Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dijodohkan di Kantor, Haruskah Bilang Sudah Punya Pacar?
Ilustrasi perjodohan di tempat kerja (pexels.com/Mikhail Nilov)
  • Karyawan boleh menyebut sudah punya pacar untuk menghentikan perjodohan di kantor, tetapi cukup tanpa membagikan detail hubungan pribadi.
  • Status hubungan tidak wajib diungkapkan; penolakan terhadap perjodohan tetap sah dengan menyatakan ketidaknyamanan atau ketidaktertarikan secara langsung.
  • Jangan mengaku punya pacar bila tidak benar, tetap profesional dengan rekan kerja, dan tegaskan batas bila candaan perjodohan terus berlanjut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dijodohkan dengan teman sekantor kadang membuat seseorang bingung harus memberikan respons seperti apa. Apalagi kalau sebenarnya kamu sudah memiliki pacar dan gak ingin candaan tersebut berkembang menjadi lebih jauh. Ketika kamu dijodohkan di kantor, teman kantormu mungkin hanya bermaksud bercanda. Meski begitu, kalau terus dilakukan, kamu perlu memberikan penjelasan. Salah satu cara yang terpikir adalah langsung mengatakan bahwa kamu sudah punya pasangan.

Namun, apakah kamu memang harus langsung mengungkapkannya? Jawabannya gak selalu. Kamu boleh mengatakan bahwa kamu sudah punya pacar kalau merasa nyaman dan ingin menghentikan perjodohan dengan alasan yang jelas. Namun, kamu juga tetap berhak menjaga kehidupan pribadi kalau belum ingin membagikannya kepada teman kantor.

1. Bilang punya pacar kalau memang ingin menghentikan candaan

Ilustrasi perjodohan di tempat kerja (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Kalau kamu sudah memiliki pasangan dan merasa nyaman mengatakannya, informasi tersebut bisa menjadi cara sederhana untuk menghentikan perjodohan. Teman kantor biasanya akan lebih mudah memahami bahwa kamu gak sedang mencari pasangan. Kamu gak perlu memberikan banyak detail tentang hubungan tersebut.

Cukup katakan secara santai, "Aku sebenarnya sudah punya pacar, lho! Jadi, jangan dijodohkan lagi." Kalimat tersebut sudah cukup untuk memberikan batas tanpa harus menjelaskan siapa pasanganmu, sudah berapa lama berpacaran, atau bagaimana hubungan kalian berjalan. Semakin sedikit detail pribadi yang dibagikan, semakin mudah menjaga percakapan tetap sederhana.

2. Gak wajib mengungkapkan hubungan pribadi

Ilustrasi perjodohan di tempat kerja (pexels.com/Mikhail Nilov)

Punya pacar bukan satu-satunya alasan seseorang boleh menolak perjodohan. Bahkan kalau kamu masih lajang, kamu tetap berhak mengatakan bahwa kamu gak tertarik. Karena itu, kamu gak perlu merasa harus mengaku punya pasangan hanya agar teman berhenti menjodohkan.

Kehidupan pribadi tetap merupakan ranah yang boleh kamu jaga. Kalau kamu belum nyaman membicarakan hubungan di kantor, kamu bisa mengatakan, "Aku gak tertarik untuk dijodohkan, jadi gak usah ya." Penolakan tersebut tetap valid tanpa harus menyertakan informasi mengenai status hubunganmu.

3. Hindari menggunakan pacar sebagai alasan kalau gak sesuai kenyataan

Ilustrasi perjodohan di tempat kerja (pexels.com/MART PRODUCTION)

Kalau sebenarnya kamu gak punya pacar, sebaiknya gak perlu membuat cerita bahwa kamu sedang menjalin hubungan hanya untuk menghentikan candaan. Kebohongan kecil seperti ini bisa menjadi rumit kalau teman mulai bertanya lebih jauh. Mereka mungkin penasaran siapa pasanganmu, bagaimana kalian bertemu, atau bahkan ingin melihat fotonya.

