Ilustrasi coding (Pexels/hitesh choudhary)
Mengutip laman Coursera.org, back end developer adalah seseorang yang mengerjakan perangkat lunak dari sisi server, yang berfokus pada segala sesuatu yang tidak dapat dilihat secara visual di situs web. Mereka akan memastikan situs bekerja dengan benar, fokus pada database, logika back-end, antarmuka pemrograman aplikasi (API), arsitektur, dan server.
Mereka akan menggunakan kode yang membantu browser berkomunikasi dengan database, menyimpan, memahami, dan menghapus data. Dalam sebuah tim, back end developer akan berkolaborasi dengan front-end developer yang lebih berfokus pada pengerjaan secara visual seperti fitur, cara kerja, dan lainnya. Lalu juga bekerja sama dengan manajer produk hingga penguji situs untuk membangun atau aplikasi seluler.
Tentunya sebagai back end developer harus terbiasa dengan berbagai jenis tools dan frameworks, termasuk Python, Java, dan Ruby. Mereka harus memastikan back end bekerja dengan cepat dan responsif terhadap permintaan pengguna front end.
Lalu apa bedanya antara back end developer dan back end engineer? Sebenarnya keduanya memiliki keterampilan teknis yang serupa, tetapi tanggung jawabnya berbeda. Jika coba diibaratkan, back end developer seperti seorang guru, sedangkan back end engineer seperti kepala sekolah yang menciptakan strategi atau gambaran besar.
Back end developer cenderung lebih berfokus pada bagian kecil dari keseluruhan. Contohnya seperti aplikasi dan program, bekerja sama dengan tim untuk membuktikan metode desain mereka dapat dijalankan.