Ketika ditanya IDN Times mengenai ekspektasi versus realita yang ia rasakan sebelum dan setelah debut, Nahyun mengawali jawabannya dengan mengungkap sudah ingin jadi idol sejak masih kecil. Ia sering menyaksikan aksi para seniornya di atas panggung dan merasa kagum melihat penampilan mereka.
Rookie di Industri KPop, AtHeart: Gak Cukup Punya Lagu Bagus untuk Sukses

- Nahyun menyadari setelah debut bahwa penampilan idol membutuhkan latihan besar serta dukungan banyak pekerja di balik layar.
- Bome menilai debut, lagu bagus, dan kemampuan hebat belum cukup di tengah banyaknya grup baru; ia memilih terus mengembangkan diri.
- Arin sempat tertekan karena ingin AtHeart lebih dikenal, tetapi menjadikan tekanan itu motivasi untuk berkembang dan membuktikan diri.
Jakarta, IDN Times - "... Memiliki lagu yang bagus atau kemampuan yang hebat saja tidak cukup untuk meraih kesuksesan."
Begitu jawaban Bome ketika IDN Times bertanya apa yang berbeda dari ekspektasinya sebelum debut bersama atHeart. Perasaan Bome bisa dipahami. Debut sebagai seorang idol KPop tidak serta-merta membuat namanya dengan mudah dikenal banyak orang. Setiap tahun, ada begitu banyak grup baru yang bermunculan dan perjuangan mereka justru baru dimulai sejak debut.
atHeart menjadi satu dari sekian banyak grup KPop yang debut pada 2025. Selain Bome, member lain juga mengungkap betapa sulitnya bersaing di industri tersebut. Dalam wawancara kami, atHeart memahami bahwa menjadi idol adalah tentang kerja keras, tekanan, dan kemampuan untuk bertahan.
1. Nahyun ungkap ekspektasi versus realita sebelum dan sesudah debut

potret AtHeart (dok. TITAN CONTENT) “Aku sudah ingin menjadi idol sejak masih kecil. Sebelum debut, aku selalu melihat penampilan luar biasa dari senior-seniorku dan merasa kagum,” ungkap Nahyun dengan mata berkaca-kaca.
Namun, perspektif tersebut berubah setelah ia merasakan sendiri kehidupan sebagai idol. Nahyun menyadari bahwa penampilan yang terlihat singkat di atas panggung membutuhkan latihan dan usaha yang tidak sedikit. Ia juga mulai melihat bahwa sebuah pertunjukan bukan hanya tentang idol yang tampil di depan kamera. Ada banyak orang di balik layar yang turut bekerja keras untuk menciptakan sebuah panggung yang baik. Pengalaman tersebut membuat Nahyun lebih memahami bahwa menjadi idol bukan sekadar tampil dan bernyanyi, melainkan juga menghargai proses panjang yang terjadi di balik sebuah penampilan.
“Setelah debut, aku menyadari bahwa setiap penampilan membutuhkan banyak latihan dan usaha. Aku juga belajar bahwa ada banyak orang di balik layar yang bekerja keras untuk menciptakan sebuah panggung yang bagus,” lanjutnya.
2. Bome akui debut dan memiliki lagu bagus saja tidak cukup untuk bersaing di industri KPop

potret AtHeart (dok. TITAN CONTENT) Sementara itu, member lainnya, Bome melihat persaingan sebagai salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi AtHeart sebagai grup rookie. Menurutnya, setiap tahun selalu ada grup baru yang debut dengan kemampuan dan keunikan masing-masing. Oleh karena itu, ia menyadari bahwa debut dan memiliki lagu yang bagus saja belum cukup untuk bersaing di industri KPop.
“Setiap tahun, banyak grup baru yang debut. Aku belajar bahwa hanya dengan debut, memiliki lagu yang bagus, atau kemampuan yang hebat saja tidak cukup untuk meraih kesuksesan,” kata Bome.
Namun, alih-alih takut atau minder, persaingan ketat di industri KPop justru mendorong Bome untuk terus mengembangkan diri. Ia ingin menjadi idol yang mampu memberikan sesuatu yang lebih dan memiliki daya tarik tersendiri di tengah banyaknya pendatang baru.
“Persaingannya sangat ketat, jadi aku selalu berusaha mengembangkan diri dan menjadi seseorang yang bisa lebih bersinar.”
3. Arin akui sempat tertekan setelah debut bersama AtHeart

potret AtHeart (dok. TITAN CONTENT) Di sisi lain, Arin mengaku sempat merasa tertekan setelah debut bersama AtHeart. Ia memiliki keinginan agar semakin banyak orang mengenal grupnya, namun pada kenyataannya harapan tersebut justru sering menjadi beban tersendiri untuknya.
Meski begitu, Arin tidak ingin melihat perasaan tersebut sebagai sesuatu yang negatif. Sama seperti Bome, ia memilih menjadikannya sebagai motivasi untuk terus berkembang dan menjadi lebih baik.
“Aku merasa sedikit tertekan karena ingin lebih banyak orang mengenal AtHeart. Namun, menurutku perasaan ini justru membantuku berkembang. Aku tidak ingin menganggapnya sebagai masalah. Aku ingin menjadikannya sebagai motivasi untuk terus berkembang dan menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Dari perjalanan yang mereka lalui, AtHeart pun menyadari bahwa debut bukan merupakan titik akhir, melainkan titik awal untuk terus membuktikan diri. Di tengah persaingan KPop yang semakin ketat, mereka justru belajar bahwa kesuksesan tidak cukup hanya dengan memiliki lagu bagus atau kemampuan yang mumpuni saja. Tetapi dibutuhkan pula konsistensi, kerja keras, dan kemauan untuk terus berkembang.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





![[QUIZ] Siapa Member Hearts2Hearts yang Jadi Kapten Basket di Sekolahmu?](https://image.idntimes.com/post/20260929/landscape-salinan-dari-quiz-idn-8_0276406a-311c-46d3-ba2d-b0fb9cb0b729.jpg)
