Situasinya bisa semakin canggung jika suatu hari cerita tersebut terbongkar. Kamu justru harus menjelaskan alasan membuat cerita yang sebenarnya gak perlu. Menolak perjodohan secara langsung biasanya lebih sederhana daripada membuat status hubungan yang gak sesuai kenyataan.

4. Kalau sudah punya pacar, tetap jaga batas dengan rekan kerja

Ilustrasi perjodohan di tempat kerja (pexels.com/MART PRODUCTION)

Mengatakan bahwa kamu sudah punya pacar sebaiknya tidak berarti kamu harus bersikap dingin kepada rekan kerja yang dijodohkan. Orang tersebut belum tentu ikut meminta teman-teman untuk menjodohkan kalian. Dia juga mungkin merasa canggung karena menjadi bagian dari candaan tersebut.

Tetaplah berinteraksi secara profesional seperti biasa. Kamu bisa bekerja sama, berbicara tentang pekerjaan, dan bercanda dalam batas yang wajar tanpa memberikan sinyal romantis. Status hubunganmu cukup menjadi informasi untuk menjelaskan bahwa kamu gak tersedia untuk perjodohan, bukan alasan untuk memperlakukan rekan kerja secara berbeda.

5. Gak perlu menjelaskan detail tentang pacar

Ilustrasi perjodohan di tempat kerja (pexels.com/MART PRODUCTION)

Kalau teman langsung penasaran setelah mengetahui kamu sudah punya pacar, kamu gak harus menjawab semua pertanyaan. Misalnya, kamu gak wajib memberikan nama, foto, tempat kerja, atau informasi pribadi pasangan hanya karena teman bertanya. Pilih sendiri informasi yang memang nyaman kamu bagikan.

Kalau ingin menghentikan percakapan, kamu bisa mengatakan, "Ada kok, tapi aku gak terlalu suka cerita soal hubungan di kantor." Jawaban seperti ini tetap sopan sekaligus memberikan batas yang jelas. Teman yang menghargai kamu seharusnya bisa memahami bahwa gak semua bagian kehidupan pribadi perlu diketahui bersama.

6. Kalau tetap dijodohkan, tegaskan batasnya

ilustrasi perjodohan antar rekan kerja (pexels.com/Thirdman)

Ketika kamu dijodohkan di kantor, ada kemungkinan teman tetap bercanda meskipun sudah mengetahui kamu memiliki pacar. Kalau hal tersebut terjadi, masalahnya bukan lagi soal apakah mereka tahu status hubunganmu. Kamu bisa langsung mengatakan bahwa kamu gak nyaman jika terus dijodohkan dan meminta mereka berhenti.

Kamu bisa mengatakan, "Aku sudah bilang punya pacar dan memang gak mau dijodohkan. Tolong jangan diterusin, ya." Gak perlu marah atau mempermalukan teman di depan orang lain. Penjelasan yang tegas dan konsisten sudah cukup untuk menunjukkan bahwa kamu serius menjaga batas.

Kalau kamu sudah memiliki pacar, mengatakan hal tersebut kepada teman kantor memang bisa menjadi cara yang mudah untuk menghentikan perjodohan. Namun, kamu gak wajib mengungkapkan status hubungan jika belum nyaman. Kamu tetap bisa menolak hanya dengan mengatakan bahwa kamu gak tertarik atau gak ingin dijodohkan.

Yang terpenting adalah jangan memberikan sinyal yang bertentangan dengan apa yang kamu inginkan. Kalau sudah punya pasangan, jaga batas dengan rekan kerja dan hindari perilaku yang dapat menimbulkan salah paham. Sementara itu, teman kantor juga perlu menghormati bahwa keputusan mengenai hubungan pribadi bukan sesuatu yang harus ditentukan bersama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article