Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
VIVIZ Gabung Agensi Baru UNCORE, Pertimbangkan Ganti Nama Grup
potret Eunha, SinB, dan Umji (dok. UNCORE)
  • Eunha, SinB, dan Umji resmi menandatangani kontrak eksklusif beberapa tahun dengan UNCORE, agensi baru yang berjanji mendukung aktivitas grup mereka secara maksimal.
  • UNCORE dan Big Planet Made belum sepakat soal penggunaan nama VIVIZ, sehingga ketiga anggota mempertimbangkan nama grup baru sambil membuka peluang melanjutkan diskusi.
  • VIVIZ meninggalkan Big Planet Made setelah menuding masalah pembayaran dan manajemen; pengadilan menangguhkan kontrak serta menyebut tiap anggota berhak atas lebih dari 100 juta won.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

VIVIZ akhirnya mengumumkan rumah baru mereka, nih. Baru-baru ini, Eunha, SinB, dan Umji resmi bergabung dengan UNCORE, yang didirikan oleh SLL (Studio LuluLala), yang adalah bagian dari Joongang Group (Central Group) dan bekerja sama dengan YG PLUS.

Namun, bersamaan dengan kabar tersebut, VIVIZ juga berencana untuk mengganti nama grup. Keputusan ini dipertimbangkan setelah gagalnya kesepakatan antara UNCORE dan agensi lama, Big Planet Made, soal penggunaan nama "VIVIZ." Berikut ini lengkapnya.

Sumber:

https://www.starnewskorea.com/en/music/2026/10/05/2026100509034738549#_enliple

1. VIVIZ gabung agensi baru UNCORE

potret Eunha, SinB, dan Umji (dok. UNCORE)

VIVIZ tengah bersiap untuk kembali mempertegas posisi mereka di industri musik. Pada Senin (5/10/2026), Eunha, SinB, dan Umji resmi menjalin kerja sama baru dengan UNCORE setelah meninggalkan Big Planet Made. Agensi baru VIVIZ tersebut juga merupakan "rumah" bagi CLOSE YOUR EYES, grup jebolan survival show JTBC, Project 7.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis, UNCORE menegaskan akan bertanggung jawab penuh atas kelanjutan aktivitas grup Eunha, SinB, dan Umji yang sebelumnya telah aktif sebagai GFriend maupun VIVIZ. Bahkan, kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan dan menandatangani kontrak eksklusif untuk beberapa tahun ke depan.

"Kami telah menandatangani kontrak eksklusif dengan Eunha, SinB, dan Umji. Sejak debut mereka pada 2015, ketiga anggota telah lama bersama, menunjukkan kemampuan unik melalui kerja sama tim yang kuat dan beragam aktivitas. Kami berencana untuk mendukung mereka secara maksimal dalam berbagai aspek agar mereka dapat terus aktif tampil sebagai sebuah grup di masa mendatang," bunyi pernyataan UNCORE.

2. VIVIZ pertimbangkan ganti nama grup

potret Eunha, SinB, dan Umji (dok. UNCORE)

Namun, di tengah kabar bahagia tersebut, Eunha, SinB, dan Umji ternyata masih memperebutkan nama "VIVIZ" dengan agensi lama, Big Planet Made. Karena diskusi terakhir tidak mencapai kesepakatan, ketiganya kini mempertimbangkan untuk mengganti nama grup.

"Kami telah berdiskusi dengan agensi sebelumnya mengenai penggunaan nama grup yang ada, tetapi kami belum mencapai kesepakatan akhir karena perbedaan pendapat tentang persyaratan yang diusulkan. Mengingat dimulainya kembali aktivitas ketiga anggota dengan cepat dan stabil sebagai prioritas utama kami, kami juga mempertimbangkan aktivitas di bawah nama grup baru," jelas agensi baru Eunha, SinB, dan Umji.

Dalam pernyataan tersebut, UNCORE mengatakan nama grup baru Eunha SinB, dan Umji akan diumumkan segera setelah ditentukan. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan diskusi dengan Big Planet Made akan dilanjutkan untuk mempertahankan nama "VIVIZ."

3. VIVIZ tinggalkan Big Planet Made setelah kehilangan kepercayaan

potret Eunha, SinB, dan Umji (dok. UNCORE)

Pada 4 Maret 2026 lalu, VIVIZ mengajukan pemutusan kerja sama dengan Big Planet Made. Agensi dinilai gagal membayar hak keuangan artis dan kurang memberikan dukungan manajemen, sehingga Eunha, SinB, dan Umji kehilangan kepercayaan. Sejak saat itu, kedua belah pihak terlibat perseteruan hukum terkait keabsahan kontrak tersebut.

Beberapa bulan kemudian, Divisi Sipil 50 Pengadilan Distrik Pusat Seoul akhirnya mengabulkan permohonan perintah pengadilan yang diajukan oleh VIVIZ. Putusan yang dipimpin oleh Hakim Lee Sang Hoon itu pun resmi menangguhkan berlakunya kontrak eksklusif ketiga anggota dengan Big Planet Made.

Menurut keputusan pengadilan, salah satu faktor kunci di balik putusan tersebut adalah kegagalan Big Planet Made untuk membayar biaya penyelesaian yang terutang kepada VIVIZ. Pengadilan menetapkan, setiap anggota berhak menerima lebih dari 100 juta won atau sekitar Rp1,3 miliar dalam bentuk biaya penyelesaian yang belum dibayar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article