Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Buka Peluang Naik Gaji Tanpa Harus Pindah Kerja, Apakah Possible?

5 Cara Buka Peluang Naik Gaji Tanpa Harus Pindah Kerja, Apakah Possible?
Ilustrasi bekerja (pexels.com/Photo by Khwanchai Phanthong)

Banyak orang berpikir satu-satunya cara untuk mendapatkan kenaikan gaji adalah dengan pindah kerja. Padahal, peluang untuk meningkatkan penghasilan juga bisa datang dari tempat kerja yang sekarang, asalkan kamu tahu cara memanfaatkannya. Dengan strategi yang tepat, kamu bisa menunjukkan nilai lebih tanpa harus memulai dari nol di tempat baru.

Di tengah persaingan kerja yang semakin ketat, penting untuk tidak hanya bekerja keras, tapi juga bekerja dengan cerdas. Menunjukkan kontribusi nyata, meningkatkan skill, dan membangun komunikasi yang baik dengan atasan bisa menjadi kunci untuk membuka peluang kenaikan gaji.

1. Tingkatkan kinerja dan tunjukkan hasil nyata

Ilustrasi bekerja (pexels.com/Alena Darmel)
Ilustrasi bekerja (pexels.com/Alena Darmel)

Langkah pertama yang paling penting adalah meningkatkan kualitas kerja. Bukan hanya sekadar menyelesaikan tugas, tapi juga memberikan hasil yang terlihat jelas dan berdampak bagi tim atau perusahaan. Misalnya, kamu bisa menyelesaikan pekerjaan lebih cepat, mengurangi kesalahan, atau membantu meningkatkan efisiensi kerja.

Selain itu, penting untuk mendokumentasikan pencapaianmu. Catat setiap keberhasilan, sekecil apa pun, agar kamu punya bukti saat ingin membicarakan kenaikan gaji. Dengan begitu, kamu tidak hanya berbicara berdasarkan perasaan, tapi juga data yang kuat.

Menurut Geoff Fawcett, seseorang yang berpengalaman di industri rekrutmen selama lebih dari dua dekade yang juga menyediakan solusi rekrutmen terintegrasi untuk organisasi perbankan dan jasa keuangan di London, bagian terpenting dalam meminta kenaikan gaji adalah membuat alasan bisnis yang kuat. Jadi kamu harus benar-benar memilikinya.

"Alasan bisnis yang jelas dan koheren akan membantu atasan kamu untuk membuat keputusan yang tepat. Alasan kamu harus fokus pada demonstrasi seberapa besar aset kamu bagi perusahaan. Pastikan untuk menyertakan bukti nyata untuk mendukung klaim kamu," jelasnya dikutip dari laman Hays.

2. Kembangkan skill yang dibutuhkan perusahaan

ilustrasi bekerja (pexels.com/LinkedIn Sales Navigator)
ilustrasi bekerja (pexels.com/LinkedIn Sales Navigator)

Perusahaan cenderung menghargai karyawan yang terus berkembang. Kamu bisa mulai dengan mempelajari skill baru yang relevan dengan pekerjaan, seperti kemampuan komunikasi, manajemen waktu, atau keahlian teknis tertentu.

Semakin banyak skill yang kamu miliki, semakin besar nilai kamu di mata perusahaan. Hal ini bisa menjadi alasan kuat bagi atasan untuk mempertimbangkan kenaikan gaji, karena kamu dianggap memberikan kontribusi lebih besar dibanding sebelumnya.

"Tidak cukup hanya menginginkan kenaikan gaji, kamu harus membuktikan bahwa kamu pantas mendapatkannya! Atasan akan menilai alasan kamu seperti halnya investasi. Kamu perlu membuktikan bahwa kamu adalah aset penting bagi bisnis, jadi susun presentasimu berdasarkan ide ini," terang Geoff.

"Tuliskan semua hal yang telah kamu capai secara individu atau sebagai bagian dari tim. Bangun seluruh argumen kamu di sekitar dua atau tiga proyek. Dukung klaim kamu dengan bukti nyata, seperti pendapatan yang dihasilkan, peningkatan hubungan klien, proses yang lebih ketat, atau penghematan biaya," lanjutnya.

3. Ambil inisiatif dan tanggung jawab lebih

ilustrasi bekerja (freepik.com/pressfoto)
ilustrasi bekerja (freepik.com/pressfoto)

Jangan hanya menunggu perintah. Cobalah untuk lebih aktif mengambil inisiatif dalam pekerjaan, seperti menawarkan ide baru, membantu rekan kerja, atau mengambil peran tambahan saat dibutuhkan.

