Comscore Tracker

5 Penyebab Resign yang Harus Ditinggalkan, Bisa Hambat Karier!

Jangan gampang resign hanya dengan alasan sepele, ya!

Memasuki dunia kerja untuk pertama kalinya merupakan salah satu pengalaman penting pada kehidupan seseorang, mencicipi pahit manisnya mencari uang sendiri adalah pelajaran berharga yang bisa mengubah sudut pandang berkehidupan.

Walaupun begitu, tidak semua pekerjaan cocok dengan individu tertentu, oleh sebab itu kamu perlu memilah pekerjaan dengan baik dan benar. Namun dengan adanya alasan tersebut bukan berarti kamu bisa bebas keluar masuk sebuat pekerjaan tanpa pertimbangan. Apalagi jika kamu tergolong sangat baru dalam menapakan kaki di dunia kerja antara satu atau tiga bulan, ada lima alasan resign yang perlu ditinggalkan jika enggan menanggung risiko yang menghambat perkembangan karier dan prestasi.

1. Diakibatkan oleh rasa jemu

5 Penyebab Resign yang Harus Ditinggalkan, Bisa Hambat Karier!pexels.com/bongkarn thanyakij

Manusia memiliki sifat dasar berbeda dalam menjalani kehidupan sosialnya masing-masing, ada yang gemar melakukan aktivitas yang sama berulang-ulang dan ada juga yang sulit bertahan dengan kegiatan monoton yang dijalani setiap waktu. Perbedaan ini kemudian berdampak pada beberapa kegiatan, salah satunya adalah bekerja.

Semakin sering seseorang merasa bosan dan jengah akan rutinitas yang sama setiap hari, maka ia berpotensi untuk lebih banyak berpindah-pindah pekerjaan dalam durasi waktu yang singkat. Tak ayal, prilaku ini kerap menjadi masalah bagi proses rekrutmen seseorang di masa mendatang karena dianggap kurang kompeten dalam kesetiaan akan perusahaan.

Bagi kamu yang terjerumus dengan alasan ini, coba perhatikan dengan seksama berapa lama kamu sudah berada dalam perusahaan tersebut. Apakah waktu itu sudah cukup untuk kamu mencari pekerjaan baru atau terlampau singkat sampai dikira bekerja hanya untuk main-main?

2. Mendengar gaji orang yang lebih besar

5 Penyebab Resign yang Harus Ditinggalkan, Bisa Hambat Karier!pexels.com/cottonbro

Pendapatan yang dimiliki seseorang bisa beragam tergantung posisi yang diemban dan perusahaan yang dijajaki. Banyak perusahaan menerapkan gaji lebih tinggi walau posisinya serupa. Namun jangan jadikan ini sebagai patokan untuk kamu memutuskan berhenti tanpa ada pengganti yang lebih jelas.

Faktor nominal gaji merupakan salah satu pertimbangan yang bisa saja diakibatkan oleh masalah internal, boleh jadi sebetulnya pendapatan tersebut diberikan karena orang lain memiliki jam lembur berlebihan atau beban kerja yang lebih banyak. Urusan internal yang tidak ada kaitannya dengan karyawan tentu perlu dipikirkan dengan matang oleh kamu, apalagi jika subjek perbandingan tersebut notabene berbeda divisi hingga perusahaan denganmu.

Ada baiknya kita mulai instrospeksi diri, bisa saja gaji tidak sama dengan orang lain yang sejajar posisinya karena performa kamu kurang mumpuni atau ada target yang belum tercapai. Lain lagi jika kamu merasa sudah layak untuk menyandang pendapatan yang serupa atau lebih dengan prestasi yang ada, barulah pikirkan dengan seksama kemungkinan berpindah pekerjaan dengan harapan ganti yang lebih baik.

3. Capek jadi alasan utama

5 Penyebab Resign yang Harus Ditinggalkan, Bisa Hambat Karier!pexels.com/Field Engineer

Saat ini kata "capek" seolah menjadi pembenaran atas alasan berhenti kerja yang seringkali menghinggapi anak-anak yang baru saja menyelesaikan pendidikan. Padahal durasi waktu bekerja belum sampai tiga bulan atau bahkan tiga puluh hari dan masih tergolong ke dalam masa uji coba.

