Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Idol KPop Ungkap Susahnya Jadi Perempuan, Korban Double Standard?
Taeyeon SNSD dan Karina aespa (instagram.com/taeyeon_ss | instagram.com/katarinabluu)
  • Sejumlah idol KPop menyoroti standar ganda publik: perubahan berat badan, pilihan pakaian, pola makan, hingga selera merek perempuan kerap tetap dikritik.
  • Amber mengungkap tekanan visual terhadap idol perempuan memicu diet ekstrem, gangguan makan, tuntutan mencerahkan kulit, dan operasi plastik, sementara aturan bagi idol laki-laki dinilai lebih longgar.
  • Sulli, PRISTIN, dan Karina menggambarkan tuntutan untuk menjaga citra, tetap bekerja saat menstruasi, serta menghadapi pandangan publik yang berubah dan membatasi panjang karier perempuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sudah jadi rahasia umum, bahwa publik lebih menuntut kesempurnaan dari idol KPop perempuan ketimbang laki-laki. Idol perempuan lebih mudah dianggap melakukan kesalahan fatal hanya karena masalah sepele. Sikap sampai penampilan mereka juga lebih diperhatikan publik.

Beratnya hidup sebagai idol perempuan itu tidak hanya diakui di kalangan penggemar. Sebab, deretan idol KPop berikut ini telah membeberkan betapa susahnya jadi korban standar ganda dari publik. Sebab, mereka dituntut untuk selalu memenuhi ekspektasi yang jauh lebih sulit dan tak manusiawi. Yuk, simak!

1. Taeyeon SNSD

Taeyeon SNSD (instagram.com/taeyeon_ss)

Taeyeon mengungkap pahitnya jadi korban standar ganda dalam sebuah unggahan pada 2021. Pada masa itu, ia menanggapi komentar kebencian kala mempromosikan “Weekend”. Ia menyatakan, bahwa publik akan menyebut idol gemuk jika berat badan mereka bertambah.

Jika idol punya tubuh kurus, publik akan menyebutnya tampak sakit. Memakai baju longgar akan disebut seperti laki-laki. Memakai baju ketat akan disebut tampak murahan. Jika makan banyak, akan disebut babi. Jika makan sedikit, akan dianggap pilih-pilih makanan. Jika menyukai brand ternama, akan dinilai mata duitan. Jika suka brand murah, akan dianggap tak mengerti fashion. Hal ini membuat Taeyeon menyadari, apa pun yang dilakukan akan mendapat kritikan. Jadi, lebih baik menjalani hidup sesuai kemauan masing-masing.

2. Heechul Super Junior

Heechul Super Junior (instagram.com/superjunior)

Di program Knowing Brother pada 2022, Jungah Jewelry mengaku perlu pengalaman nyata jadi member girl group untuk memahami beratnya hidup. Ia sendiri bahkan butuh waktu untuk mengendalikan kecemburuannya dan emosinya untuk jadi orang lebih baik. Seunghee Oh My Girl menambahkan, dia sendiri juga suka iri saat member lain agak lebih kurus.

Pengakuan itu membuat Heechul bersimpati dengan mengatakan, “Aku agak memahami girl group. Hal yang sulit dengan girl group adalah jika mereka bertambah berat badan, orang lain akan menyebut mereka gemuk. Jika menurunkan berat badan, akan ada topik tentang penurunan berat badan mereka. Saat mereka jadi lebih cantik, itu juga jadi pembicaraan. Jika mereka merasa tak enak badan, publik akan membicarakan kesehatan mereka yang buruk.”

3. Amber f(x)

Amber (instagram.com/amberliu)

Di program CBS This Morning pada 2020, Amber mengatakan, ada perbedaan besar antara idol perempuan dan laki-laki di industri hiburan. Ia pernah mendengar, untuk jadi perempuan, perlu mengejar popularitas di kalangan masyarakat umum. Sementara itu, idol laki-laki lebih butuh basis penggemar yang besar.

Oleh karena itu, di sekitarnya, Amber menyadari bahwa penting baginya dan idol perempuan lain untuk terlihat kurus. Ia menyadari idol perempuan sering membicarakan diet. Ia sendiri sampai merasa sudah merusak tubuhnya. Pahitnya lagi, dia menyadari bahwa idol laki-laki punya aturan yang lebih longgar.

Menurut Amber, untuk idol perempuan, mereka dituntut untuk menjaga penampilan dan visual. Sebab, saat berbicara dengan idol laki-laki, ia menyadari betapa mereka tak pernah khawatir tentang berat badan mereka. Namun, di kalangan idol perempuan, pembicaraan selalu berputar soal diet. Baginya, kenyataan ini sangat tidak sehat.

Apalagi, Amber sendiri sudah jadi korban dari tuntutan publik ini. Ia ingat, dirinya diminta mencerahkan kulitnya. Ia juga mengalami gangguan makan karena harus menjaga berat badan. Ditambah lagi, ia dituntut operasi plastik. Semua tuntutan itu hadir karena publik menginginkan mereka sempurna.

4. Sulli

Sulli (instagram.com/jelly_jilli)

Produser dokumenter Sulli sempat mengungkap kesulitan yang dihadapi Sulli sebagai perempuan. Ia mengatakan, idol perempuan harus seksi dan imut. Di sisi lain, mereka juga dituntut untuk menunjukkan sisi yang suci dalam sikap dan kehidupan pribadi mereka. Jika tak terpenuhi, publik akan menganggap idol perempuan itu bikin tak nyaman.

Menurut sang produser, Sulli pun pernah mencoba menjadi idol yang memenuhi ekspektasi publik padanya. Namun, saat masih tetap menjadi sasaran kebencian, Sulli mengubah segalanya. Sulli mulai menunjukkan sisi dirinya dan kehidupan yang diinginkannya pada publik. Keberaniannya mematahkan standar yang dipaksakan untuk para idol perempuan. Sayangnya, ia tetap menerima kebencian besar dari publik yang tak menyukainya.

5. PRISTIN

PRISTIN (dok. Pledis Entertainment)

Heechul meminta PRISTIN mengungkap kesulitan yang dihadapi oleh para idol perempuan di program We Like Zines pada 2017. Siyeon pun mengungkap, menstruasi adalah hal yang teramat merepotkan dan perlu dibicarakan. Heechul pun memahaminya karena sering mendengar soal menstruasi dari idol perempuan yang nyaman curhat dengannya.

Menurut Heechul, menstruasi itu melelahkan bagi perempuan, tapi tetap dituntut untuk terus bergerak sebagai idol. Ditambah lagi, mereka yang mengalami masalah suasana hati kala menstruasi pun masih harus tersenyum karena tuntutan publik. Baginya, menstruasi memang sulit bagi semua perempuan.

6. Karina aespa

Karina aespa (instagram.com/katarinabluu)

Karina membicarakan masa depan kariernya dalam dokumenter Lee Soo Man: King of K-Pop pada 2025. Ia menyadari, idol perempuan biasanya tidak memiliki karier yang panjang. Makanya, ia jadi berpikir cara membuat kariernya bertahan dalam jangka waktu panjang. Ia merasa, aespa memang akan selalu bersama di industri hiburan.

Hanya saja, pandangan publik itu terus berubah. Hal itulah yang membuat para member memikirkan cara beradaptasi dengan perubahan. Ia merasa belum menemukan jawabannya saat itu. Namun, ia berharap akan menemukan jawabannya karena sudah meluangkan waktu memikirkannya.

Selain itu, penggemar makin menyadari betapa beratnya jadi idol perempuan saat Karina mengaku ingin hidup sebagai laki-laki jika nanti reinkarnasi. Ia mengatakan itu dalam variety show pada Januari 2026. Sebab, ia merasa, menjadi laki-laki akan menawarkan pengalaman hidup yang berbeda.

Hidup sebagai perempuan yang selalu dituntut untuk memenuhi segala ekspektasi tinggi memang sulit. Apalagi, bagi idol yang tak pernah lepas dari perhatian publik. Mereka kerap menerima lebih banyak kebencian jika sedikit saja melakukan kesalahan atau dianggap kurang memerhatikan penampilan. Semoga saja, publik bisa bersikap lebih baik pada idol perempuan kelak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article