Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Makna Tersembunyi di Balik Judul Drakor Four Hands, Two Sonatas

4 Makna Tersembunyi di Balik Judul Drakor Four Hands, Two Sonatas
Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)
  • Four Hands merujuk pada kolaborasi Kang Pi O dan Choi Jeong Yo memainkan satu piano, setelah keduanya kembali bertemu di SMA seni.
  • Two Sonatas melambangkan latar hidup berbeda: Pi O bergulat dengan tuntutan keluarga musik, sementara Jeong Yo mencari nafkah dan menghadapi demam panggung.
  • Meski memiliki mimpi di musik klasik, keduanya saling membantu: Jeong Yo menghidupkan permainan Pi O, sedangkan Pi O membantu Jeong Yo menghadapi panggung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Drama Korea Four Hands, Two Sonatas (2026) akhirnya tayang secara perdana pada 29 Agustus 2026 lalu. Drakor ini menceritakan tentang seorang siswa sekolah seni terbaik, Kang Pi O (Song Kang), yang berhasil berprestasi di kancah nasional maupun internasional. Banyak orang menganggap kehidupan Kang Pi O sangat sempurna sebelum bertemu dengan sosok Choi Jeong Yo (Lee Jun Young).

Choi Jeong Yo punya bakat sejak lahir yang gak pernah disadarinya. Kedatangan Choi Jeong Yo ternyata berdampak pada kehidupan Kang Pi O secara keseluruhan. Lalu, apa makna tersembunyi dari judul drakor Four Hands, Two Sonatas yang dibintangi Song Kang dan Lee Jun Young ini?

  1. 1. Dua orang yang memainkan satu piano

    Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas
    Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)

    Kang Pi O dan Choi Jeong Yo sebenarnya telah bertemu di sebuah perlombaan saat mereka kecil. Saat itu, Kang Pi O merasa sangat kesal karena Choi Jeong Yo berhasil menjadi juara utama. Namun, Kang Pi O melupakan Choi Jeong Yo setelah beberapa tahun gak bertemu lagi.

    Saat itu, Kang Pi O merasa jika permainan piano Choi Jeong Yo sangat indah dan membuatnya mengingat sosok teman yang berkesan di masa lalu. Kepindahan Choi Jeong Yo ke SMA yang sama dengan Kang Pi O membuat keduanya semakin dekat. Mereka bahkan berkolaborasi dengan memainkan satu piano bersama. Langkah ini dinamakan Four Hands dalam istilah musikal yang berarti dua orang memainkan satu piano.

  2. 2. Dua kehidupan yang berbeda

    Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas
    Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)

    Istilah two sonatas sendiri melambangkan dua kehidupan yang berbeda. Hal ini merupakan gambaran langsung dari kehidupan Kang Pi O dan Choi Jeong Yo. Kang Pi O merupakan cucu dari seorang konduktor ternama. Seluruh keluarganya juga dikenal sangat berpengaruh di dunia musik klasik.

    Sayangnya, Kang Pi O punya tantangan sendiri karena gak dianggap oleh sang kakek. Seluruh kerja kerasnya gak pernah dianggap penting olehnya hingga membuatnya sangat perfeksionis dan ambisius. Kondisi ini jauh berbeda dengan kehidupan Choi Jeong Yo.

    Choi Jeong Yo harus bekerja keras mencari nafkah setelah ibunya meninggal dunia dan sang ayah yang terpuruk. Kondisi ini membuat Choi Jeong Yo harus melupakan mimpinya sebagai pianis. Selain itu, dia juga menderita demam panggung parah sehingga gak bisa memainkan piano di hadapan penonton.

  3. 3. Kesamaan mimpi

    Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas
    Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)

    Jika dilihat dari berbagai masalah, Kang Pi O dan Choi Jeong Yo sebenarnya punya mimpi yang sama. Sayangnya, mereka juga punya masalah yang membuatnya harus lebih berjuang dalam meraih mimpinya. Kang Pi O harus berhadapan dengan luka masa lalu yang membuatnya kesulitan menghadapi diri sendiri.

    Gak hanya itu, kesulitan ini juga membuat Kang Pi O seakan buta mengenali diri dan membawa emosinya dalam bermain piano. Dengan kondisi ini, bagi sang kakek, Kang Pi O hanya siswa sombong yang membanggakan teknik berpiano saja. Kondisi serupa juga dialami oleh Choi Jeong Yo, 

    Choi Jeong Yo harus menghadapi realita yang membuatnya gak bisa memainkan piano lagi. Namun, dia juga gak bisa melupakan mimpinya untuk berjuang di dunia musik klasik. Di tengah desakan, Choi Jeong Yo berhasil memantapkan diri untuk masuk ke sekolah seni terbaik dengan beasiswa.

  4. 4. Saling membantu menyempurnakan kehidupan

    Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas
    Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)

    Pertemuan keduanya ternyata membuahkan hasil yang manis. Kang Pi O menilai Choi Jeong Yo sebagai pengganggu kehidupan dan rencana masa depannya. Namun, sosok Choi Jeong Yo ternyata dibutuhkan oleh Kang Pi O. Choi Jeong Yo menjadi teman yang berhasil membuat permainan pianonya menjadi lebih bernyawa.

    Kondisi yang sama didapatkan oleh Choi Jeong Yo dari Kang Pi O. Demam panggung yang selama ini dialami oleh Choi Jeong Yo menjadi lebih baik setelah berlatih dengan Kang Pi O. Dia bahkan mudah menghadapi situasi ini setelah Kang Pi O menantang keduanya untuk tampil di sebuah panggung kecil terlebih dahulu.

    Judul drakor ini sebenarnya menggambarkan plot cerita yang disajikan. Persahabatan antara Kang Pi O dan Choi Jeong Yo juga menjadi cerita dasar dalam drakor. Bagaimana menurutmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More