Seiring pertambahan usia, anak tentu ingin bermain di luar bersama teman-teman sebaya. Anak perlu belajar mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya. Bermain bareng kawan-kawan di luar rumah juga berfungsi sebagai latihan bersosialisasi, kerja sama, saling menjaga, serta meningkatkan keberanian.
10 Edukasi sebelum Anak Main di Luar, Harus Patuhi Aturan Orangtua

- Orangtua perlu memberi edukasi sebelum anak bermain di luar agar memahami batas area, waktu pulang, dan aturan keselamatan demi menghindari risiko bahaya.
- Anak diajarkan menjaga sikap seperti tidak mengikuti ajakan orang asing, tidak merusak properti, serta menjauhi area berbahaya seperti semak atau pohon tak terawat.
- Kebersihan dan kesehatan juga ditekankan dengan larangan jajan sembarangan serta kewajiban mencuci diri setelah bermain di luar rumah.
Akan tetapi, di luar rumah segala hal dapat terjadi. Potensi bahayanya jelas lebih besar daripada bila anak hanya bermain di dalam rumah. Sebelum orangtua mengizinkan, apalagi hanya bersama teman-temannya, pastikan edukasi sebelum anak main di luar seperti di bawah ini telah disampaikan berulang kali.
Anak kudu benar-benar memahami dan berkomitmen untuk mematuhinya. Bila anak kedapatan melanggar kesepakatan, beri sanksi seperti larangan bermain di luar sampai beberapa lama. Semua ini demi kebaikan anak sendiri.
1. Tetapkan area atau rute bermain dan jenis permainannya

Area luar rumah sangat luas. Kalau tidak ada kejelasan area mana yang boleh untuk anak bermain nanti, ia bisa pergi ke mana saja bersama teman-temannya. Kamu pun kesulitan mencarinya.
Jenis permainannya juga sudah ditetapkan sejak di rumah. Sebab beda jenis permainan, beda pula tempat yang dibutuhkan. Misalnya, bermain bola memerlukan tempat yang lebih lapang. Bila anak ingin bersepeda, rutenya pun kudu jelas agar dirimu dapat menentukan tingkat keamanannya.
2. Sepakati waktu pulang atau kamu akan menjemputnya

Anak kalau sudah bermain bersama teman-temannya sering lupa waktu. Memang mereka barangkali tidak membawa jam. Akan tetapi, buat perkiraan waktu pulang. Misal, anak bermain sejak pagi ketika hari libur.
Sebelum siang, anak sudah harus pulang. Atau, anak baru main sore hari sekitar jam 15.00. Anak kudu pulang sebelum matahari tenggelam. Bila sampai waktu yang disepakati anak belum juga muncul, dirimu akan menjemputnya dan anak kudu ikut pulang.
3. Jangan mau diajak meninggalkan teman-teman oleh siapa pun

Di luar sana, anak mungkin tidak hanya bareng teman-temannya. Ada pula sejumlah orang dewasa baik yang kebetulan ada di situ maupun yang memang punya niat kurang baik. Larang anak mengikuti ajakan siapa pun untuk berpisah dari teman-temannya. Bahkan bila orang itu menjanjikan berbagai hal pada anak, seperti uang atau jajanan.
4. Main di kebun, jauhi area semak-semak dan pohon tak terawat

Kalau di sekitar rumah masih ada kebun atau pekarangan, biasanya anak-anak suka bermain di sini. Pemiliknya pun mungkin tidak keberatan dan tak memagarinya. Akan tetapi, anak tetap harus berhati-hati.
Larang anak bermain di area kebun yang banyak semaknya. Sering kali itu menjadi sarang ular. Begitu pula pohon tak terawat yang rantingnya tidak pernah dipangkas serta banyak benalu atau tanaman merambat. Ular suka berada di pohon seperti ini.
5. Juga jangan memanjat pohon dan mengambil buahnya

Anak biasanya paling suka memanjat pohon. Apalagi anak laki-laki yang aktif. Namun, larang keras ketika ia hanya bermain bersama teman-temannya. Kamu tidak bisa memastikan pohonnya cukup kuat atau tidak untuk dipanjat.
Juga jangan sampai anak memanjat terlalu tinggi lalu terjatuh. Demikian pula anak gak boleh mengikuti teman-temannya yang mengambil buah di pohon orang. Itu namanya mencuri. Meski anak cuma memetik sebuah, tetap salah. Kalau anak menginginkannya, tinggal bilang padamu dan dirimu akan membelikannya besok.
6. Gak boleh mengotori apalagi merusak properti orang

Contoh perbuatannya, membuang sampah di sekitar rumah orang. Juga menendang atau memanjat tembok pagar atau rumahnya sehingga meninggalkan bekas sandal yang kotor. Ajari anak sejak dini untuk menghormati setiap kepemilikan orang lain dengan atau tanpa ada orang yang mengawasi.
7. Dilarang sembarangan memegang apa pun

Memang rasa penasaran anak sangat besar. Namun, dengan pengetahuan yang masih kurang, ia cenderung bersikap sembrono. Apa saja asal disentuh. Termasuk binatang berbahaya seperti ular. Sering-sering berikan edukasi pada anak mengenai berbagai hewan berbahaya yang mungkin ada di luar. Jauhi saja dan kalau perlu, laporkan ke orang dewasa yang paling dekat.
8. Cepat pulang kalau mendung atau mulai panas

Meski waktu bermain sudah ditetapkan, ada beberapa kondisi yang bisa mengubah kesepakatan. Misalnya, kesepakatannya ialah anak bermain sampai sekitar waktu makan siang. Akan tetapi, jika sebelum itu telah mendung, maka dia harus secepatnya pulang.
Begitu pula apabila hari sedang lebih cepat panas. Jangan sampai anak terus bermain di luar. Cuaca yang begitu panas dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada anak setelah bermain.
9. Jangan jajan sembarangan

Bermain di luar memang lebih cepat bikin anak haus dan lapar. Godaan jajan juga kuat karena banyak penjual di sekitar. Kawan-kawannya pun jajan. Anak boleh jajan, tapi jangan sembarangan. Minta anak untuk tetap memperhatikan kebersihan dan jenis jajanannya. Hindari makanan serta minuman dengan warna terlalu cerah, misalnya.
10. Cuci tangan, kaki, dan wajah atau mandi sekalian setelahnya

Bermain di luar bikin sekujur tubuh anak rentan kotor. Wajib untuknya langsung mencuci tangan, kaki, dan wajah setelah pulang. Kalau perlu, mandi sekalian biar anak benar-benar bersih dan segar. Pakaian yang kotor dan basah oleh keringat pun diganti.
Orangtua tidak boleh asal melepas anak bermain di luar tanpa bekal edukasi yang cukup. Selain potensi bahaya, nanti anak terbiasa bersikap sembrono di luar. Kalau anak belum aman untuk dilepas bermain di luar hanya bersama teman-temannya, berarti orangtua tetap kudu menemani dan melakukan edukasi sebelum anak main di luar.










![[QUIZ] Kamu Tipe yang Suka Rencana Matang atau Spontan dalam Membuat Keputusan?](https://image.idntimes.com/post/20230531/pexels-antoni-shkraba-production-8279300-0141be5b8ee0913cd7990503e33aa976-5f8ab0f3b614d8b994b4e95e61bd354e.jpg)







![[QUIZ] Kamu Lebih Cocok Mencintai atau Dicintai?](https://image.idntimes.com/post/20260507/1000000914_d3b314e1-b5a4-4424-ab44-5cc552ed48d7.jpg)