ilustrasi rekan kerja saling support (freepik.com/ tirachardz)
Setelah satu atau dua minggu, mungkin tidak ada lagi yang bertanya, "Kamu anak baru, ya?" Orang mulai mengenal namamu. Mulai ada rekan yang mengirim pesan langsung. Atasan mulai memberikan pekerjaan tanpa menjelaskan setiap langkahnya. Pada titik ini, kesan pertama perlahan berubah menjadi reputasi.
Itulah mengapa kesan profesional sebenarnya tidak berhenti di hari pertama. Jadi, daripada berusaha menjadi orang yang paling menarik di kantor, lebih baik menjadi orang yang bisa dipercaya. Kalau bilang akan mengirim file pukul tiga, usahakan kirim tepat waktu. Kalau belum mengerti, katakan belum mengerti. Kalau melakukan kesalahan, akui dan cari cara memperbaikinya.
James Uleman, PhD, profesor psikologi di New York University yang meneliti impression management, mengingatkan bahwa "judgments are being made and impressions formed all the time." Namun, ia juga menekankan bahwa kesan yang terbentuk dapat memengaruhi peluang kerja, kolaborasi, dan berbagai hubungan profesional di masa depan.
"Meskipun banyak pertemuan profesional berlangsung dalam suasana yang ramah, penilaian dan kesan terhadap diri kamu akan tetap terus terbentuk sepanjang waktu," jelanya dalam American Psychological Association.
Mendapatkan pekerjaan memang sebuah pencapaian, tetapi membangun kepercayaan di tempat kerja adalah perjalanan berikutnya. Kesan profesional biasanya bukan tentang bagaimana kamu terlihat di lima menit pertama, melainkan tentang bagaimana orang mengingat sikapmu setelah bekerja bersama berhari-hari.