Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tips Menjaga Hubungan Baik dengan Mantan Rekan Kerja

3 min read
5 Tips Menjaga Hubungan Baik dengan Mantan Rekan Kerja
ilustrasi perempuan mengobrol (pexels.com/Marcus Aurelius)
  • Setelah resign, koneksi dengan mantan rekan kerja tetap bisa dijaga lewat interaksi relevan, seperti memberi ucapan atas pencapaian, tanpa harus sering menghubungi.
  • Pisahkan urusan kantor lama dari pekerjaan baru dengan tidak menyebarkan informasi internal atau membandingkan perusahaan, demi menjaga etika dan kepercayaan profesional.
  • Bangun relasi dua arah melalui perhatian kecil dan percakapan tulus, tanpa menjadikannya jalur informasi semata, sambil menghindari konflik kepentingan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Setelah resign, hubungan dengan rekan kerja gak harus ikut berakhir. Lingkungan kerja berubah, tetapi koneksi profesional bisa tetap berjalan tanpa terasa canggung. Menjaga relasi dengan mantan rekan kerja justru bisa menjadi bagian penting dari perjalanan karier.

Bukan berarti kamu harus terus aktif menghubungi semua orang dari kantor lama. Ada batas yang perlu dijaga supaya hubungan tetap sehat dan komitmen pada perusahaan baru gak terganggu. Yuk, simak beberapa cara menjaga hubungan baik dengan mantan rekan kerja berikut ini!

  1. 1. Tetap terhubung tanpa harus sering menghubungi

    ilustrasi perempuan mengirim pesan
    ilustrasi perempuan mengirim pesan (magnific.com/magnific)

    Kamu mungkin masih melihat unggahan mantan rekan kerja di LinkedIn, tetapi bingung apakah perlu menyapa. Menghubungi mereka setiap minggu juga terasa berlebihan, apalagi jika sudah punya kesibukan baru. Padahal, hubungan profesional gak selalu membutuhkan komunikasi yang sering untuk tetap terasa dekat.

    Cukup hadir pada momen yang relevan, seperti mengucapkan selamat atas promosi atau pekerjaan baru. Respons sederhana bisa menunjukkan bahwa kamu masih menghargai hubungan tersebut tanpa membuatnya terasa dipaksakan. Pola seperti ini membuat networking berjalan lebih alami dan gak berubah menjadi kewajiban sosial.

  2. 2. Pisahkan urusan kantor lama dan pekerjaan sekarang

    ilustrasi perempuan bekerja
    ilustrasi perempuan bekerja (magnific.com/magnific)

    Setelah pindah perusahaan, kamu mungkin masih menerima cerita soal masalah di kantor lama. Rasanya wajar kalau kamu ingin ikut membahasnya karena kamu pernah mengalami situasi yang sama. Namun, terlalu jauh terlibat bisa membuat batas profesional dengan perusahaan baru menjadi kabur.

    Kamu tetap bisa mendengarkan tanpa ikut menyebarkan informasi internal atau membandingkan dua tempat kerja. Sikap ini menunjukkan bahwa hubungan rekan kerja tetap dihargai, sekaligus menjaga kepercayaan dari tempat kerja sekarang. Etika setelah resign bukan berarti memutus hubungan, melainkan mengetahui bagian mana yang sebaiknya tetap menjadi milik kantor lama.

  3. 3. Manfaatkan momen kecil untuk menjaga relasi

    ilustrasi networking
    ilustrasi networking (magnific.com/magnific)

    Gak semua hubungan perlu dipelihara lewat agenda networking yang terlihat resmi. Terkadang, membalas kabar setelah lama gak bertemu atau mengirim ucapan saat mereka mencapai sesuatu justru terasa lebih personal. Momen kecil seperti ini membuat hubungan tetap punya konteks, bukan sekadar nama yang tersimpan di kontak.

    Kamu juga bisa menyimpan perhatian pada hal yang pernah mereka ceritakan sebelumnya. Ketika kamu mengingat proyek, rencana karier, atau kabar penting mereka, percakapan terasa lebih tulus. Hubungan profesional yang bertahan lama biasanya tumbuh dari perhatian yang konsisten, bukan frekuensi komunikasi yang tinggi.

  4. 4. Hindari menjadikan mantan rekan kerja sebagai jalur informasi

    ilustrasi perempuan tenang
    ilustrasi perempuan tenang (magnific.com/benzoix)

    Mantan rekan kerja memang bisa menjadi sumber informasi tentang industri atau perkembangan bidang pekerjaanmu. Namun, jangan sampai hubungan tersebut hanya muncul ketika kamu sedang membutuhkan sesuatu. Jika setiap pesan berisi permintaan bantuan, koneksi yang awalnya nyaman bisa terasa transaksional.

    Cobalah tetap memberi ruang untuk percakapan yang gak selalu berujung pada kepentingan pribadi. Kamu bisa berbagi informasi pekerjaan yang relevan, merekomendasikan kesempatan, atau sekadar menanyakan kabar. Cara ini membuat networking terasa dua arah dan menunjukkan bahwa kamu menghargai orangnya, bukan hanya akses yang mereka punya.

  5. 5. Tetap jaga batas ketika hubungan mulai terlalu dekat

    ilustrasi perempuan mengobrol
    ilustrasi perempuan mengobrol (magnific.com/magnific)

    Hubungan dengan mantan rekan kerja bisa berkembang menjadi pertemanan yang cukup dekat. Meski begitu, kedekatan tersebut tetap perlu menyesuaikan posisi dan tanggung jawabmu di perusahaan baru. Terutama jika pekerjaan kalian berada dalam industri yang sama atau melibatkan kepentingan bisnis yang beririsan.

    Kamu gak perlu menjauh hanya karena takut dianggap gak profesional. Yang penting, hindari percakapan atau tindakan yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Menjaga batas justru membuat hubungan lebih nyaman karena masing-masing tahu ruang yang perlu dihormati.

    Meninggalkan perusahaan bukan berarti harus melepaskan semua hubungan yang terbentuk di sana. Kamu masih bisa menjaga hubungan baik dengan mantan rekan kerja melalui cara yang wajar, konsisten, dan tetap menghormati batas profesional. Relasi yang baik akan terasa lebih berharga ketika dibangun bukan karena kebutuhan sesaat, tetapi karena saling menghargai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More