Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara HR Mendorong Pertumbuhan Bisnis: Berani dan Adaptif!
ilustrasi bekerja di kantor (pexels.com/RDNE Stock project)
  • HR perlu dilibatkan sejak awal strategi bisnis agar mampu menerjemahkan arah perusahaan menjadi kebutuhan organisasi, kapabilitas tenaga kerja, dan pengelolaan perubahan yang terarah.
  • Dalam perubahan organisasi, HR dituntut berani, adaptif, berbasis data, serta komunikatif; kecepatan keputusan harus tetap akurat dan dapat diandalkan tanpa mengorbankan kualitas.
  • Budaya layanan perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, sementara talenta dan pemimpin harus terus mengembangkan keterampilan, karakter, coaching, serta growth mindset di tengah perkembangan teknologi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Peran HR kini tak lagi sebatas mengelola administrasi karyawan, tetapi turut menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan bisnis. Strategi pengelolaan SDM yang tepat dapat membantu perusahaan beradaptasi dengan perubahan sekaligus membangun kapabilitas jangka panjang.

Jobstreet by SEEK melalui Power Talks “Peran HR: Dari Business Support Jadi Engine of Business Growth” bersama Ana Febriana Triastuti, Chief Human Capital Officer Mayapada Healthcare Group menyoroti sejumlah langkah yang dapat dilakukan HR untuk mendukung perkembangan bisnis. Mulai dari memperkuat budaya layanan hingga mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kemajuan teknologi, berikut ini lima pelajaran kepemimpinan dan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang relevan bagi perusahaan maupun profesional.

1. HR perlu menjadi bagian dari strategi bisnis

ilustrasi bekerja dengan laptop (pexels.com/Marcus Aurelius)

Pertama, Ana mengungkapkan bahwa HR tidak hanya cukup berperan sebagai pendukung yang menangani rekrutmen, administrasi, atau kebijakan karyawan saja. Lebih jauh, HR perlu paham dengan arah bisnis dan dilibatkan sejak awal pengambilan keputusan. Dengan begitu, HR mampu menerjemahkan strategi perusahaan ke dalam kebutuhan organisasi, cara kerja, serta kapabilitas tenaga kerja.

Peran ini menjadi semakin krusial ketika perusahaan melakukan perubahan, seperti mengembangkan unit bisnis baru, menyesuaikan struktur tenaga kerja, atau menghadapi situasi kritis. Ketika HR paham konteks bisnis secara utuh, maka HR dapat membantu organisasi dalam menjalankan perubahan yang diinisiasi perusahaan dengan lebih terarah, serta meminimalkan hambatan.

“Apa pun challenge yang diberikan kepada saya itu saya berusaha lakukan lampaui,” kata Ana.

2. Perubahan organisasi membutuhkan HR yang berani dan adaptif

ilustrasi bekerja di kantor (pexels.com/Thirdman)

Selain itu, Ana juga mengungkapkan bila HR memiliki peran penting dalam mengawal perubahan organisasi, terutama ketika tuntutan bisnis mengharuskan perusahaan bergerak cepat. Perubahan ini dapat berupa diversifikasi bisnis, pembentukan fungsi baru, perubahan pola kerja, hingga penyesuaian jumlah dan kompetensi karyawan.

Dalam menghadapi perubahan, HR perlu membangun kepercayaan, mengambil keputusan berdasarkan data, serta menyampaikan informasi secara jelas kepada para pemangku kepentingan. Keberanian dalam mengambil tanggung jawab dan menghadapi berbagai tantangan juga menjadi kunci kepemimpinan HR.

3. Budaya layanan perlu diterjemahkan ke dalam perilaku sehari-hari

ilustrasi bekerja (pexels.com/Fox)

Ana menjelaskan bahwa industri kesehatan kini menghadapi tuntutan layanan yang semakin tinggi, terutama setelah pandemik. Di sisi lain, persaingan untuk merekrut dan mempertahankan tenaga profesional seperti dokter dan perawat juga semakin ketat. Karena itu, HR berperan dalam membangun budaya kerja yang mendukung kualitas layanan dan keselamatan pasien.

Pendekatan “Deliver Better Care” di Mayapada Healthcare Group menjadi salah satu contohnya. Berbagai aktivitas HR, mulai dari rekrutmen, asesmen, pengembangan pemimpin, peningkatan keterampilan, pemberian apresiasi, hingga manajemen kinerja, diarahkan untuk mendukung tujuan organisasi.

Menurut Ana, nilai-nilai perusahaan juga perlu diwujudkan melalui perilaku sederhana yang dapat diterapkan setiap hari. Beberapa contohnya, seperti kolaborasi, ketelitian, tanggung jawab, dan empati.

4. Organisasi perlu bergerak cepat dengan tetap tepat dan dapat diandalkan

ilustrasi moderator presentasi (pexels.com/Matheus Bertelli)

"Fast, right, and reliable" merupakan prinsip baru yang menjadi DNA organisasi, menurut Ana. Ia menyampaikan, kecepatan perlu diimbangi dengan ketepatan agar hasil yang diberikan tetap bisa diandalkan.

“Kalau fast enggak right, bahaya. Kita perlu fast, right untuk bisa reliable,” paparnya.

Prinsip tersebut relevan bagi HR maupun pemimpin bisnis yang dituntut untuk bisa merespons perubahan dengan cepat tanpa mengorbankan akurasi, kualitas, juga dampak keputusan terhadap manusia. Dalam industri kesehatan, perhatian terhadap detail dan ketepatan bahkan memiliki kaitan langsung dengan kualitas layanan yang diterima pasien.

5. Talenta perlu terus belajar dan mengembangkan kualitas manusia

ilustrasi kerja sama (pexels.com/fauxels)

Terakhir, Ana menekankan pentingnya bagi profesional dan pencari kerja untuk terus memperbarui keterampilan seiring perkembangan industri dan teknologi. Kehadiran kecerdasan artifisial (AI) memang dapat membantu meningkatkan produktivitas, tetapi penggunaannya tetap perlu diimbangi dengan karakter, ketangguhan, dan kemauan untuk terus belajar.

Profesional muda juga didorong untuk berani mengambil tantangan, menunjukkan semangat, dan bertanggung jawab hingga tugas selesai. Pasalnya, keterampilan yang relevan saat ini belum tentu tetap dibutuhkan di masa mendatang.

Selain individu, pemimpin juga memiliki peran dalam mendukung perkembangan anggota tim. Melalui coaching dan mentoring, pemimpin dapat membantu membangun growth mindset, mengembangkan pola pikir, serta mendorong tim untuk terus bertumbuh.

Peran HR semakin strategis dalam membantu perusahaan menghadapi perubahan dan mencapai pertumbuhan bisnis. Dengan pengelolaan talenta, budaya kerja, dan pengembangan keterampilan yang tepat, HR dapat menjadi salah satu penggerak utama organisasi untuk tumbuh secara berkelanjutan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article