panggung Halftime Show dimulai dan BTS tampil. Bukan melodi ceria dari "Permission to Dance" yang menggema, melainkan ketukan disko-pop retro yang sangat ikonik dari "Dynamite". Pilihan taktis untuk membawakan lagu full berbahasa Inggris yang pernah merajai tangga lagu global ini terbukti sangat tepat. Energi "Dynamite" sukses menyihir dan meledakkan semangat seluruh penonton di stadion, menciptakan euforia yang menyatukan para pecinta sepak bola dan penggemar musik dalam satu perayaan malam puncak Piala Dunia 2026 yang ideal.

3. Nyatanya, "Dynamite" cocok dengan semangat selebrasi khas Piala Dunia

Grup musik asal Korea tampil energik dengan kostum merah dan hitam di panggung Half Time Show Piala Dunia 2026.
Penampilan BTS di Half Time Show Piala Dunia 2026 (Carl Recine / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Jika dibedah lebih dalam, "Dynamite" memiliki nyawa yang sangat sejalan dengan semangat Piala Dunia. Dirilis pertama kali dengan pesan untuk membawa kegembiraan dan harapan, lirik seperti "Shining through the city with a little funk and soul" sangat merepresentasikan euforia final Piala Dunia yang menerangi kota tuan rumah dan disaksikan miliaran mata.

Sepak bola adalah bahasa universal yang menyatukan berbagai negara, dan "Dynamite" dengan melodi disko-pop yang ceria terbukti mampu menjadi lagu perayaan yang membuat seluruh isi stadion bersuka cita tanpa memandang dari negara mana mereka berasal. Lagu ini meledakkan semangat seperti kembang api penutup yang meriah di akhir turnamen.

4. BTS memodifikasi sejumlah lirik "Dynamite" sehinngga makin cocok dengan pertandingan sepak bola

Seorang anggota BTS mengenakan jaket kulit merah hitam tampil energik di panggung Half Time Show Piala Dunia 2026.
Jungkook buka penampilan BTS di Half Time Show Piala Dunia 2026 (Justin Setterfield/Getty Images/AFP (Photo by Justin Setterfield / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Salah satu bukti bahwa BTS benar-benar melebur dengan atmosfer Piala Dunia 2026 terjadi pada bagian bait pertama yang dinyanyikan oleh V. Dalam versi aslinya, lirik tersebut berbunyi "Ice tea, and a game of ping-pong". Namun, dengan spontanitas dan karisma panggungnya, V mengubah lirik tersebut menjadi "Ice tea, and a game of football".

Bukan cuma itu, modifikasi lirik juga dilakukan di bait yang dinyanyikan Jungkook. Lirik yang seharusnya berbunyi, "King Kong kick the drum", diubah menjadi "King Kong kick the ball". Jungkook melantunkannya sambil membuat gestur menendang bola.

Sentuhan kecil yang unik ini langsung disambut meriah. Perubahan lirik ini bukan sekadar fan service, melainkan bentuk penghormatan BTS terhadap olahraga yang sedang dirayakan. BTS berhasil mengontekstualisasikan lagu tersebut sehingga tidak lagi terasa seperti sekadar pertunjukan musik sisipan, melainkan bagian tak terpisahkan dari denyut nadi laga final Piala Dunia itu sendiri.

Keputusan BTS untuk membawakan "Dynamite" dinilai sukses membuktikan kecerdasan BTS dan penyelenggara dalam membaca sakralnya atmosfer stadion. Bukan sekadar menunaikan tugas sebagai pengisi Halftime Show, mereka berhasil menciptakan sebuah perayaan yang merangkul semua kalangan dengan musik. Penampilan epik di Final Piala Dunia 2026 ini dipastikan akan terus dikenang dalam sejarah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More