Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apakah Boleh Mendaftar CPNS Lebih dari Satu Instansi?
ilustrasi wanita berada depan laptop (pexels.com/mareklevak)
  • Pemerintah membuka pendaftaran CPNS 2024 mulai 20 Agustus hingga 6 September dengan total 250.407 formasi di 69 instansi pusat dan 478 instansi daerah.
  • Calon pelamar CPNS hanya boleh mendaftar pada satu instansi dan satu formasi dalam satu periode pendaftaran, dengan sanksi jika melanggar aturan tersebut.
  • Alasan pendaftaran CPNS tidak boleh lebih dari satu instansi antara lain efisiensi proses seleksi, pengelolaan data, dan keadilan bagi peserta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pemerintah membuka pendaftaran untuk penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2024 mulai 20 Agustus hingga 6 September 2024. Tahun ini, tersedia 250.407 formasi CPNS yang tersebar di 69 instansi pusat dan 478 instansi daerah.

Banyaknya formasi yang ada, membuat beberapa orang bertanya-tanya. Apakah boleh mendaftar CPNS lebih dari satu instansi? Biar gak keliru tentang ini, berikut penjelasan lengkapnya!

1. Pelamar hanya boleh nemilih satu instansi

ilustrasi perempuan menggunakan laptop (pexels.com/zenchung)

Menurut Pasal 25 ayat (3) Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) Nomor 6 Tahun 2024 tentang Pengadaan Pegawai Aparatur Sipil Negara, setiap calon pelamar CPNS hanya boleh mendaftar pada satu instansi dan satu formasi dalam satu periode pendaftaran.

Aturan tersebut bertujuan untuk memastikan proses seleksi berjalan secara adil dan teratur. Dengan kata lain, setiap pelamar hanya boleh menggunakan satu akun. Jika sudah mendaftar untuk CPNS, tidak dapat mendaftar untuk PPPK pada periode yang sama.

Selain itu, Pasal 25 ayat (4) menyebutkan bahwa jika pelamar terbukti melamar di lebih dari satu instansi atau jenis pengadaan, atau menggunakan dua nomor identitas kependudukan yang berbeda, pelamar tersebut akan dianggap gugur dan bisa dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

2. Alasan tidak boleh mendaftar lebih dari satu instansi

ilustrasi wanita menggunakan laptop (pexels.com/olly)

 Ada beberapa alasan mengapa pendaftaran CPNS tidak boleh lebih dari satu instansi:

  1. Efisiensi proses seleksi: mendaftar hanya di satu instansi, membantu menghindari tumpang tindih jadwal tes sehingga proses seleksi dapat berjalan lancar dan tanpa konflik jadwal.
  2. Pengelolaan data: dengan membatasi pendaftaran hanya pada satu instansi, pengelolaan data peserta jadi lebih mudah dan teratur serta mengurangi risiko data yang salah atau tidak lengkap.
  3. Keadilan: kebijakan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan yang adil bagi semua peserta. Dengan mendaftar di satu instansi, peserta dapat fokus sepenuhnya pada seleksi tersebut tanpa terganggu oleh kemungkinan konflik atau perhatian yang terbagi.

3. Tips jika bingung memilih instansi

ilustrasi belajar menggunakan laptop (pexels.com/karolinagrabowska)

Jika merasa tidak yakin tentang pendaftaran atau bingung dalam memilih instansi, disarankan untuk:

  1. Membaca panduan pendaftaran: bacalah panduan pendaftaran CPNS dengan teliti untuk memahami semua ketentuan yang berlaku.
  2. Menghubungi panitia seleksi: jika ada pertanyaan atau kebingungan, segera hubungi panitia seleksi di instansi yang diminati untuk mendapatkan penjelasan.
  3. Menggunakan platform resmi: pastikan kamu menggunakan platform pendaftaran CPNS resmi dan mengikuti instruksi yang diberikan.

Untuk diingat kembali, pendaftaran CPNS hanya boleh dilakukan di satu instansi dan satu formasi per periode pendaftaran. Aturan ini bertujuan untuk menjaga efisiensi seleksi, pengelolaan data yang baik, dan kesempatan yang adil. Jika ada pertanyaan atau kebingungan, baca panduan pendaftaran dengan teliti, hubungi panitia seleksi, dan gunakan platform resmi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team