Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Menonjol sebagai Karyawan Entry-Level di Tempat Kerja

ilustrasi bekerja
ilustrasi bekerja (pexels.com/olia danilevich)
Intinya sih...
  • Kuasai dasar pekerjaan, jangan setengah-setengah
    • Menguasai tugas dasar dengan rapi dan konsisten
    • Memungkinkan untuk berkembang lebih cepat dan terlibat di proyek yang lebih besar
    • Punya inisiatif, tapi tetap tahu batas
      • Tunjukkan inisiatif lewat hal-hal sederhana
      • Jangan memaksakan ide tanpa memahami konteks
      • Bangun reputasi sebagai orang yang bisa diandalkan
        • Datang tepat waktu, selesaikan tugas sesuai deadline, dan konsisten dengan kualitas kerja
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Masuk dunia kerja sebagai karyawan entry-level sering bikin dilema. Di satu sisi, kamu masih baru dan belum banyak pengalaman. Di sisi lain, tuntutan untuk tampil maksimal sudah langsung terasa sejak hari pertama. Banyak yang akhirnya memilih “main aman”, kerja sesuai job desk saja, lalu berharap dinilai bagus dengan sendirinya. Padahal, sikap seperti ini justru bikin kamu gampang tenggelam di antara karyawan lain.

Kabar baiknya, menonjol sebagai karyawan entry-level itu bukan soal sok jago atau pamer kemampuan. Justru, hal-hal sederhana tapi konsisten bisa bikin kamu terlihat berbeda di mata atasan dan tim. Yang penting, tahu strategi yang tepat dan paham kapan harus melangkah lebih maju. Nah, berikut ini cara-cara yang bisa kamu terapkan biar kariermu gak jalan di tempat sejak awal.

1. Kuasai dasar pekerjaan, jangan setengah-setengah

ilustrasi bekerja sebagai virtual assistant
ilustrasi bekerja sebagai virtual assistant (unsplash.com/Austin Distel)

Sebagai karyawan entry-level, hal pertama yang wajib kamu lakukan adalah benar-benar menguasai tugas dasar. Kedengarannya sepele, tapi banyak orang terlalu fokus ingin terlihat “lebih”, sampai lupa menyelesaikan hal mendasar dengan rapi. Ketika kamu bisa diandalkan untuk tugas-tugas kecil tanpa banyak revisi, kepercayaan atasan akan terbentuk secara alami.

Selain itu, menguasai dasar bikin kamu lebih cepat berkembang. Saat orang lain masih bingung dengan alur kerja, kamu sudah siap mengambil tugas tambahan. Dari sini, peluang untuk terlibat di proyek yang lebih besar akan terbuka dengan sendirinya.

2. Punya inisiatif, tapi tetap tahu batas

ilustrasi beberapa orang sedang berdiskusi
ilustrasi beberapa orang sedang berdiskusi (unsplash.com/Christina @ wocintechchat.com)

Menonjol bukan berarti harus selalu jadi yang paling vokal. Inisiatif bisa ditunjukkan lewat hal-hal sederhana, seperti menawarkan bantuan saat tim kewalahan atau memberi ide saat diskusi. Sikap proaktif ini menunjukkan kalau kamu peduli dengan hasil kerja tim, bukan cuma tanggung jawab pribadi.

Namun, penting juga tahu batas. Jangan asal ambil alih atau memaksakan ide tanpa memahami konteks. Inisiatif yang baik adalah yang relevan, tepat waktu, dan gak membuat orang lain merasa dilangkahi.

3. Bangun reputasi sebagai orang yang bisa diandalkan

ilustrasi bekerja dengan jujur (unsplash.com/Barney Yau)
ilustrasi bekerja dengan jujur (unsplash.com/Barney Yau)

Di dunia kerja, reputasi itu mahal. Datang tepat waktu, selesaikan tugas sesuai deadline, dan konsisten dengan kualitas kerja adalah pondasi utama. Karyawan entry-level yang bisa diandalkan biasanya lebih cepat diperhitungkan dibandingkan yang pintar tapi sulit dipercaya. Saat kamu dikenal sebagai orang yang “kalau dikasih tugas pasti beres”, atasan akan lebih nyaman memberikan tanggung jawab tambahan. Dari sinilah proses naik level biasanya dimulai.

4. Punya attitude yang enak diajak kerja

ilustrasi berdiskusi dengan rekan kerja
ilustrasi berdiskusi dengan rekan kerja (unsplash.com/Amy Hirschi)

Skill memang penting, tapi attitude sering jadi penentu. Bersikap sopan, menghargai rekan kerja, dan mampu bekerja sama dalam tim adalah nilai plus besar. Karyawan entry-level dengan attitude baik biasanya lebih mudah diterima di lingkungan kerja.

Lingkungan kerja yang nyaman juga membuat kamu lebih cepat belajar. Ketika orang lain senang bekerja denganmu, mereka gak segan berbagi ilmu atau melibatkanmu dalam proyek menarik.

5. Bangun personal branding sejak awal

ilustrasi bekerja
ilustrasi bekerja (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Personal branding bukan sekadar urusan media sosial. Cara kamu bekerja, berkomunikasi, dan menyelesaikan masalah adalah bentuk branding di kantor. Tentukan citra profesional seperti apa yang ingin kamu bangun, misalnya, sebagai problem solver, orang yang rapi, atau cepat belajar. Branding yang konsisten akan membuat namamu mudah diingat. Saat ada kesempatan baru, kamu akan jadi salah satu orang yang langsung terlintas di benak atasan.

Menjadi karyawan entry-level bukan berarti harus pasif dan menunggu kesempatan datang. Dengan strategi yang tepat, kamu bisa menonjol tanpa harus terlihat berlebihan. Ingat, karier yang kuat dibangun dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten sejak hari pertama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Life

See More

4 Cara Mengelola Luka Batin agar Tidak Merusak Hubungan

06 Jan 2026, 23:33 WIBLife