Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Sebab Tak Perlu Malu Mudik Naik Kendaraan Umum

6 Sebab Tak Perlu Malu Mudik Naik Kendaraan Umum
ilustrasi mudik (pexels.com/Masi)
Intinya Sih
  • Artikel menegaskan bahwa mudik dengan kendaraan umum bukan hal memalukan, karena tiketnya tetap bernilai dan menunjukkan kemampuan finansial di tengah lonjakan harga menjelang Lebaran.
  • Ikut program mudik gratis dianggap langkah cerdas memanfaatkan fasilitas publik, sekaligus membantu mengurangi kemacetan serta memberi keuntungan bagi penyelenggara dan pemudik.
  • Ditekankan bahwa kesuksesan tidak diukur dari kepemilikan kendaraan pribadi; yang penting adalah tiba di kampung halaman dengan selamat, nyaman, dan tanpa rasa malu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Apakah kamu akan mudik Lebaran nanti? Bila ya, sudahkah dirimu memutuskan hendak naik apa? Poin pentingnya sebenarnya kamu sampai di kampung halaman dan merayakan Idulfitri bersama keluarga.

Namun, seperti sebagian orang, boleh jadi dirimu galau sekali memikirkan alat transportasi yang akan digunakan. Beberapa orang bela-belain mendadak mengganti atau membeli kendaraan pribadi cuma demi mudik. Atau, menyewa mobil keluaran terbaru sangat mahal karena banyaknya permintaan.

Jika kamu gak ada dana buat semua itu, naik kendaraan umum saja. Ada pesawat, kapal, kereta api, bus, dan mobil travel untuk dipilih. Dari bandara, pelabuhan, stasiun, atau terminal pasti juga ada taksi atau ojek yang beroperasi. Pulang kampung dengan kendaraan umum sama sekali tak memalukan. Simak alasan untuk tak perlu malu mudik naik kendaraan umum berikut ini, ya!

1. Harga tiketnya juga lumayan

mudik
ilustrasi mudik (pexels.com/Darya Sannikova)

Kamu naik kendaraan umum apa pun, jelas membayar. Bukan dirimu yang menjadi penumpang gelap. Harga tiketnya tak murah. Apalagi mendekati Lebaran. Tiket satu orang saja bisa ratusan ribu sampai jutaan rupiah.

Belum untuk tiket kembali ke rantau. Harga kendaraan pribadi memang berkali-kali lipat dari tiket PP-mu. Namun, mobil atau motor bisa dipakai berkali-kali kapan pun serta ke mana pun. Sedangkan tiket perjalananmu cuma berlaku buat sekali jalan.

Meski naik kendaraan pribadi kerap dinilai lebih bergengsi, bisa beli tiket mudik juga tanda dirimu punya duit. Terlebih di tengah lonjakan harga. Naik kendaraan umum tidak membuktikan kantongmu kempis.

2. Kalaupun ikut mudik gratis, berarti cerdas memanfaatkan fasilitas

mudik
ilustrasi mudik (pexels.com/ClickerHappy)

Seandainya pun kamu tak punya anggaran buat beli tiket mudik kemudian memilih ikut mudik gratis, jangan malu. Kantongmu memang lagi kering. Namun, dirimu sangat cerdas dalam memanfaatkan fasilitas yang ada.

Begitu banyak bus disediakan penyelenggara untuk mengangkut para pemudik. Alasannya jelas tak semata-mata kasihan pada perantau yang gak punya ongkos. Namun, juga ada bentuk partisipasi perusahaan untuk mengurangi kemacetan selama arus mudik.

Pun pihak penyelanggara bukannya tak mendapatkan keuntungan sama sekali. Nama perusahaan menjadi harum. Mereka memenangkan hati masyarakat. Akibatnya, apa pun produk yang dihasilkan juga bakal lebih mudah laku di pasaran. Mudik gratis adalah hubungan yang saling menguntungkan antara penyelenggara dan penikmat layanan.

