ilustrasi pekerjaan (pexels.com/Thirdman)
Ada bayangan bahwa keluar dari pekerjaan sekarang akan langsung membawa ke situasi yang lebih baik. Padahal, setiap pekerjaan tetap punya tantangan masing-masing yang tidak selalu terlihat. Ekspektasi yang terlalu tinggi ini sering membuat keputusan resign terlihat lebih menarik daripada kenyataannya.
Ketika mulai melihat cerita orang lain yang juga menghadapi masalah di tempat baru, perspektif mulai berubah. Ternyata berpindah bukan berarti semua masalah selesai, melainkan hanya berganti bentuk. Kesadaran ini membuat banyak orang memilih bertahan sambil menata ulang ekspektasi mereka terhadap pekerjaan.
Keinginan untuk resign tanpa backup plan memang sering terasa menggoda, apalagi saat kondisi kerja sedang tidak menyenangkan. Namun, ketika berbagai pertimbangan mulai dihitung, keputusan tersebut tidak lagi sesederhana yang dibayangkan. Pada akhirnya, hasrat ingin resign tetapi tidak jadi bukan soal berani atau tidak, melainkan soal kesiapan menghadapi konsekuensi yang ikut datang. Jadi, jika keinginan itu kembali muncul, sudah benar-benar siap untuk resign?