5 Furnitur yang Bikin Suasana Puasa di Rumah Makin Nyaman, Tata Ulang!

- Artikel menyoroti pentingnya menciptakan suasana rumah yang nyaman selama Ramadan melalui penataan furnitur sederhana tanpa perlu renovasi besar.
- Lima furnitur utama seperti sofa empuk, meja lipat, rak penyimpanan, lampu hangat, dan karpet lembut disebut mampu meningkatkan kenyamanan fisik dan emosional saat berpuasa.
- Penataan ruang yang fungsional dan hangat diyakini membantu menjaga mood, mendukung ibadah, serta membuat momen sahur dan buka puasa terasa lebih tenang dan berkesan.
Puasa bukan cuma soal menahan lapar dan haus, tapi juga tentang menciptakan suasana yang lebih tenang di rumah. Apalagi buat kamu yang banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan, entah work from home atau sekadar istirahat setelah aktivitas seharian. Suasana rumah yang nyaman bisa bantu menjaga mood tetap stabil selama Ramadan. Kadang yang kita butuhkan bukan perubahan besar, tapi sentuhan kecil yang bikin ruang terasa lebih hangat.
Menariknya, beberapa furnitur sederhana ternyata bisa berpengaruh besar pada kenyamanan selama puasa. Bukan soal mahal atau mewah, tapi soal fungsi dan rasa yang ditimbulkan. Dari tempat duduk yang empuk sampai meja kecil yang bikin momen sahur lebih praktis, semuanya punya peran. Kalau ditata dengan tepat, rumah terasa lebih hidup tanpa harus renovasi besar-besaran. Nah, ini lima furnitur yang bisa bikin suasana puasa makin berasa.
1. Sofa atau kursi santai yang nyaman

Setelah seharian menahan lapar dan tetap produktif, badan pasti butuh tempat istirahat yang proper. Sofa atau kursi santai jadi spot favorit untuk rebahan ringan sambil menunggu waktu berbuka. Pilih yang empuk tapi tetap menopang punggung dengan baik supaya badan gak cepat pegal. Tambahkan bantal kecil agar posisi duduk lebih rileks. Detail kecil seperti ini bikin momen istirahat terasa lebih maksimal.
Kursi yang nyaman juga mendukung momen ibadah seperti membaca buku atau tilawah. Kamu gak perlu terus-terusan pindah posisi karena merasa gak enak duduk. Apalagi saat malam hari setelah tarawih, duduk santai sebentar bisa jadi waktu refleksi yang tenang. Furnitur ini mungkin terlihat biasa, tapi efeknya terasa banget selama Ramadan. Kenyamanan fisik sering kali berpengaruh langsung pada ketenangan batin.
2. Meja lipat untuk sahur dan buka praktis

Buat rumah minimalis atau anak kos, meja lipat adalah penyelamat. Saat sahur, kamu gak perlu ribet menata meja besar. Cukup buka meja lipat, tata makanan seperlunya, lalu rapikan kembali setelah selesai. Praktis dan hemat ruang. Furnitur ini juga fleksibel dipakai untuk kerja atau baca Al-Qur’an.
Kepraktisan seperti ini penting saat puasa karena energi kita terbatas. Meja lipat membantu mengurangi effort berlebihan, terutama di waktu sahur yang masih mengantuk. Selain itu, tampilannya yang simpel bikin ruang tetap terasa lega. Rumah jadi gak sumpek meski aktivitas bertambah selama Ramadan. Simpel, tapi fungsional banget.
3. Rak atau kabinet penyimpanan rapi

Selama puasa, biasanya stok makanan dan perlengkapan dapur bertambah. Mulai dari kurma, sirup, camilan, sampai bahan masakan cepat saji. Tanpa tempat penyimpanan yang rapi, dapur bisa cepat berantakan. Rak atau kabinet tambahan membantu menjaga semuanya tetap terorganisir. Kamu jadi gak perlu panik mencari bahan saat waktu berbuka sudah dekat.
Ruang yang rapi bikin pikiran lebih tenang. Percaya gak percaya, visual yang bersih bisa mengurangi rasa stres. Saat dapur tertata, aktivitas masak sahur atau buka terasa lebih ringan. Kamu juga lebih hemat waktu karena semuanya mudah dijangkau. Furnitur penyimpanan mungkin gak terlihat glamor, tapi perannya krusial selama Ramadan.
4. Lampu dengan pencahayaan hangat

Furnitur bukan cuma soal benda besar, pencahayaan juga bagian dari suasana ruang. Lampu dengan warna warm white bisa menciptakan atmosfer yang lebih tenang dan intim. Cocok untuk momen buka bersama keluarga atau sahur yang hening. Cahaya yang terlalu terang kadang terasa kaku dan kurang nyaman di malam hari. Sedangkan cahaya hangat memberi kesan lembut dan damai.
Suasana yang nyaman bikin ibadah terasa lebih khusyuk. Duduk di ruang dengan pencahayaan hangat membuat hati lebih rileks. Bahkan sekadar minum teh setelah tarawih terasa lebih syahdu. Detail kecil seperti ini sering gak disadari, padahal dampaknya besar pada mood. Ramadan pun terasa lebih hangat secara harfiah dan emosional.
5. Karpet atau alas lantai yang empuk

Karpet sering jadi elemen sederhana yang mengubah suasana ruang secara instan. Selain bikin ruangan terasa lebih cozy, karpet juga nyaman untuk duduk lesehan. Saat buka puasa bareng keluarga atau teman, suasananya terasa lebih akrab. Alas yang empuk juga mendukung aktivitas ibadah seperti salat atau membaca Al-Qur’an. Rumah terasa lebih hangat dan bersahabat.
Karpet membantu meredam suara dan menciptakan kesan ruang yang lebih tenang. Buat kamu yang tinggal di kos atau apartemen, ini bisa bikin suasana lebih homey. Apalagi saat malam Ramadan yang cenderung lebih hidup, punya sudut nyaman untuk bersantai itu penting. Furnitur sederhana ini bikin momen kebersamaan terasa lebih intim. Puasa pun jadi gak cuma soal rutinitas, tapi juga soal suasana.
Menjalani puasa dengan nyaman gak selalu butuh perubahan besar. Kadang cukup dengan memilih furnitur yang tepat dan fungsional. Sofa nyaman, meja lipat praktis, rak rapi, lampu hangat, hingga karpet empuk bisa mengubah atmosfer rumah secara signifikan.
Suasana yang mendukung bikin tubuh lebih rileks dan hati lebih tenang. Saat ruang terasa nyaman, ibadah dan aktivitas sehari-hari pun jadi lebih ringan dijalani. Jadi, gak ada salahnya mulai menata ulang rumah agar Ramadan tahun ini terasa lebih berkesan. Karena kenyamanan kecil sering kali memberi dampak yang besar.









![[QUIZ] Dari Karakter Upin dan Ipin Pilihan Kamu, Kami Tahu Kamu Tipe Introvert atau Extrovert](https://image.idntimes.com/post/20260108/upload_7b311a8017b0625e8ad11b976ceff07a_c2dff7b1-625c-41f7-a6b7-48a070c578c5.png)