3. Ukuran kesuksesan macam-macam, gak cuma kendaraan pribadi

mudik
ilustrasi mudik (pexels.com/Denniz Futalan)

Memang tak sedikit orang yang mengaitkan kesuksesan dengan kepemilikan sejumlah benda. Mulai dari properti, barang bermerek terkenal, sampai kendaraan pribadi. Punya mobil atau motor saja masih ada sistem kasta berdasarkan tahun pembuatan, nama pabrik, serta tipenya.

Dengan kamu tak punya kendaraan pribadi, apakah artinya dirimu gagal total dalam hidup? Tentu saja gak begitu. Arti dan standar kesuksesan yang terpenting harus berasal dari diri sendiri.

Selama menurutmu keberhasilan dalam hidup bukan hanya tentang mobil dan motormu, cuek saja. Mungkin di kampung halaman akan ada orang yang mengejekmu. Namun, kamu gak hidup sekali buat meladeni ucapan negatif orang. Cuekin aja.

4. Kamu malah tak perlu capek mengemudi

mudik
ilustrasi mudik (pexels.com/Pew Nguyen)

Bukan rahasia lagi bahwa kemacetan panjang selalu terjadi di mana-mana setiap musim mudik. Padahal, kamu masih dalam kondisi berpuasa. Begitu pula jika pasanganmu yang menyetir.

Terjebak kemacetan berjam-jam sambil berpuasa sangat tidak nyaman. Bisa-bisa kalian semua ambruk di tengah jalan. Andai kalian naik mobil pun, banyaknya penumpang plus barang bawaan bikin bagian dalam terasa sempit.

Kalian mau bergantian tidur juga gak enak. Lebih nyaman naik kendaraan umum. Ngantuk, tinggal tidur. Tiba waktu berbuka atau sahur, juga bisa makan dan minum di dalam kendaraan. Sampai salat wajib dan sunah pun dapat dilakukan.

5. Penumpang lain juga banyak, bukan kamu doang

mudik
ilustrasi mudik (pexels.com/Denniz Futalan)

Tidak ada alasan untukmu malu naik kendaraan umum ketika mudik, sebab penumpang lain juga banyak. Malah banyak tiket bus, pesawat, kapal, dan kereta api sudah ludes terjual sejak H-sekian. Kamu mesti mengalihkan fokusmu dari beberapa orang yang suka mengejek ke teman-teman perjalananmu.

Kalian menang jumlah, kok. Bila ada anggapan bahwa penumpang kendaraan umum miskin, masa orang sebanyak itu gak ada yang kaya? Bahkan jajan di kereta api saja terbilang mahal per porsinya.

Hindari merasa sendirian sekalipun kamu tidak mengenal teman-teman seperjalanan. Banyaknya pengguna transportasi umum di musim liburan membuktikan bahwa pilihan ini dipandang tepat oleh banyak orang. Sekalipun harga tiketnya beda dari hari biasa.

6. Mungkin rasa malu timbul dari pikiran sendiri

mudik
ilustrasi mudik (pexels.com/Mohamed Serag)

Sering kali orang yang gampang minder tidak menyadari hal ini. Kamu selalu merasa orang-orang di kampung halaman mengejekmu karena tidak membawa kendaraan pribadimu. Termasuk keluarga sendiri.

Faktanya bisa sangat berbeda. Di tengah suasana bahagia menyambut Lebaran, boleh jadi tak seorang pun memikirkan hal tersebut. Terserah kamu pulang naik apa, yang penting tiba dengan selamat dan sehat.

Tetangga-tetanggamu juga gak terlalu peduli soal kendaraan, kok. Mereka lagi sibuk dengan persiapan Lebaran di rumah masing-masing. Pun, seandainya semua perantau pulang bawa kendaraan sendiri, malah repot. Mobil dapat diparkir berderet sampai menutupi rumah tetangga dan bikin mereka kesal.

Mudik butuh persiapan fisik serta finansial apa pun alat transportasi yang dipilih. Tak perlu malu mudik naik kendaraan umum karena naik pesawat, kapal, kereta api, bus, atau mobil travel itu seru. Kamu bertemu banyak orang baru dan sebagai penumpang dapat lebih menikmati pemandangan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Life

See More