"Di prasekolah, anak-anak mengembangkan keterampilan sosial mereka melalui bermain. Ketika anak-anak bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, mereka mengadopsi pola pikir kerja tim yang berharga dan rasa pencapaian." katanya.
Mengenalkan Permainan Era 90-an Pada Anak, Seru Tanpa Gadget!

- Artikel menyoroti pentingnya mengenalkan permainan tradisional era 90-an sebagai alternatif seru tanpa gadget untuk mendukung tumbuh kembang anak secara sehat dan seimbang.
- Permainan tradisional seperti petak umpet, gobak sodor, dan engklek melatih kekompakan, kreativitas, serta kepatuhan anak terhadap aturan sambil memperkuat kemampuan fisik dan sosial mereka.
- Dengan nilai-nilai luhur seperti kejujuran, kerja sama, dan sportivitas, permainan tradisional membantu membentuk karakter anak sejak dini sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia yang kaya.
Di era modern seperti sekarang ini, anak-anak di bawah umur yang sudah mengenal dan menggunakan gadget adalah hal umum. Bahkan untuk anak-anak yang belum masuk sekolah pun, sudah diperkenalkan dengan gawai dan piawai menggunakannya. Penggunaan gadget yang berlebihan dikhawatirkan bisa menghambat tumbuh kembang anak.
Berbeda dengan anak-anak yang lahir dan tumbuh di era 90-an, di mana keberadaan ponsel pintar masih sangat langka. Permainan tradisional menjadi sarana hiburan bagi anak kala itu. Tak hanya menyenangkan, ternyata berbagai permainan tradisional di era 90-an sangat banyak manfaatnya untuk perkembangan anak. Berikut ulasannya.
1. Permainan tradisional bisa melatih kekompakan anak hingga mengajarkan mereka untuk taat aturan

Permainan tradisional yang biasa dimainkan oleh anak-anak di era tahun 90-an, biasanya melibatkan lebih dari satu anak dengan adanya peraturan atau cara bermain yang disepakati bersama. Mayoritas permainan juga mengandalkan aktivitas fisik, kekompakan, kerjasama, dan komunikasi. Sebut saja seperti permainan petak umpet, betengan, lompat tali, gobak sodor, engklek, tarik tambang, dan lain-lain.
Dalam jurnal berjudul Membangun Karakter Anak melalui Permainan Anak Tradisional oleh Haerani Nur yang dilansir laman UNY Journal, dikatakan bahwa permainan adalah situasi bermain yang terkait pada beberapa aturan atau tujuan tertentu, yang menghasilkan kegiatan dalam bentuk tindakan bertujuan. Dengan demikian, bisa dipahami bahwa dalam bermain terdapat aktivitas yang diikat dengan aturan untuk tujuan tertentu.
Saat anak-anak memainkan permainan tradisonal, misalnya saja petak umpet, secara tidak langsung mereka sedang belajar mentaati peraturan, adu strategi, mengasah ketelitian, dan berolahraga. Mencari teman-teman yang bersembunyi diperlukan ketelitian, sedangkan untuk anak-anak yang kebagian bersembunyi, mereka sedang menjalankan strategi supaya tidak ketahuan. Permainan ini tampak menyenangkan, tapi juga sekaligus mengasah kemampuan fisik, mental, dan cara berpikir anak.
2. Menumbuhkan kreativitas anak melalui permainan tradisional

Permainan tradisonal adalah bagian dari budaya Indonesia. Dalam permainan tersebut, secara tidak langsung anak-anak diperkenalkan dengan nilai-nilai tradisi yang berkembang di masyarakat. Seperti kejujuran, saling menghormati, dan sopan santun. Dari sini, pelan tapi pasti karakter anak sedang dibangun. Haerani Nur dalam jurnalnya, mengutip artikel yang ditulis Cahyono N berjudul Transformasi Permainan Anak Indonesia, mengatakan ada sejumlah karakter dalam permainan tradisonal, di mana itu dapat membantu membentuk karakter anak.
Pertama, permainan tradisonal cenderung memanfaatkan alat yang ada di sekitar tanpa harus membelinya. Hal ini dapat mendorong daya imajinasi dan kreativitas anak. Banyak permainan tradisonal yang terbuat dari bahan-bahn di sekitar rumah. Misalnya saja, mobil-mobilan dari kulit jeruk bali. Kedua, permainan tradisional biasanya melibatkan banyak anak. Selain bisa menikmati momen bermain yang lebih seru, banyaknya anggota juga bisa memperdalam interaksi antar anak. Ketiga, terdapat nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam permainan tradisonal. Seperti nilai kejujuran, kekompakan, saling menghargai, menerima kekalahan dengan lapang dada, dan sebagainya.
Tak heran, jika anak-anak yang tumbuh di era 90-an biasanya lebih memiliki sikap tenggang rasa, setia kawan, pemberani, dan tentunya kreatif. Sedikit demi sedikit, permainan yang dimainkan hampir setiap hari itu telah mengasah kemampuan dalam diri mereka.
3. Manfaat permainan tradisional untuk membentuk karakter anak sejak dini

