4 Rekomendasi Buku Fiksi Pilihan Tatjana Saphira, Wajib Kamu Baca

- Supernova karya Dee Lestari, novel fiksi ilmiah fenomenal dengan 6 seri yang menggabungkan sains, spiritual, dan filsafat secara unik dan menarik.
- Looking for Alaska karya John Green, novel tentang persahabatan remaja di asrama Culver Greek dengan kerumitan pikiran dan emosi sosok Alaska Young.
- Manual of the Warrior of Light karya Paulo Coelho, novel filosofis yang mengajak pembaca memahami perjuangan hidup sebagai seorang kesatria.
Tatjiana Saphira gak hanya berbakat menjadi seorang aktris, tapi juga model dan penyanyi. Perempuan keturunan Jerman ini punya pesona yang elegan dan anggun.
Selain sibuk di dunia perfilman dan modeling, Tatjiana juga gemar membaca buku loh. Koleksi bacaannya pun beragam, meliputi buku nonfiksi maupun fiksi. Ia sering membagikan momen me-time-nya bersama buku di media sosial. Penasaran buku apa saja yang dibaca Tatjiana? Berikut 4 rekomendasi buku fiksi pilihan Tatjiana yang wajib masuk ke dalam daftar bacaanmu!
1. Supernova karya Dee Lestari

Buku karya Dee Lestari ini termasuk buku fenomenal. Gimana enggak? Dee Lestari berhasil menggabungkan antara sains, spiritual, dan filsafat dengan cara yang unik juga menarik. Supernova adalah sebuah novel fiksi ilmiah yang terbit pada tahun 2001 (seri pertama).
Supernova terdiri dari 6 seri, di antaranya, Supernova 1: Kesatria, Putri & Bintang Jatuh, Supernova 2: Akar, Supernova 3: Petir, Supernova 4: Partikel, Supernova 5: Gelombang, dan Supernova 6: Inteligensi Embun Pagi. Seri terakhirnya rilis pada tahun 2016.
Setiap seri menghadirkan cerita yang berbeda-beda. Kamu bisa membaca seri ke-1 sampai ke-5 sebagai cerita yang berdiri sendiri dengan masing-masing tema. Namun, untuk bisa memahami seri ke-6 dan menangkap gambaran besarnya, kamu perlu membaca keseluruhan seri sebelumnya. Seri terakhir atau penutup menjadi titik temu dari semua karakter yang dibuat secara terpisah pada seri sebelumnya.
2. Looking for Alaska karya John Green

Looking for Alaska merupakan novel karya John Green yang terbit pada tahun 2005. Novel ini terbagi menjadi dua bab utama dan satu bab tambahan. Dengan tebal kurang lebih 286 halaman, Looking for Alaska atau jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Mencari Alaska berkisah tentang Miles ‘Pudge’ Halter yang pindah ke asrama Culver Greek untuk mencari apa yang disebutnya sebagai “Kemungkinan Besar”.
Di sana, ia menjalin persahabatan erat dengan sekelompok remaja, termasuk sosok Alaska Young. Nah, judul novel ini gak diartikan secara harfiah mencari lokasi Alaska, ya. Alaska yang dimaksud bukan mengacu pada negara bagian, melainkan pada kerumitan pikiran serta emosi sosok Alaska Young.
3. Manual of the Warrior of Light karya Paulo Coelho

Karya-karya Paulo Coelho memang sarat akan makna dan mampu menggugah semangat serta kesadaran pembacanya. Salah satu karya populer Coelho adalah Manual of the Warrior of Light. Melalui novel ini, Coelho gak sekadar menyajikan alur cerita dalam narasinya, tapi juga menghadirkan panduan filosofis untuk siapa saja yang sedang berjuang menghadapi tantangan maupun cobaan hidup.
Coelho seakan mengajak kita selaku pembaca untuk memahami bahwa setiap manusia adalah seorang kesatria yang tengah menempuh perjalanan hidupnya. Dalam perjalanan hidup, setiap orang akan mengalami berbagai macam pertempuran, termasuk perjuangan batin untuk menguji keteguhan hati. