Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Banyak Fans Khawatir dengan Anggota A2O Lite?

3 min read
Kenapa Banyak Fans Khawatir dengan Anggota A2O Lite?
Potret anggota A2O Lite (x.com/a2o_lite)
  • A2O Lite, grup bentukan Lee Soo Man beranggotakan sembilan orang, debut pada 13 Oktober 2026 lewat “NEON” yang masuk Top 100 Melon dalam 29 jam.
  • Fans khawatir karena seluruh anggota berusia 13–17 tahun, termasuk tiga anggota berusia 13 tahun, di tengah tuntutan kerja, risiko cedera, dan pendidikan.
  • Kekhawatiran juga mencakup budaya fandom serta kontroversi keluarga anggota termuda Aijing, sementara fans berharap A2O Entertainment melindungi kondisi para artis mudanya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

A2O Lite adalah grup bentukan Lee Soo Man di bawah naungan A2O Entertainment. Girl group ini terdiri dari sembilan anggota yang debut pada 13 Oktober 2026 lalu. Kesembilan anggota A20 Lite berhasil membuktikan kemampuannya melalui single debut mereka "NEON".

Lagu ini berhasil masuk daftar teratas di tangga musik terkemuka Korea Selatan sejak 29 jam setelah dirilis. Hal ini membuktikan jika A2O Lite berhasil memecahkan rekor girl group rookie tercepat yang masuk Top 100 MelOn Chart sejak 2021. Sekalipun begitu, penggemar masih merasa khawatir terhadap kesembilan member grup ini, lho. Lalu, kenapa kekhawatiran penggemar ini bisa muncul?

  1. 1. Umur para member A2O Lite dianggap terlalu muda

    Potret anggota A2O Lite
    Potret anggota A2O Lite (x.com/a2o_lite)

    Anggota A2O Lite memiliki umur yang berkisar 13 hingga 17 tahun. Kondisi ini membuktikan jika semua anggota grup masih berada di bawah umur. Bahkan, ada 3 anggota yang masih berusia 13 tahun.

    Situasi ini membuat penggemar merasa khawatir dengan kehidupan mereka. Lee Soo Man sendiri memang dikenal pernah mendebutkan beberapa artisnya di usia yang sangat muda, seperti Taemin, Krystal, Sulli, maupun ketujuh anggota NCT Dream.

    Sayangnya, penggemar juga sadar jika beberapa dari mereka mengalami situasi sulit di kehidupan sehari-hari. Apalagi, ketiga anggota A2O Lite ini debut di usia yang lebih muda daripada seniornya.

  2. 2. Tekanan kerja yang cukup berat sebagai idol KPop

    A2O LITE di The Show (x.com/theshow_offcl)
    A2O LITE di The Show (x.com/theshow_offcl)

    Menjadi seorang idol KPop memang bisa jadi impian banyak orang. Sayangnya, aktivitas pekerjaan mereka ini juga cukup sulit untuk dihadapi. Beberapa idol bahkan pernah menyebutkan jika mereka lebih banyak menghabiskan waktu tidur di mobil ketika masa promosi.

    Selain itu, aktivitas fisik juga cukup mengkhawatirkan. Mereka bisa saja mengalami cedera serius di masa pertumbuhan ini. Gak hanya itu, menari berlebihan juga membuat tubuh menjadi lebih stres. Penggemar cukup khawatir dengan kondisi anggota A2O Lite yang umumnya masih menghabiskan waktu untuk belajar. 

    Mereka juga takut anak-anak ini gak punya kebebasan untuk menuntut ilmu di tengah kesibukan kerja. Apalagi  A2O Lite berhasil menjadi grup baru yang patut diperhitungkan di industri hiburan Korea Selatan.

  3. 3. Budaya fandom yang dinilai semakin gak sehat

    A2O LITE
    A2O LITE (instagram.com/a2o.lite)

    Budaya fandom ini memang bukan hal baru lagi bagi penggemar Kpop. Semua idol pasti pernah mengalami dan menghadapi berbagai kritik serta masukan dari penggemar. Sayangnya, masalah ini cukup mengkhawatirkan jika dihadapi oleh para anggota di bawah umur.

    Salah satu buktinya adalah kontroversi yang menyangkut keluarga anggota termuda A2O Lite, Aijing. Dia mendapatkan kritikan cukup keras dari kolega bisnis orangtuanya karena dianggap sebagai pelaku penggelapan dana bisnis pendidikan. Sebagai salah satu anggota yang jadi sorotan, Aijing harus menghadapi kontroversi keluarganya di masa penting dalam hidupnya ini.

    Dilansir dari The Korean Herald, Lee Soo Man mengaku bahwa idol memang harus debut di usia yang sangat muda, 13 hingga 15 tahun. Dia berpendapat bahwa para idol ini akan mengalami perkembangan di usia 16 hingga 18 tahun. Pendapat ini ditambahi oleh kritikus budaya Kim Heon Sik yang menganggap langkah ini akan memberi perusahaan waktu untuk menguatkan teknik, penampilan, dan penguasaan panggung pada idol.

    Sekalipun dari skala bisnis cukup memuaskan, penggemar juga berharap perusahaan akan memperhatikan kondisi artis mereka ini. Mereka berharap perusahaan bisa meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan pada artis. Bagaimana menurutmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More