Dengan menunjukkan bahwa kamu bisa diandalkan dan siap mengambil tanggung jawab lebih, atasan akan melihat kamu sebagai aset penting. Dari sini, peluang untuk mendapatkan kenaikan gaji pun akan semakin terbuka.

Selain itu, bangun komunikasi yang baik dengan atasan. Komunikasi sangat penting dalam dunia kerja. Kamu perlu membangun hubungan yang profesional dan terbuka dengan atasan, sehingga mereka lebih memahami kontribusi yang sudah kamu berikan.

Jangan ragu untuk berdiskusi tentang perkembangan kariermu. Sampaikan tujuan dan harapanmu secara jelas, termasuk keinginan untuk mendapatkan kenaikan gaji, tentu dengan cara yang sopan dan tepat waktu.

 

4. Ketahui waktu yang tepat untuk negosiasi

ilustrasi negosiasi gaji (freepik.com/pressfoto)
ilustrasi negosiasi gaji (freepik.com/pressfoto)

Meminta kenaikan gaji tidak bisa dilakukan sembarangan. Kamu perlu memilih waktu yang tepat, misalnya setelah menyelesaikan proyek besar, saat evaluasi kinerja, atau ketika perusahaan sedang dalam kondisi baik.

Dengan memilih momen yang tepat, peluang permintaanmu untuk dipertimbangkan akan lebih besar. Pastikan juga kamu sudah mempersiapkan alasan yang kuat sebelum mengajukannya.

"Meminta kenaikan gaji bisa menjadi situasi yang canggung, jadi perusahaan mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan yang sulit untukmu. Pastikan kamu siap bernegosiasi dan menyiapkan jawaban," jelas Geoff.

"Ingat kenaikan gaji biasanya disertai dengan promosi, jadi pastikan juga kamu siap untuk perubahan peran," Geoff mengingatkan.

Penting juga untuk menunjukkan loyalitas dan sikap profesional. Perusahaan biasanya lebih menghargai karyawan yang loyal dan memiliki sikap profesional. Datang tepat waktu, menyelesaikan pekerjaan dengan baik, dan menjaga etika kerja adalah hal sederhana yang berdampak besar.

Loyalitas yang dibarengi dengan kinerja yang baik akan membuat perusahaan merasa kamu layak untuk dipertahankan. Salah satu bentuk apresiasi yang bisa diberikan adalah kenaikan gaji.

 

5. Pahami standar gaji di bidangmu

Ilustrasi bekerja (pexels.com/Photo by Khwanchai Phanthong)
Ilustrasi bekerja (pexels.com/Photo by Khwanchai Phanthong)

Mengetahui standar gaji di bidang pekerjaanmu juga penting. Ini membantu kamu memahami apakah gaji yang kamu terima saat ini sudah sesuai atau masih di bawah rata-rata. Dengan informasi ini, kamu bisa lebih percaya diri saat mengajukan kenaikan gaji.

Kamu juga bisa menyampaikan permintaan dengan alasan yang lebih logis dan masuk akal. Bagi Geoff, kamu berhak memberi tahu atasan jika gaji di bidangmu rata-rata lebih tinggi dari gajimu saat ini.

"Jika kamu telah diincar oleh perusahaan lain dengan gaji yang lebih tinggi, hal itu tentu layak disebutkan saat menegosiasikan kenaikan gaji. Atasan akan menghargai kejujuran dan fakta bahwa kamu telah menunjukkan loyalitas dengan memberi perusahaan kesempatan untuk mempertahankanmu sebagai karyawan," jelasnya.

"Periksa apakah perusahaan kamu memiliki prosedur umum saat meminta kenaikan gaji. Ini mungkin ada di sistem internal perusahaan, atau kamu harus bertanya kepada HR," tambah Geoff.

Kerja keras saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan strategi yang tepat. Kamu perlu tahu kapan harus menunjukkan kemampuan, kapan harus berbicara, dan bagaimana cara membawa diri di lingkungan kerja. Dengan menggabungkan keduanya, kamu tidak hanya terlihat sebagai pekerja yang rajin, tapi juga cerdas dalam mengelola karier. Hal ini akan membuka peluang lebih besar untuk mendapatkan kenaikan gaji tanpa harus pindah kerja.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us