Ilustrasi soft productivity (pexels.com/Pavel Danilyuk)
Untuk menerapkan pendekatan yang lebih berkelanjutan dalam menyelesaikan pekerjaan, berikut beberapa tips praktik soft productivity:
Prioritaskan tugas
Sebelum memulai hari, pikirkan satu atau dua tugas mana yang akan membuat perbedaan. Kerjakan pekerjaan tersebut terlebih dahulu sebelum menangani tugas-tugas yang kurang mendesak.
Sesuaikan pekerjaan dengan tingkat energi
Kerjakan pekerjaan terpenting saat kamu merasa paling bersemangat. Kebanyakan orang cenderung mengerjakan tugas-tugas kecil terlebih dahulu, misalnya mengecek e-mail, yang berarti pekerjaan yang penting justru mendapat kapasitas paling sedikit.
Berusaha untuk mencapai standar "cukup baik"
Perfeksionisme dapat menghasilkan pekerjaan berkualitas tinggi, tetapi juga dapat mengubah tugas 45 menit menjadi proyek empat jam. Itulah mengapa yang terbaik adalah menetapkan titik berhenti dan menentukan seperti apa "cukup baik" itu.
Misalnya, hasil kerja untuk klien mungkin hanya memerlukan dua kali pembacaan, bukan sepuluh. Tetapkan standar sebelum mulai, dan berhenti ketika mencapai standar yang telah ditentukan yaitu "cukup baik".
Hindari berfokus pada persepsi
Jangan merasa tertekan untuk lembur di kantor atau terus online hanya agar terlihat, karena visibilitas dan produktivitas bukanlah hal yang sama. Meskipun mudah untuk membandingkan diri dengan orang lain, ingatlah bahwa setiap orang bekerja dengan kecepatan yang berbeda.
Kamu tidak perlu berlomba dengan siapa pun! Setiap orang memiliki batasan dan kapasitas yang berbeda pada hari tertentu.
Jadwalkan istirahat
Sangat mudah untuk lupa waktu, maka tambahkan waktu istirahat, mirip dengan cara kamu menjadwalkan rapat. Pilih aktivitas yang membantu kamu merasa tenang daripada sesuatu yang bisa menguras energi.
Misalnya stretching, minum teh, menyalakan lilin, menyiram tanaman, berjalan-jalan dengan penuh kesadaran, menatap keluar jendela, menarik napas perlahan dan sengaja, atau keluar untuk menghirup udara segar. Tujuannya untuk memberi otak waktu istirahat yang sebenarnya sehingga kamu dapat kembali bekerja dengan segar.
Itulah penjelasan mengenai apa itu soft productivity dan tips praktiknya. Berbeda dengan hustle culture, tren terbaru yang termasuk dalam strategi kerja cerdas, bukan hanya kerja keras untuk cegah burnout. So, kapan kamu mau mulai praktiknya?