Perlu diketahui bahwa hampir semua pekerjaan memiliki porsi capek masing-masing, hanya saja bentuk capek itu berbeda-beda, ada yang mengedepankan ketangkasan sehingga fisik menjadi media utama yang dibuat lelah dan berdampak pada kesehatan anggota tubuh, serta ada yang lebih mengutamakan cara berpikir sehingga ia kewalahan secara non-fisik dan mengakibatkan peningkatan stres yang dialami.

Tidak semua pekerjaan yang duduk-duduk saja adalah menyenangkan, serta tidak semua pekerjaan yang mondar-mandir setiap waktu sangat melelahkan. Semua tergantung bagaimana seorang individu menikmati pekerjaannya. Sebab jika capek dijadikan alasan tetap untuk selalu resign, maka kamu bisa kesulitan mendapatkan pekerjaan karena hampir semua bidang akan memiliki capek pada masanya.

Baca Juga: Jangan Resign Dulu, Lakukan 5 Hal Ini ketika Merasa Kariermu Stagnan

4. Tergiur tawaran tidak jelas

5 Penyebab Resign yang Harus Ditinggalkan, Bisa Hambat Karier!pexels.com/Andrea Piacquadio

Jangan menukarkan pekerjaan yang diemban saat ini dengan sesuatu yang tidak jelas jika kamu belum yakin akan prospek tawaran tersebut. Bermain-main dengan pekerjaan tanpa pengalaman bisa membahayakan karier kamu yang belum berkembang dengan baik.

Apalagi jika tawaran tersebut cenderung mencurigakan karena diiming-imingi oleh sesuatu yang tidak masuk akal, seperti nominal gaji yang fantastis, fasilitas mewah, hingga tunjangan yang berlebihan, sementara kamu sendiri belum yakin potensi dan pengalaman yang dimiliki sudah sampai pada taraf itu.

Mencari yang pasti lebih diperlukan ketimbang mencoba-coba tawaran yang kurang jelas, kecuali jika kamu benar-benar menerima risiko paling buruk seperti ditipu dan dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.

5. Tidak masuk standarmu

5 Penyebab Resign yang Harus Ditinggalkan, Bisa Hambat Karier!pexels.com/Pixabay

Sebagian orang yang masuk dunia kerja biasanya sangat berambisi untuk menempati posisi penting dengan gaji di atas rata-rata, namun seolah tutup mata dengan pengalaman dan kemampuan yang dimiliki. Alhasil, saat resmi menjadi karyawan dengan posisi yang menurutnya kurang masuk dengan standar yang diinginkan, seseorang tersebut bisa memutuskan untuk resign sekenanya.

Harus diketahui bahwa terkadang untuk mencapai posisi yang diinginkan, maka seseorang perlu waktu yang tidak sedikit diiringi dengan berbagai rintangan yang harus diselesaikan dengan baik. Sulit mencapai posisi dengan standar tinggi jika kamu tidak memiliki kemampuan yang mumpuni.

Justru ada baiknya merintis dari bawah sehingga kamu punya pengalaman di berbagai tingkatan sebagai acuan jika nantinya kamu berhasil meraih posisi yang diinginkan. Dengan ini, kamu dapat mengontrol diri untuk tidak berbuat seenak jidat dan memperlakukan divisi lain seolah-olah kamu tidak butuh mereka.

Itulah kelima alasan resign yang sebaiknya mulai ditinggalkan bila kamu baru menjajaki dunia pekerjaan dalam kurun waktu yang singkat. Segala sesuatu hendaknya dipikirkan secara matang untuk mendapat jawaban yang sesuai, hindari kecenderungan memutuskan sesuatu dengan tergesa-gesa apalagi jika hanya mengandalkan kelebihan yang belum pasti kebenarannya.

Baca Juga: 8 Cara Atasi Tekanan Kerja, Biar Gak Impulsif Pengen Resign Aja

Intan Pratiwi Buchr Photo Verified Writer Intan Pratiwi Buchr

sempat ingin jadi astronaut

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Agustin Fatimah

Berita Terkini Lainnya