Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hotel BTS di Peru Digeruduk dan Disorot Laser, RM Buka Suara di Konser
RM BTS (instagram.com/rkive)
  • Hotel BTS di Lima dikerumuni orang selama berjam-jam hingga menimbulkan kebisingan, mengganggu istirahat member, staf, serta tamu hotel lain.
  • RM meminta lewat Weverse agar penggemar tidak menunggu di hotel selama tur, karena kurangnya istirahat dapat memengaruhi penampilan BTS di konser.
  • Setelah muncul laporan laser dan drone diarahkan ke hotel, RM menegaskan di konser bahwa pelanggaran privasi tidak dibenarkan dan BTS tidak membedakan penggemar berdasarkan negara atau ras.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

BTS mengalami gangguan privasi yang cukup ekstrem saat berada di Lima, Peru, untuk rangkaian konser tur dunia ARIRANG. Hotel tempat para member menginap dikerumuni orang-orang yang ingin melihat mereka dari dekat. Situasi semakin mengkhawatirkan setelah beredar laporan bahwa sejumlah orang mengarahkan sinar laser ke jendela-jendela hotel untuk mencari kamar member.

Menanggapi kejadian tersebut, RM BTS akhirnya buka suara. Sebelumnya, ia telah mengunggah pesan melalui Weverse untuk meminta penggemar tidak menunggu di depan hotel. RM kembali menyinggung masalah ini saat konser di Peru. Berikut ini penjelasannya!

1. Hotel BTS di Peru digeruduk banyak orang hingga mengganggu keamanan

BTS di konser ARIRANG Peru (x.com/bts_bighit)

Kedatangan BTS di Lima, Peru, disambut antusias oleh banyak penggemar. Namun, antusiasme tersebut berujung pada kerumunan besar di sekitar hotel tempat mereka menginap. Begitu banyak orang mengerubungi hotel tersebut selama berjam-jam, bahkan mereka juga berteriak-teriak sehingga kebisingannya terdengar sampai ke dalam kamar hotel.

Tidak diketahui dengan jelas siapa orang-orang pelaku stalking tersebut. Apakah murni penggemar atau masyarakat setempat yang penasaran dengan para member BTS. Namun, situasi tersebut mengganggu keamanan, bukan hanya untuk BTS, melainkan juga staf hotel dan orang lain yang menginap di sana.

2. RM sempat menegur melalui surat di Weverse

RM BTS (instagram.com/rkive)

Pada Kamis (8/10/2026), RM buka suara mengenai masalah ini melalui Weverse. Ia menuliskan surat yang berbunyi seperti berikut ini:

"Halo semuanya yang berada di Amerika Latin. Kami sedang berada di Peru. Karena ini pertama kalinya bagiku berada di sini, aku sangat senang dan semangat!

Namun seperti di Colombia, para member dan staf mengalami kesulitan karena banyak orang mengerumuni hotel tempat kami menginap sepanjang hari. Suara mereka sangat berisik, bahkan membuat semua orang di dalam kesulitan tidur. Tidak hanya itu, kami juga memberikan ketidaknyamanan pada tamu lain di hotel kami. Kami sangat menghargai antusiasme dan kehangatan kalian, tapi kalau akhirnya tidak bisa istirahat dan tidur, hal ini akan memengaruhi penampilan kami.

Jadi aku mohon, tidak hanya di Lima, tapi juga di Chile, Brazil, Argentina, dan negara-negara lain di Asia yang akan kami datangi nanti, kami meminta tolong pada kalian untuk tidak menunggu di depan hotel. Kami memohon dengan sungguh-sungguh.

Kami percaya bahwa ARMY, penggemar paling keren kami, akan memahami dan tidak melakukan ini. Kami harap kita semua bisa membangun hubungan yang dewasa dengan satu sama lain. Kami juga akan melakukan yang terbaik di konser hari ini. Terima kasih dan aku mencintai kalian."

Sayangnya, surat RM ini justru membuatnya dituduh rasis oleh sebagian orang. Sebab, di sini ia hanya menyebutkan negara-negara tertentu.

3. Situasi semakin parah dengan adanya oknum yang menyorotkan laser ke arah jendela kamar hotel

BTS di konser ARIRANG Peru (x.com/bts_bighit)

Sayangnya, situasi di Lima semakin mengkhawatirkan setelah beredar laporan bahwa ada beberapa orang yang menyorotkan sinar laser ke hotel tempat BTS menginap. Di sejumlah video yang viral di media sosial, mereka sengaja menembakkan sinar laser ke setiap jendela hotel tersebut. Diduga, mereka ingin mencari di mana kamar member BTS.

Bahkan ada oknum yang sengaja menerbangkan drone ke sekitar hotel dan menyorotkan laser melalui alat tersebut. Hal ini pun bikin para penggemar dari berbagai negara ikut geram.

4. Di konser, RM kembali buka suara, terutama soal tindakan menyorotkan laser ke jendela hotel

RM BTS (instagram.com/rkive)

Dalam konser hari kedua di Lima, Peru, pada Sabtu (10/10/2026), RM kembali buka suara. Ia menegaskan bahwa BTS tidak pernah membeda-bedakan penggemar berdasarkan kebangsaan. Menurutnya, hal yang perlu menjadi perhatian adalah tindakan yang melanggar privasi. Berikut isi pernyataan RM:

"Surat yang aku tulis kemarin tidak hanya tentang Peru maupun Amerika Latin. Hal serupa juga terjadi di Eropa, Amerika Serikat, dan bisa pula terjadi di Asia. Masalah ini memang sering terjadi.

Aku tahu banyak dari kalian di sini yang berusaha untuk tidak datang ke hotel, dan jika kalian berpapasan dengan kami di jalan, kalian berpura-pura tidak melihat untuk melindungi kami. Tetapi, menerbangkan drone atau menggunakan laser bukanlah tindakan yang baik."

5. RM juga tegaskan BTS tidak membeda-bedakan penggemar berdasarkan negara

RM BTS (instagram.com/netflixkr)

Dalam kesempatan pidatonya di konser, RM juga turut buka suara mengenai tuduhan rasisme yang beredar. Ia menegaskan bahwa dirinya dan para member tidak pernah membedakan fans.

"Jika V sebelumnya pernah mengatakan ini, aku yang akan mengatakannya sekarang. Pernahkah kami membedakan kalian berdasarkan benua maupun ras? Dalam istilah 'ARMY', dalam istilah 'BTS', kita semua sama dan setara. Aku ingin kita menghiraukan orang yang mengatakan hal-hal buruk tentang kita dan tetap membagikan cinta," kata RM.

Melalui pesannya, RM berharap tindakan stalking di depan hotel dan berbagai pelanggaran privasi lainnya tidak terjadi lagi ke depannya. Para penggemar pun turut saling mengingatkan agar tetap menghormati privasi member BTS.

Curated For You

Editorial Team

Related Article