ilustrasi dimintai bantuan oleh atasan (pexels.com/Yan Krukau)
Menjaga batas bukan berarti menolak semua permintaan. Namun, penting untuk mengetahui mana yang benar-benar mendesak dan mana yang masih dapat dikerjakan pada waktu kerja berikutnya. Jika terlalu sering mengatakan “iya” pada setiap permintaan tambahan, waktu pribadi bisa perlahan habis untuk pekerjaan.
Karena itu, tidak ada salahnya mengomunikasikan kapasitas dan prioritas dengan jelas kepada atasan maupun rekan kerja. Membuat batas memang terkadang terasa tidak nyaman, terutama jika sebelumnya terbiasa selalu membantu. Namun, batas yang sehat bukan berarti tidak peduli terhadap pekerjaan. Justru, batas dapat membantu menjaga energi agar tetap bisa bekerja dengan baik dalam jangka panjang.
Menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi bukan berarti harus memiliki pembagian waktu yang sempurna setiap hari. Ada kalanya pekerjaan memang membutuhkan perhatian lebih. Namun, jika pekerjaan terus-menerus mengambil waktu istirahat dan membuat pikiran sulit benar-benar lepas, mungkin sudah waktunya mengevaluasi kembali batas yang dimiliki.
Sebab, bekerja dengan baik bukan hanya tentang seberapa banyak waktu yang diberikan untuk pekerjaan, tetapi juga tentang bagaimana menjaga energi agar tetap bisa menjalani kehidupan di luar pekerjaan.
Referensi:
American Psychological Association — Workers crave autonomy and flexibility. Here are ways to achieve that balance
American Psychological Association — Coping with stress at work
American Psychological Association — Helping workaholics find
Harvard Business Review — Research: Are You Penalizing Your Best Employees for Unplugging?