Ramadan sering membawa perubahan besar dalam ritme harian, terutama bagi pekerja freelance yang terbiasa fleksibel. Pola tidur berubah, energi siang hari terasa berbeda, dan fokus kadang naik turun tanpa pola yang jelas. Dalam situasi seperti ini, menjaga performa kerja tetap optimal jadi tantangan tersendiri.
Meski begitu, Ramadan bukan alasan untuk menurunkan kualitas atau kehilangan momentum karier. Justru di momen ini, manajemen ritme kerja yang tepat bisa membuat performa tetap stabil bahkan terlihat lebih profesional di mata klien. Kuncinya bukan bekerja lebih keras, melainkan bekerja lebih cerdas dengan strategi yang sesuai kondisi tubuh. Yuk, atur ulang ritme kerja supaya tetap produktif dan tetap stand out sepanjang Ramadan!
