Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Lagu Penyanyi Korea Tentang Validasi Lelah Mental, Ada 'NORMAL' BTS

7 Lagu Penyanyi Korea Tentang Validasi Lelah Mental, Ada 'NORMAL' BTS
BTS (x.com/bts_bighit)
Share Article

Hidup di dunia yang serba cepat dan penuh dengan standar tinggi sering kali membuat kita kehabisan napas. Tuntutan untuk selalu tampil kuat, produktif, dan sempurna di mata masyarakat pada akhirnya bisa memicu krisis identitas dan burnout yang parah.

Di balik gemerlap dunia KPop dengan koreografi enerjik dan musik yang ceria, terdapat sisi lain yang sangat manusiawi dan mendalam. Banyak artis yang menuangkan pengalaman dan kelelahan mental mereka ke dalam karya dan bisa menjadi pelukan hangat bagi pendengarnya. Jika kamu sedang merasa lelah, hampa, atau sekadar butuh jeda dari kerasnya hidup, berikut lagu KPop yang cocok untuk memvalidasi kelelahan mentalmu.

1. BTS – "NORMAL"

Sebagai pembuka, "NORMAL" milik BTS adalah representasi nyata dari krisis ekspektasi. Menyoroti bagaimana beratnya memikul kebenaran identitas melalui lirik "heavy's the head when you chasin' true", lagu ini menangkap kesulitan seseorang untuk menjadi diri sendiri di tengah tuntutan untuk selalu tampil wajar atau normal di mata masyarakat.

Lebih dalam lagi, metafora kerosin (bahan bakar reaktif) dan dopamin (hormon bahagia) digunakan untuk menggambarkan kontras ekstrem antara gemerlapnya dunia luar dengan rasa hampa saat kembali ke kesunyian. Pesan paling menyentuh terletak pada lirik "wish I had a minute just to turn me off", sebuah keinginan tulus untuk sekadar mematikan diri sejenak dari segala kelelahan mental.

2. DAY6 – "Zombie"

Pernahkah kamu merasa terbangun setiap hari hanya untuk mengulangi rutinitas yang sama tanpa makna? DAY6 menangkap perasaan itu dengan sempurna melalui "Zombie". Lagu ini mewakili mereka yang kehilangan arah dan motivasi, menjalani hidup bagaikan tubuh tanpa jiwa karena tuntutan pekerjaan dan rutinitas yang mencekik. Liriknya memvalidasi bahwa merasa mati rasa di tengah kerasnya hidup adalah fase yang wajar dialami banyak orang.

3. Lee Hi – "BREATHE"

Ditulis oleh mendiang Jonghyun SHINee, "Breathe" yang dinyanyikan Lee Hi adalah sebuah mahakarya yang berfungsi sebagai ruang aman bagi mereka yang sedang kehabisan napas menghadapi realitas. Lagu ini tidak menuntut pendengarnya untuk segera bangkit, melainkan memberikan izin untuk menghela napas panjang, membuat kesalahan, dan menangis. Pesan utamanya sangat kuat, tidak apa-apa jika kamu merasa lelah, kamu sudah melakukan yang terbaik.

4. SEVENTEEN – "Kidult"

Masyarakat sering kali memaksa kita untuk cepat menjadi dewasa, tampil rasional, kuat, dan tanpa cela. Melalui "Kidult" atau kid-adult, SEVENTEEN menyuarakan krisis identitas yang dialami orang dewasa. Mereka menyoroti bahwa di dalam diri orang dewasa yang tampak tegar sekalipun, masih ada sisi anak-anak yang rapuh, penuh ketakutan, dan membutuhkan perlindungan. Lagu ini memvalidasi bahwa menjadi dewasa bukan berarti kehilangan hak untuk merasa takut atau sedih.

5. Jonghyun – "End of a Day"

Jika kamu baru saja pulang setelah hari yang sangat panjang, melelahkan, dan menguras emosi, lagu ini adalah penutup yang tepat. "End of a Day" menangkap kesunyian malam di mana seseorang tidak membutuhkan nasihat atau kritik, melainkan hanya butuh diakui usahanya. Lagu ini merepresentasikan pelukan virtual yang berbisik bahwa kamu sudah bertahan dan bekerja sangat keras hari ini.

6. Stray Kids – "SLUMP"

Kelelahan mental sering kali berakar dari tekanan pekerjaan dan ketakutan akan tertinggal dari orang lain. "Slump" dari Stray Kids bercerita tentang fase demotivasi yang sangat parah, di mana rasa cemas, ragu pada diri sendiri, dan tembok ekspektasi terasa terlalu tinggi untuk dilompati. Bagi kamu yang sedang merasa pencapaianmu belum cukup atau sedang berada di titik terendah (slump), lagu ini adalah validasi bahwa perjalanan setiap orang memiliki hambatannya masing-masing.

7. IU – "Celebrity"

Meskipun berjudul "Celebrity", lagu ini sebenarnya ditujukan untuk orang-orang biasa yang sering merasa berbeda atau diasingkan karena tidak sesuai dengan standar masyarakat yang kaku. Merasa lelah karena terus-menerus mencoba menyesuaikan diri atau fitting in adalah beban tersendiri. IU mengingatkan bahwa segala kekurangan, keunikan, dan hal-hal yang membuatmu merasa terasingkan justru adalah sesuatu yang membuatmu berharga layaknya seorang selebritas di ceritamu sendiri.

Mendengarkan lagu-lagu di atas mungkin tidak langsung menyelesaikan masalah yang ada di hadapanmu. Namun, mengetahui bahwa kamu tidak sendirian dalam merasakan kelelahan, kehampaan, dan krisis identitas sering kali sudah lebih dari cukup untuk memberikan sedikit kekuatan agar bisa bertahan satu hari lagi. Beristirahatlah sejenak, karena kamu berhak untuk sekadar dinonaktifkan saat dunia terasa terlalu berat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More