Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rilis EP LAST PAGE, SHAUN Ungkap Alasan Kembali ke Akar Musik Rock

Rilis EP LAST PAGE, SHAUN Ungkap Alasan Kembali ke Akar Musik Rock
pemotretan SHAUN untuk EP LAST PAGE (dok. SHAUN)
Intinya Sih
  • SHAUN merilis EP kedelapan berjudul LAST PAGE pada 30 April 2026, menandai kembalinya ia ke akar musik rock setelah sebelumnya dikenal dengan gaya electronic-pop.
  • Lagu 'Diary' dalam EP ini menjadi karya paling personal bagi SHAUN, memerlukan waktu tiga tahun untuk diselesaikan karena menggambarkan refleksi pribadinya tentang waktu dan pertumbuhan.
  • Judul LAST PAGE melambangkan akhir dari satu bab perjalanan musik SHAUN sekaligus awal baru, seperti menutup buku lama untuk membuka kisah berikutnya tanpa makna yang suram.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Penyanyi asal Korea Selatan, SHAUN, bawa kabar gembira di tahun 2026 ini. Pada 30 April lalu, ia baru saja merilis EP baru bertajuk LAST PAGE yang menjadikannya EP ke-8 dari total yang pernah ia rilis.

Setelah sukses membawakan suara-suara electronic-pop dalam lagu-lagu solonya, SHAUN kali ini mencoba untuk kembali ke akar musiknya yaitu Rock, musik yang sering ia bawakan dengan band The Koxx sebelum debut solo pada 2014.

Saat menceritakan proses kreatif di balik layar pembuatan EP LAST PAGE kepada IDN Times, SHAUN sempat spill alasan utama akhirnya usung genre rock untuk proyek solonya ini.

1. Lewat musik rock, SHAUN berharap kembali menjadi dirinya yang sesungguhnya

Seorang pria berpose sambil memegang gitar listrik hitam di depan latar belakang biru dengan pencahayaan artistik.
pemotretan SHAUN untuk EP LAST PAGE (dok. SHAUN)

Bagi yang baru mengikuti kiprah SHAUN sebagai penyanyi solo, mungkin agak heran kalau pria pemilik nama asli Kim Yun Ho ini menghadirkan nuansa musik rock di EP terbarunya. Namun, musik rock justru merupakan akar dan sisi yang paling mendasar dari gaya bermusiknya.

Sebelum debut jadi solois, SHAUN sebelumnya menjalani karier bersama band rock The Koxx sebagai keyboardist. Maka dari itu menurutnya, bukan hal baru jika ia mengusung elemen-elemen musik rock di EP terbarunya kali ini.

"Arah musik yang berakar dari rock dan bukan bukan sisi baru dari diri saya. Ini justru sisi saya yang paling mendasar. Saya sudah bergabung di band sebelum menjadi solois. EP ini tercipta sebagai gambaran dari diri saya yang sesungguhnya," ujar SHAUN dalam wawancara bersama IDN Times, Rabu (10/6/2026).

2. Diary jadi salah satu lagu yang paling personal, butuh waktu 3 tahun untuk menyelesaikannya

Seorang pria berambut pendek mengenakan jaket putih dan kalung emas berpose dengan mata tertutup dalam pemotretan bergaya minimalis.
pemotretan SHAUN untuk EP LAST PAGE (dok. SHAUN)

Selama kariernya sebagai penyanyi, SHAUN telah merilis total delapan EP yang terdiri dari tujuh EP Korea dan satu EP Jepang. Dari perjalanan itu, SHAUN menyebut kalau LAST PAGE ini merupakan EP yang paling personal buat dia. Terlebih, ada satu lagu berjudul "Diary" di EP LAST PAGE ini, yang memakan waktu sampai tiga tahun baru bisa diselesaikan.

Banyak hal yang dipikirkan oleh SHAUN sebelum bisa menyelesaikan dan merilis lagu "Diary" ini. Dia bahkan sempat berpikir kalau lagu tersebut tidak usah dirilis saja.

"Saya butuh hampir tiga tahun untuk menyelesaikannya. Saya harus kembali, menulis ulang, dan mempertanyakan apakah lagu ini seharusnya dirilis atau tidak. Lagu ini adalah tentang pikiran-pikiran pribadi saya tentang waktu yang terus berlalu, tentang pertumbuhan yang tidak kamu sadari sampai akhirnya kamu melihat ke belakang," ungkapnya.

3. Makna judul LAST PAGE bagi SHAUN pribadi

Sebuah buku catatan kulit berwarna gelap dengan spiral emas dan pena kayu diletakkan di lantai kayu yang diterangi cahaya hangat.
artwork EP LAST PAGE - SHAUN (dok. SHAUN)

Jika dilihat dari judulnya sekilas, LAST PAGE ini punya makna yang sedikit agak bikin khawatir. Jika SHAUN belum menceritakan makna di baliknya, orang awam mungkin bakal berpikir ini adalah EP yang jadi lembaran terakhir bagi SHAUN, yang tentunya kita gak pengin itu terjadi, ya.

Namun, SHAUN justru punya perspektif berbeda tentang makna dari judul EP-nya ini. Menurutnya, ide ini muncul setelah ia mendengarkan seluruh lima lagu yang jadi bagian EP LAST PAGE tersebut. Lalu, ia merasa seperti habis membaca halaman terakhir sebuah buku namun bukan dalam artian yang negatif. Sebab, setelah menamatkan buku itu, SHAUN siap untuk lanjut ke buku berikutnya.

"LAST PAGE sebenarnya memiliki dua makna sekaligus, 'halaman sebelumnya' dan 'halaman terakhir'. Judul ini muncul dari perasaan saya ketika mendengarkan lagu secara berurutan untuk pertama kalinya. Rasanya seperti menyelesaikan sebuah buku, tapi bukan dalam artian yang menyedihkan," ungkap SHAUN.

Kelima lagu di EP LAST PAGE bisa didengarkan di platform streaming musik favoritmu.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Indra Zakaria
EditorIndra Zakaria

Related Articles

See More