Keputusan resign sering dipandang sebagai langkah yang terlalu nekat, apalagi kalau belum punya backup plan. Padahal, ada fase ketika tubuhmu sudah lebih dulu menyerah sebelum pikiran berani mengakuinya. Kalau setiap malam dadamu mulai sesak hanya karena besok harus bekerja lagi, mungkin ada sesuatu yang memang perlu didengarkan.
Banyak orang bertahan karena takut dianggap gagal, bukan karena masih sanggup menjalaninya. Sementara itu, kesehatan mental perlahan terkikis oleh rutinitas yang terus dipaksakan. Berikut ini beberapa sisi positif resign yang justru bisa menjadi awal hubungan yang lebih sehat dengan dirimu sendiri.