Permainan tradisional seperti petak umpet, betengan, lompat tali, gobak sodor, dan lainnya tampak seru serta menyenangkan. Namun, tak hanya seru, permainan tradisional era 90-an ini juga memiliki banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak. Selain melatih kekuatan fisik, permainan tradisonal dengan segala peraturan mainnya itu sangat bermanfaat untuk membentuk karakter anak sejak dini.
Michael Vallejo, LCSW, seorang Pekerja Sosial Klinis berlisensi di Colorado dan Oregon, negara bagian Amerika Serikat, dalam laman Health Center Kids, mengatakan bahwa pembentukan karakter pada anak sangatlah penting. Melalui pembentukan karakter, anak-anak bisa mengembangkan sifat-sifat berharga seperti kemandirian, pengambilan risiko yang sehat, daya tahan, kepercayaan diri, dan empati.
Lewat permainan tradisonal yang memiliki peraturan baku tidak tertulis, anak sedang diajarkan untuk taat aturan, sabar menunggu giliran, jujur dalam bermainan, berani mengambil risiko, bekerjasama dalam tim, dan dapat menerima kemenangan atau kekalahan secara bijak. Karakter seperti ini tentu akan sangat berguna bagi kehidupan mereka di masa depan.
4. Contoh permainan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia

Indonesia memang kata akan budaya dan tradisi, salah satunya dengan adanya berbagai permainan tradisional yang kala itu menjadi kegiatan seru bagi anak-anak 90-an. Berikut beberapa contoh permainan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia :
- Congklak (dakon)-Jawa Tengah/DIY
Congklak melibatkan dua orang pemain. Keduanya akan secara bergantian memindahkan biji-biji dari satu lubang ke lubang lain searah jarum jam. Pemenangnya adalah ia yang bisa mengumpulkan paling banyak biji di dalam lumbungnya. - Gobak Sodor-Jawa Tengah
Permainan ini terdiri dari dua tim, masing-masing berisi 6-8 orang. Peraturannya adalah tim penjaga akan menghadang lawan yang berusaha melewati garis lapangan dan kembali tanpa tersentuh. - Engklek-Jawa Tengah, Bali, Sumatera
Permainan engklek ternyata bisa ditemui di beberapa daerah di Indonesia, sebut saja Jawa Tengah, Bali, hingga Sumatera. Dalam permainan engklek, pemain diharuskan melompat pada kotak-kotak yang digambar di tanah dengan satu kaki sembari membawa dan mengambil gaco. Gaco ini biasanya terbuat dari kereweng atau pecahan genting. - Cublak-cublak Suweng-Jawa Tengah
Permainan ini melibatkan satu orang yang diminta tengkurap dan ada beberapa pemain lain berjejer mengelilinginya. Sembari menyanyi dan menyentuh punggung pemain yang tengkurap, pemain lain saling memindahkan benda yang disembunyikan. Sepanjang lagu Cublak-cublak suweng dinyanyikan, pemain yang terkurap harus bisa menebak siapa yang menyembunylkan barang tersebut. - Boi-boian-Jawa Barat
Di Jawa Tengah, permainan ini sering disebut sebagai bancakan. Peraturannya cukup seru dan menegangkan. Pecahan genting disusun di tengah pelataran bermaian, lalu tim pelempar akan menjatuhkannya dengan dilempar bola. Lalu, mereka harus menyusun kembali pecahan tersebut sembari menghindari serangan lawan. - Ular Naga-Jawa Tengah
Satu lagi permainan tradisional yang menggunakan lagu dalam permainannya, namanya Ular Naga. Mungkin kamu sudah gak asing lagi dengan permainan yang satu ini, apalagi untuk anak-anak yang tumbuh di era 90-an. Peraturan permainannya cukup simpel. Dua orang saling berpegangan tangan membentuk gerbang. Pemain lain berbaris melewati gerbang sambil bernyanyi. Saat lagu selesai, satu orang akan ditangkap dan diberi kebebasan memilih kelompok.
Itu dia beberapa contoh permainan tradisonal dari berbagai daerah di Indonesia. Tentu saja masih ada banyak lagi jenis permainan tradisonal di Indonesia, bahkan di penjuru dunia.
Memperkenalkan permainan tradisonal yang sempat menemani tumbuh kembang anak di era 90-an, adalah langkah bijak. Terutama untuk mengurangi kecanduan gadget pada anak. Keseruan bermain bersama teman-teman, akan membuat anak-anak makin senang bermain bersama. Jiwa sosial, kreativitas, serta tumbuh kembang fisik mereka bakal terbentuk secara maksimal dengan cara yang menyenangkan.


















