ilustrasi edit video (unsplash.com/Dmitry Berdnyk)
Kebutuhan video pendek terus membuat jasa editing semakin banyak dicari oleh kontem kreator, toko online, UMKM, hingga orang yang sedang membangun akun pribadi. Video yang direkam dengan HP tetap membutuhkan proses editing sebelum diunggah, misalnya memotong bagian yang gak diperlukan, menambahkan subtitle, merapikan suara, dan menyesuaikan ukuran video. Mahasiswa yang sudah terbiasa memakai CapCut, VN, Premiere Pro, atau aplikasi sejenis bisa menjadikan kemampuan tersebut sebagai jasa freelance. Pekerjaan ini juga bisa menjadi cara untuk membangun portofolio kalau nantinya ingin masuk ke industri kreatif.
Sistem kerja berdasarkan jumlah video membuat pekerjaan ini relatif mudah dihitung. Kamu bisa menerima beberapa video dalam seminggu sesuai kemampuan, lalu mengerjakannya ketika jadwal kuliah sedang longgar. Hal yang perlu diperhatikan adalah waktu pengerjaan karena editing video bisa memakan waktu lebih lama daripada yang terlihat dari durasi videonya. Jangan menerima terlalu banyak pesanan hanya karena mengejar pemasukan, terutama ketika tugas dan ujian kuliah sedang menumpuk.
Freelance bisa menjadi cara mahasiswa mendapatkan uang sekaligus menambah pengalaman sebelum lulus. Karena yang penting bukan sekadar menemukan pekerjaan yang bayarannya menarik, tetapi mencari pekerjaan yang masih bisa berjalan bersama jadwal kuliah. Kalau kamu sendiri, dari lima pekerjaan ini mana yang paling mungkin kamu kerjakan tanpa bikin tugas kuliah keteteran?