Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Kesulitan Sunggyu sebagai Leader INFINITE, Penuh Perjuangan
Sunggyu INFINITE (instagram.com/infinitecompany_official)
  • Sunggyu mengaku sulit santai saat memimpin INFINITE karena fokus mencegah kesalahan, hingga menyesal tidak lebih menikmati kebersamaan dengan para anggota.
  • Pada masa awal INFINITE belum populer dan kesulitan menghasilkan uang, Sunggyu kerap menyalahkan dirinya sendiri atas pencapaian grup yang belum sesuai harapan.
  • Ia sering meragukan kelayakannya sebagai pemimpin dan berhati-hati agar tidak merugikan grup, tetapi tetap menjalankan tanggung jawabnya dengan dukungan anggota INFINITE.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjadi leader bukanlah tugas yang mudah bagi Sunggyu INFINITE. Ia telah melalui begitu banyak rintangan dan kekhawatiran dalam mengemban perannya itu. Namun, ia tetap mengusahakan yang terbaik untuk grupnya.

Sebagai seorang leader, Sunggyu telah mengalami deretan kekhawatiran berikut ini. Walaupun begitu, dia tidak menganggap perannya itu membebaninya. Ia justru tetap menjalani tugasnya sebagai leader dengan sepenuh hati. Yuk, simak!

1. Sulit bersikap santai karena harus menjaga grupnya

Sunggyu INFINITE (instagram.com/infinitecompany_official)

Dalam wawancara dengan The Star pada 2020, Sunggyu mengaku merindukan member INFINITE saat kesepian dalam promosi solonya. Sebab, ia tak punya teman bicara di ruang tunggu. Ia jadi ingat betapa rekan grupnya bisa membuat suasana jadi ramai dengan saling menggoda dan mengejek.

Sunggyu juga menyesal karena tidak menikmati momen-momen bersama grupnya. Sebab, pada masa itu, dia terobsesi untuk tidak membuat kesalahan. Tanggung jawab sebagai leader juga membuatnya tak sepenuhnya menikmati momen itu. Di masa depan, ia ingin memberi dirinya lebih banyak ruang untuk bersantai.

2. Sering menyalahkan diri sendiri saat grupnya tak populer

Sunggyu INFINITE (instagram.com/infinitecompany_official)

Sunggyu mengaku menyalahkan dirinya sendiri atas kurangnya kesuksesan INFINITE di program Insolent Housemates pada 2018. Ia menyadari album pertama dan kedua grupnya tak sesukses yang mereka harapkan. Mereka sampai kesusahan menghasilkan uang.

Mereka baru populer usai merilis “Be Mine”. Hal itulah yang membuat Sunggyu sering mengira dirinya telah membuat kesalahan, sehingga sulit mencapai kesuksesan. Temannya pun menyatakan, “Ada banyak sekali momen saat dia berpikir semuanya adalah salahnya, bahkan ketika itu tidak benar.”

3. Khawatir dirinya tak pantas jadi leader yang dipercaya

Sunggyu INFINITE (instagram.com/sungkyu.official)

Dalam sebuah wawancara pada 2011, Dongwoo menanyakan hal tersulit bagi Sunggyu sebagai leader. Sunggyu pun mengatakan, ia susah menghadapi konflik batin dengan dirinya sendiri. Ia sering khawatir apakah dirinya cukup baik untuk dipercaya dan diikuti oleh rekan grupnya.

Biasanya, Sunggyu berjuang melawan kekhawatiran itu. Namun, ia pun berusaha keras untuk memenuhi tanggung jawabnya sebagai leader. Dongwoo sampai mengatakan, “Sunggyu Hyung, keren sekali! Hormat sepenuhnya! Karena kami punya pemimpin Sunggyu, kami bisa menjadi INFINITE.”

4. Selalu berhati-hati agar tak merugikan grupnya

Sunggyu Infinite (instagram.com/sungkyu.official)

Sunggyu ditanyai apakah perannya sebagai leader itu memberatkan dalam wawancara dengan IZE pada 2014. Ia mengatakan, menjadi leader tidak membebani. Ia hanya berusaha keras dalam segala hal dan mencoba tidak melakukan kesalahan yang bisa merugikan rekan grupnya.

Sunggyu juga merasa tidak punya tujuan untuk jadi pemimpin dengan kriteria tertentu dan cenderung mengikuti arus. Ia juga menyadari, dirinya mudah mengomel pada rekan grupnya sebagai member tertua. Ia pun sempat mengira rekan grupnya mungkin tidak menyukainya pada masa awal debut mereka.

Selain itu, ketika menghadapi kelelahan, Sunggyu bukan tipe orang yang akan menutupinya sendirian. Ia akan mengatakan soal rasa lelahnya. Ia menganggap kelelahan itu sebagai hal manusiawi. Hanya saja, ia juga menyadari bahwa semua orang juga lelah menghadapi banyak hal, jadi dia tidak sampai menceritakan semuanya pada rekan grupnya.

Sunggyu sendiri merasakan begitu banyak kesulitan sebagai leader bagi INFINITE. Tentu saja, rekan grupnya pun selalu mengapresiasi kerja kerasnya untuk mereka. Tak heran, jika Sunggyu pun siap menghadapi berbagai hal demi grupnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article