Kamu sedang berada di sebuah ruangan kantor perbankan yang tenang dan penuh konsentrasi, terdapat tumpukan laporan keuangan yang menjadi pemandangan utama di meja kerja. Tiba-tiba, seorang pengusaha datang membawa proposal besar untuk ekspansi pabriknya, dan nasib pendanaan tersebut kini berada sepenuhnya di tanganmu sebagai penilai risiko. Nah, inilah gambaran nyata bagaimana jobdesk credit analyst berperan sebagai "penyaring" utama yang memastikan setiap rupiah yang dipinjamkan perusahaan dapat kembali dengan aman dan menguntungkan.
Kamu mungkin kerap mendengar bahwa dunia perbankan hanya soal transaksi uang, tetapi di balik itu ada seni menganalisis karakter dan kemampuan manusia melalui angka, lho. Menjadi seorang analis kredit menuntut kamu untuk memiliki ketajaman insting sekaligus logika yang kuat guna menganalisa risiko gagal bayar yang bisa merugikan stabilitas keuangan institusi. Agar semakin paham tentang profesi ini, simak terus artikel ini, ya!
