Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Rekomendasi Buku Favorit Keonho CORTIS, COER Wajib Baca!

5 Rekomendasi Buku Favorit Keonho CORTIS, COER Wajib Baca!
Keonho CORTIS (instagram.com/cortis)
Intinya Sih
  • Ahn Keonho CORTIS dikenal gemar membaca di sela jadwal padat dan mengeksplorasi beragam genre, dari filsafat, memoar, hingga novel.
  • Lima buku favoritnya mencakup Übermensch, Letters to Yves, Norwegian Wood, The Creative Act: A Way of Being, dan Demian.
  • Pilihan bacaan Keonho membahas pencarian makna, kehilangan, cinta, kreativitas, serta perjalanan menemukan jati diri; ia juga memiliki kebiasaan journaling.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bagi COER, penggemar CORTIS, Ahn Keonho dikenal sebagai maknae yang dekat dengan dunia sastra. Di samping jadwalnya yang padat, idol kelahiran tahun 2009 itu konsisten membaca buku saat memiliki waktu senggang.

Meskipun masih belia, ia gak ragu mengeksplorasi variasi genre. Penasaran buku apa saja yang pernah dibacanya? Yuk, simak rekomendasi bacaan Keonho CORTIS yang wajib masuk wishlist kamu. Check it out!

1. Übermensch karya Friedrich Nietzsche

cover buku Übermensch karya Friedrich Nietzsche
cover buku Übermensch karya Friedrich Nietzsche (dok. Hehehe)

Dalam salah satu konten yang diunggah di kanal YouTube resmi CORTIS, Keonho terlihat sedang membaca buku bertajuk Übermensch. Buku ini mengangkat gagasan filosofis Friedrich Nietzsche tentang tujuan tertinggi dari manusia yang berani melampaui dirinya sendiri untuk menemukan makna hidup sejati.

Melalui konsep ini, Nietzsche memaparkan jawaban atas krisis moral dan spiritual yang dialami manusia. Ketimbang hanya mengejar kebahagiaan sebagai tujuan utama, buku ini mengajak pembaca merangkul rasa sakit dan penderitaan sebagai prasyarat untuk terus tumbuh menjadi versi terbaik dari diri sendiri tanpa terus terpaku pada batasan yang ada.

2. Letters to Yves karya Pierre Bergé

cover buku Letters to Yves karya Pierre Bergé
cover buku Letters to Yves karya Pierre Bergé (dok. Franz)

Ahn Keonho juga menjadikan Letters to Yves sebagai rekomendasi bacaan favoritnya. Terbit pada tahun 2010 dalam bahasa Prancis, memoar berupa kumpulan surat ini ditulis Pierre Bergé sebagai caranya mengatasi rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian Yves Saint Laurent.

Melalui rangkaian surat yang penuh kehangatan dan kerinduan tersebut, Bergé mengenang perjalanan cinta, pahit manis kehidupan, serta karya-karya yang ditinggalkan Yves. Penerbitan ulang versi bahasa Inggris hasil terjemahan José Abete dirilis pada tahun 2015.

3. Norwegian Wood karya Haruki Murakami

cover buku Norwegian Wood karya Haruki Murakami
cover buku Norwegian Wood karya Haruki Murakami (dok. Kodansha)

Rekomendasi buku bacaan Keonho berikutnya adalah Norwegian Wood. Maknae CORTIS itu terlihat membaca novel karya Haruki Murakami tersebut dalam perjalanannya menuju Jakarta.

Norwegian Wood mengisahkan Toru Watanabe yang teringat kembali masa mudanya di Tokyo pada akhir 1960-an, saat mendengar lagu "Norwegian Wood" milik The Beatles. Ceritanya berputar pada kisah cinta rumit antara Toru dengan dua perempuan yang memiliki kepribadian berbeda. Di tengah kehilangan dan pergulatan batin, ia berusaha memahami arti kesedihan, harapan, serta menemukan fase pendewasaan.

4. The Creative Act: A Way of Being karya Rick Rubin

cover buku The Creative Act: A Way of Being karya Rick Rubin
cover buku The Creative Act: A Way of Being karya Rick Rubin (dok. Cocoon Books)

The Creative Act: A Way of Being karya produser musik legendaris, Rick Rubin, pertama kali terbit pada 17 Januari 2023. Buku ini berisi pemahaman bahwa kreativitas bukanlah bakat khusus yang hanya dimiliki segelintir orang, melainkan sebuah kebebasan dalam mengamati dan menjalani hidup.

Rubin menekankan bahwa tugas seorang seniman adalah mengasah kepekaan diri agar mampu menangkap ide-ide yang ada di sekitar dengan pikiran terbuka. Melalui buku ini, pembaca juga diajak menikmati keberanian dalam mengekspresikan diri sebagai bagian dari proses menghasilkan sebuah karya.

5. Demian karya Hermann Hesse

cover buku Demian karya Hermann Hesse
cover buku Demian karya Hermann Hesse (dok. Minumsa Publishing Group)

Keonho sempat berbagi buku bacaan berjudul Demian bersama rekan segrupnya, Juhoon. Karya yang ditulis oleh sastrawan Jerman Hermann Hesse ini merupakan novel coming-of-age yang mengeksplorasi perjalanan Emil Sinclair dalam mencari jati diri.

Sebagai anak lelaki yang hidup di keluarga terpelajar dan religius, Emil mengalami pergolakan batin semasa kecil hingga remaja. Dia kemudian berteman dengan seorang pemuda misterius bernama Max Demian. Kehidupannya pun mulai berubah setelah mengenal sosok Demian.

Kecintaan Keonho terhadap literasi ternyata tak terbatas pada membaca buku. Di luar aktivitasnya sebagai idol, ia juga suka melakukan journaling. Lewat kebiasaannya ini, gak heran jika Keonho tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kreativitas dan apresiasi tinggi terhadap seni. Nah, dari kelima judul buku di atas, ada yang langsung masuk daftar bacaanmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More