- Menentukan lokasi yang tepat untuk memotret objek
- Menemukan dan mengidentifikasi objek langit
- Merencanakan teknis pengoperasian alat jauh-jauh hari, terlebih saat ingin mengabadikan peristiwa langka yang terjadi dalam waktu singkat
- Mengatur dan mengoperasikan beragam peralatan astronomi, seperti teleskop, kamera, dan sistem pelacakan.
- Mengambil foto dan video benda-benda langit atau fenomena langit
- Memanipulasi, menyesuaikan pengaturan, dan mengedit foto untuk memperoleh hasil visual terbaik
- Mengatasi masalah teknis yang mungkin muncul saat pengambilan gambar
- Mengelola penyimpanan data agar tidak hilang
Mengenal Jobdesk Astrophotographer, Gak Cuma Foto Bintang!

- Astrophotographer adalah fotografer yang fokus memotret benda langit seperti bintang, planet, dan galaksi menggunakan peralatan astronomi di lokasi minim polusi cahaya.
- Pekerjaan ini menuntut kombinasi keterampilan teknis dan nonteknis, termasuk pemahaman astronomi, fotografi, teknologi komputer, serta ketelitian dan ketahanan fisik tinggi.
- Karier astrophotographer menjanjikan dengan peluang di observatorium, media, hingga freelance global, berpotensi menghasilkan pendapatan hingga miliaran rupiah per tahun bagi profesional berpengalaman.
Tahu kan istilah photographer, gimana kalau astrophotographer? Kamu pernah mendengarnya? Kalau dilihat dari penamaannya sih berhubungan dengan astronomi dan fotografi. Jawaban itu tepat sekali. Jika fotografer biasa menangkap objek atau momen di bumi, nah astrophotographer adalah mereka yang mengambil foto atau video benda-benda langit, seperti bintang, planet, komet, galaksi, gerhana, dan lain-lain.
Sederhananya, astrophotograpy atau fotografi astronomi merupakan seni memotret segala hal yang ada di luar angkasa, yang gak bisa terlihat jelas diamati oleh mata telanjang manusia. Biar kamu semakin paham tentang pekerjaan ini, berikut penjelasan lebih rinci mengenai jobdesk astrophotographer.
1. Tugas dan tanggung jawab utama

Seorang astrophotographer umumnya bekerja di bawah langit malam hari yang cerah, di pedesaan atau lokasi terpencil. Dikatakan bahwa semakin gelap, semakin baik. Mengapa demikian? Sebab, di waktu dan tempat tersebut, cahaya dari benda-benda langit bisa terlihat lebih jelas tanpa terganggu oleh polusi cahaya dari lampu-lampu kota.
Lantas, apa saja yang kamu lakukan sehari-hari sebagai astrophotographer?
2. Skill dan kualifikasi yang dibutuhkan

Menjadi seorang astrophotographer nyatanya gak sekadar memfoto benda langit. Sebab, diperlukan perpaduan antara pemahaman sains, ketelitian teknis, dan ketahanan fisik. Jadi, mengandalkan insting untuk mengambil gambar saja gak cukup. Pekerjaan ini menuntut pengetahuan dan pemahaman yang luas. Berikut hard skill dan soft skill yang perlu dimiliki oleh seorang astrophotographer.
Hard skill atau keterampilan teknis yang harus dimiliki astrophotographer.
- Keterampilan navigasi langit
- Keterampilan fotografi
- Kemampuan mengoperasikan peralatan astronomi
- Pemahaman meteorologi
- Manajemen perangkat lunak
Soft skill atau keterampilan nonteknis yang harus dimiliki astrophotographer.
- Kesabaran dan ketekunan
- Ketelitian yang tinggi
- Kemampuan troubleshooting
- Ketahanan fisik dan adaptasi
Bagaimana dengan kualifikasinya? Sebagai astrophotographer, kamu wajib punya pemahaman yang baik tentang fotografi, astronomi, dan teknologi komputer. Terkait pendidikan, memang gak ada pendidikan formal khusus untuk menjadi seorang astrophotographer. Namun, latar belakang pendidikan di bidang Astronomi, Fisika, atau Fotografi bisa memberikan keuntungan besar. Yang terpenting adalah kamu memiliki kombinasi yang tepat antara keterampilan teknis dan nonteknis seperti yang disebutkan di atas.
3. Jenjang karier dan prospek gaji

Semenjanjikan apa karier sebagai astrophotographer? Eits, jangan salah. Beberapa tahun terakhir, popularitas astrofotografi meningkat loh seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap astronomi. Lingkungan kerja mereka pun luas. Sebagai astrophotographer, kamu bisa bekerja di observatorium, planetarium, lembaga penelitian, badan antariksa, perusahaan media, atau sektor pariwisata.
Perusahaan media seperti majalah, situs web, buku, maupun film dokumenter memerlukan gambar astronomi berkualitas tinggi. Nah, kamu bisa menyajikan visual untuk artikel, sampul, atau video mereka. Selain itu, kamu juga bisa menjual karyamu melalui platform gambar stok.
Bagaimana dengan gajinya? Nominal gaji setiap profesi tentu menyesuaikan, termasuk astrophotographer. Dilansir laman Jobzmall, secara global, seorang astrophotographer pemula bisa memperoleh penghasilan antara $25.000 hingga $50.000 per tahun (setara dengan Rp400 juta hingga Rp800 juta). Sementara profesional yang berpengalaman dapat menghasilkan mendekati $75.000 per tahun atau sekitar Rp1,2 miliar.
Di Indonesia sendiri, astrophotographer biasanya menjadikan fotografi astronomi sebagai hobi atau side hustle. Mereka juga kerap bekerja secara mandiri menggunakan sistem freelance. Meski begitu, pendapatan mereka bisa sangat kompetitif karena karya yang dijual ke pasar global dihargai dengan mata uang asing. Bagaimana, apakah kamu tertarik untuk menjadi astrophotographer?