6 Etika Main ke Kantor Lama, Bolehkah Mantan Karyawan ke Sana?

- Lihat dulu aturan tamu di kantor tersebut
- Sesuaikan dengan jam istirahat karyawan
- Jaga ketenangan
Kalau kamu pernah resign atau terkena PHK berarti dirimu punya mantan kantor. Baik sekarang kamu sudah bekerja di kantor baru atau tidak lagi menjadi karyawan kantoran, kadang dapat muncul rasa kangen. Dirimu ingin berkunjung ke kantor lama.
Kamu bisa kangen teman-teman lama, penasaran dengan perkembangannya sekarang, atau justru rindu masakan kantinnya. Apa pun latar belakangmu ingin main ke sana, dirimu mesti paham betul etikanya. Kantor sama seperti rumah.
Orang luar tidak boleh masuk sembarangan. Jangan sampai kamu diusir atau kawan yang ditemui olehmu kena teguran keras oleh atasannya. Ini bukan cuma soal memperturutkan keinginanmu, ya.
1. Lihat dulu aturan tamu di kantor tersebut

Semua kantor punya aturan. Kamu jangan beralasan gak tahu aturan di kantor lama. Dirimu pernah beberapa tahun menjadi keluarga besar kantor tersebut. Kalaupun ada kemungkinan perubahan peraturan seharusnya kamu mencari tahu terlebih dahulu.
Semestinya dirimu di sana hendak bertemu setidaknya satu orang. Tak mungkin kamu cuma hendak jalan-jalan di area kantor. Tanyakan padanya terkait aturan tamu.
Jangan-jangan karyawan tak boleh menerima tamu di luar keperluan pekerjaan seperti klien. Tamu yang gak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan mesti ditemui di luar area kantor. Artinya, kalian barangkali cuma dapat berjumpa di tempat makan sekitar kantor lamamu.
2. Sesuaikan dengan jam istirahat karyawan

Andai pun dari segi peraturan memungkinkan untukmu bertemu kawan lama, jangan dilakukan sembarang waktu. Lebih baik kamu cuma datang tepat di jam makan siang. Itu pun dirimu mesti janjian dulu dengan teman.
Sebab boleh jadi ia malah ada tugas di luar pada jam tersebut. Dengan kamu hanya main ke kantor lama ketika waktu istirahat diharapkan tak mengganggu pekerjaan siapa pun. Ingat saat dirimu luang, orang lain belum tentu.
Keuntungan lain main di jam istirahat kantor, suasananya jauh lebih santai. Berbeda dengan apabila belum waktu istirahat. Sahabatmu paling kental selama bekerja di sana pun gak bisa bersikap terlalu akrab. Ada etika yang harus dijaganya sepanjang waktu tersebut.
3. Pahami area yang boleh atau dilarang dimasuki selain karyawan

Kantor lama masih kasih kesempatan karyawannya menemui tamu. Gak masalah dengan statusmu yang pernah bekerja di sana. Namun, beda status berarti lain pula area jelajahmu.
Maksudnya, kamu gak boleh lagi memasuki semua ruangan. Walaupun dirimu hafal di luar kepala akses ke setiap area, tahan dirimu. Jangan menginjak satu pun keramik di area yang gak boleh dimasuki selain oleh karyawan.
Dirimu juga tak perlu menunggu teguran dari siapa pun. Apabila kamu sampai ditegur petugas keamanan malah malu berat. Bisa-bisa niat mainmu berujung interogasi oleh satpam kantor. Andai teman mengajakmu memasuki ruangan yang bukan lagi hakmu, tolak saja.
4. Jangan memakai atribut kantormu sekarang

Kamu asli cuma ingin main ke kantor lama atau ada misi tersembunyi? Misalnya, dirimu sekarang bekerja di kantor yang lebih prestisius. Dengan kamu mengenakan seragam kantor yang baru, kesannya dirimu cuma ingin pamer ke teman-teman.
Bahkan mungkin kamu hendak membalas dendam pada kawan atau atasan yang dulu selalu berkonflik denganmu. Dirimu ingin membuatnya malu serta mengakui kehebatanmu sekarang. Buang jauh-jauh niat buruk seperti ini.
Kamu bekerja di kantor mana pun sekarang, kenakan pakaian bebas atribut. Kecuali, seperti kalau dirimu kini bekerja sebagai kurir dan ke kantor lama bukan sekadar buat main. Namun, sekalian kamu mengantar paket ke sana.
5. Juga jangan membandingkan kantor lama serta barumu dari segi apa pun

Ketika kamu mengobrol dengan teman-teman di kantor lama, ucapan mesti betul-betiul dijaga. Sedekat apa pun kalian dulu, ada situasi yang telah berubah. Dirimu bukan lagi bagian dari keluarga besar kantor tersebut.
Kalau kamu sampai sembarangan bicara apalagi menjelek-jelekkan segala hal tentang kantor lama, mereka dapat sebal. Begitu pula pujianmu untuk seluruh sistem dan orang di kantor yang baru. Bukannya mereka terkesan malah muak mendengarkanmu.
Pahami bahwa hal demikian tidak etis untuk dibicarakan. Andai pun ada kawan di kantor lama yang menanyakan perbedaan pekerjaanmu sekarang dengan dulu, jawab secukupnya. Tetaplah memandang kantor lama maupun baru secara berimbang. Jangan seperti kacang lupa akan kulitnya. Bagaimanapun juga, dirimu pernah menggantungkan hidup di sana.
6. Jaga ketenangan

Kamu datang ke kantor lama di jam istirahat pun tetap gak boleh membuat kegaduhan. Meski teman-teman senang melihatmu lagi, jaga suasana tetap tenang. Malah dirimu perlu mengingatkan mereka jika mereka ribut duluan.
Terlebih bila bosnya masih bosmu dulu dan karakternya galak. Atau, bosnya baru serta dirimu gak tahu wataknya. Jangan meninggalkan kesan yang amat buruk di matanya. Mungkin bukan kamu yang bakal dihardiknya. Ia masih berusaha menahan emosi ketika melihat serta mendengar kegaduhan yang terjadi.
Akan tetapi, nanti kawan-kawanmu dimarahi atau langsung kena sanksi. Seseru apa pun persahabatanmu dengan mereka, sadari lokasinya bukan di rumah kalian atau tempat umum. Gak peduli berapa tahun dirimu pernah di sana, kantor tetap tempat orang-orang fokus bekerja. Suasana kantor yang tenang dan kondusif juga penting buat kasih kesan positif ke klien atau nasabah.
Umumnya mantan karyawan boleh saja main ke kantor lama. Namun, tetaplah menjaga tata krama. Kurang tepat jika dirimu ke sana cuma karena gabut, ingin membuktikan diri pasca resign, apalagi bikin gaduh. Bila begitu, mending kamu bertemu kawan lama di luar kantor.



















