4 Tips Ungkapkan Ketidaksetujuan Pendapat saat Rapat biar Makin Bijak

- Berikan apresiasi dan validasi emosional terlebih dahulu sebagai bentuk respect.
- Mainkan sudut pandang yang berbeda dan ajak untuk memecahkan benang merah bersama.
- Ajukan pertanyaan lanjutan untuk membuka ruang diskusi.
Tahun baru harus dimulai dengan kemampuan dan energi baru yang lebih baik. Salah satunya, kemampuan berkomunikasi yang selalu menjadi dasar paling penting untuk bisa survive dan terus bersinar di dunia profesional. Di setiap lingkungan baru, terdapat banyak karakter unik manusia yang perlu dipahami agar bisa bekerjasama. Terlebih lagi, dunia kerja memiliki berbagai lika-liku yang perlu disikapi dengan bijak.
Salah satu yang sering terjadi, yakni ketika terjadi perbedaan pendapat dengan rekan kerja dalam sebuah rapat. Kamu merasa tidak setuju dan ingin menolak pendapatnya, tetapi bingung bagaimana caranya. Untuk menyikapi hal ini, diperlukan kemampuan berkomunikasi yang baik. Berikut adalah empat tips ungkapkan ketidaksetujuan pendapat saat rapat biar lebih bijak dan tanpa menyinggung rekan kerja.
1. Berikan apresiasi dan validasi emosional terlebih dahulu sebagai bentuk respect

Sebelum memberikan masukan atau arahan lebih lanjut, selalu awali dengan menjadi pendengar yang aktif. Sebisa mungkin, jangan biarkan rekan kerja merasakan diskriminasi di awal saat dia mengutarakan pendapatnya. Dengarkan dahulu, berikan apresiasi, dan validasi emosi yang dirasakannya.
Contoh kalimat yang bisa kamu ucapkan: "Wow, idemu sangat menarik. Aku paham kenapa kamu bisa berpikir ke arah sana karena belakangan ini dunia lagi membicarakan hal itu. Terima kasih ya buat pendapatnya. Aku simpan dulu".
Ucapan tersebut dapat membuat orang merasa dihargai dan berpotensi untuk menghargai pendapatmu juga. Jika cara ini sudah berhasil kamu terapkan, maka siap-siap untuk menyimak cara kedua sebagai lanjutan.
2. Mainkan sudut pandang yang berbeda dan ajak untuk memecahkan benang merah bersama

Bekerja dengan banyak orang secara tidak langsung akan melatihmu untuk memahami sesuatu dari banyak kacamata. Kemampuan ini akan membuat rekan kerja merasa dipahami posisinya. Meskipun, kamu tidak menyetujui pendapatnya.
Contoh kalimat yang bisa kamu gunakan: "Sudut pandangmu menarik karena bisa jadi sesuatu yang potensial untuk kantor kita. Namun, kalau aku lihat dari sudut pandang B sepertinya terlalu berisiko. Kita bedah lagi bareng-bareng biar ketemu jalan keluarnya".
Kalimat tersebut tidak secara tegas menolak pendapat, tetapi lawan bicara merasa diajak untuk menemukan solusi bersama. Jika kamu menggunakam kalimat ini dijamin banyak orang akan respect denganmu.
3. Ajukan pertanyaan lanjutan untuk membuka ruang diskusi

Prinsip penting dalam mengungkapkan ketidaksetujuan, yakni "kritis boleh, tetapi jangan sampai membuat rekan kerja menangis". Susunlah kata-kata yang fokus membenarkan pendapat, bukannya menyerang personal sehingga dapat melukai hati. Bangunlah suasana kerja yang aktif dan kondusif agar kantor menjadi lebih progresif.
Tip mengungkapkan ketidaksetujuan yang ketiga, yakni dengan mengajukan pertanyaan lanjutan. Contoh kalimatnya: "I see your point. Menarik banget, tapi kalau kita coba terapin itu, kira-kira tantangan apa aja yang bakal kita terima ya? Apa kamu punya cara agar semua bisa lebih efektif?"
Rekan kerja yang menerima timbal balik seperti itu akan memikirkan kembali tentang pendapatnya. Besar kemungkinan dia akan mengurungkan pendapatnya atau bahkan menciptakan pendapat yang lebih baik tanpa merasa ditolak.
4. Gunakan analogi untuk membangun situasi yang tenang

Dalam menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan pendapat, tidak selalu ahrus dengan kalimat denotatif. Kamu bisa menyampaikannya dengan konotatif berupa analogi. Cara ini akan menciptakan interpretasi yang lebih halus untuk diterima.
Contohnya pada kalimat: "Oke nice idea, tapi kamu tahu sendiri kan kalau situasi kita sekarang lagi di pinggir tebing. Ide kamu berpotensi jadi tali biar kita engga jatuh ke jurang, tapi sebelum itu kita harus pastiin dulu kalau tali itu beneran kuat atau engga".
Pemilihan kalimat tersebut akan menimbulkan kesan apresiatif dan membangun. Situasi yang tercipta pun akan lebih tenang karena ada perasaan saling menghargai dan saling belajar dalam menemukan solusi bersama.
Perbedaan pendapat di dunia profesional tidak pernah dapat dihindari, tetapi selalu bisa disikapi. Jika sejauh ini kamu masih terlalu bebas dalam mengungkapkan ketidaksetujuan sehingga berpotensi menyakiti rekan kerja saat rapat, maka terapkan empat tips tadi. Selain dapat menjaga hubungan yang hangat, orang-orang juga akan memandangmu dengan hormat. Jadilah manusia yang selalu bersikap baik di manapun, meski di saat harus menentang sesuatu.



















