Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Review Album ARIRANG - BTS: Lebih Matang, tapi Gak Autoklik Sekali Dengar?

Review Album ARIRANG - BTS: Lebih Matang, tapi Gak Autoklik Sekali Dengar?
review album ARIRANG BTS (Instagram.com/bts.bighitofficial)
Intinya Sih
  • BTS merilis album terbaru berjudul ARIRANG setelah 4 tahun hiatus, menandai fase baru dengan 14 lagu yang menampilkan sisi lebih dewasa dan reflektif.

  • Album ini mengeksplorasi akar budaya Korea melalui melodi dan nuansa emosional yang kuat, menghadirkan warna baru dalam musik BTS yang lebih kompleks dan berani.

  • Penggunaan bahasa Inggris dalam beberapa lagu memicu pro dan kontra di kalangan penggemar, antara apresiasi globalisasi dan keinginan mempertahankan nuansa tradisional Korea.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Setelah penantian yang cukup panjang, BTS akhirnya kembali dengan album terbaru bertajuk ARIRANG. Comeback ini menandai fase baru dalam perjalanan musik boy group di bawah naungan BIGHIT MUSIC tersebut setelah hampir 4 tahun hiatus dan semua member menyelesaikan wajib militer mereka.

Terdiri dari 14 lagu, dengan “SWIM” sebagai track utama, ARIRANG menampilkan sisi BTS yang lebih dewasa, reflektif, bahkan berani mengeksplorasi akar budaya, sesuai judulnya.

Sebagai sebuah karya, apalagi dari boy group yang memiliki basis penggemar global sebesar BTS, tentu ARIRANG tak lepas dari beragam respons dan penilaian dari para pendengarnya. Bahkan, di berbagai platform media sosial, album ini langsung trending sejak resmi dirilis pada Jumat (20/3/2026).

Sebagian ARMY mengaku langsung jatuh hati saat mendengar lagu-lagu di album ARIRANG, terutama “SWIM” yang menjadi jagoan, tapi tak sedikit juga yang mengaku butuh waktu untuk benar-benar bisa “klik” dengan lagu-lagu di album ini. Lantas, apakah ARIRANG layak disebut sebagai salah satu rilisan terbaik BTS? Yuk, mari kita bahas!

1. Album yang butuh waktu untuk bikin jatuh hati

review album ARIRANG BTS
review album ARIRANG BTS (Instagram.com/bts.bighitofficial)

Sebagai seseorang yang juga menggemari lagu-lagu BTS, saya cukup memahami jika ada yang merasa lagu-lagu di album ini kurang nendang. Namun, bukan berarti seluruh lagu di dalamnya kehilangan daya tarik.

Cukup berbeda dari karya-karya BTS sebelumnya yang cenderung langsung terasa catchy saat didengar, pesona ARIRANG justru tidak muncul secara instan. Beberapa lagu di album ini memang awalnya terasa kurang mengesankan saat pertama kali didengar, tetapi setelah didengarkan berulang kali malah semakin terasa kuat dan membekas. Hal ini saya rasakan saat mendengarkan lagu “Body to Body” yang awalnya terdengar kurang pas di telinga, tapi kemudian menjadi favorit saya setelah “SWIM”. Ada yang sama?

Sebenarnya, hal tersebut pun diakui oleh Kim Seok Jin. Dalam wawancara eksklusif bersama Yonhap News Agency, member tertua BTS tersebut menyebut bahwa lagu-lagu di album ini memang tidak langsung memikat sejak pertama kali didengar, tetapi justru semakin sulit dilupakan setelah diputar berulang kali.

“Ini bukan lagu yang langsung memikat sejak pertama kali didengar, tetapi semakin sering kalian mendengarnya, semakin sulit untuk melupakannya,” kata Jin, Jumat (20/3/2026)

2. Eksplorasi budaya yang beri warna baru

review album ARIRANG BTS
review album ARIRANG BTS (Instagram.com/bts.bighitofficial)

Menurut saya, lagu-lagu di album terbaru BTS ini juga terasa sangat berbeda dari rilisan mereka sebelumnya. Sejumlah lagu menghadirkan struktur musik yang lebih kompleks sehingga saya secara pribadi perlu waktu untuk beradaptasi.

Namun, jika kembali ke konsep yang diusung, ARIRANG memang sejak awal sudah menawarkan pendekatan yang berbeda. Judulnya yang terinspirasi dari lagu tradisional Korea menjadi petunjuk kuat bahwa album ini mengeksplorasi unsur budaya yang lebih kental, baik dari sisi melodi, nuansa emosional, hingga sentuhan musikal yang berakar pada tradisi.

Jadi, bukan sekadar lagu-lagu yang langsung nempel di telinga. ARIRANG justru memberi warna baru bagi musik BTS lewat eksplorasi budaya Korea yang lebih dalam sekaligus menghadirkan emosi yang lebih dewasa dan reflektif. Oleh karena itu, gak heran jika banyak ARMY yang mengapresiasi keberanian BTS dalam mengangkat jati diri budaya mereka dengan cara yang berbeda.

3. Penggunaan bahasa Inggris yang menuai pro dan kontra

review album ARIRANG BTS
review album ARIRANG BTS (Instagram.com/bts.bighitofficial)

Saat ini, lagu-lagu ARIRANG juga sedang ramai dibicarakan, bahkan menuai kritik, karena liriknya menggunakan bahasa Inggris. Padahal, dengan konsep yang kental akan budaya Korea, banyak penggemar yang berharap penggunaan bahasa Korea bisa lebih dominan agar nuansa tradisionalnya terasa semakin kuat.

Kritik tersebut sebenarnya sangat wajar. BTS selama ini berada di posisi yang menarik. Meski dikenal sebagai artis global, mereka juga membawa identitas lokal. Namun, penggunaan bahasa Inggris bisa dilihat sebagai upaya untuk menjangkau audiens internasional, sementara eksplorasi budaya Korea tetap menjadi inti konsep album.

Jadi, jika ditanya apakah ARIRANG layak disebut sebagai salah satu rilisan terbaik BTS, jawabannya tentu kembali pada selera masing-masing pendengar. Namun, saya sendiri merasa ARIRANG gak bisa dibandingkan dengan rilisan sebelumnya karena dari segi konsep, album ini membawa pendekatan yang berbeda.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zahrotustianah
EditorZahrotustianah
Follow Us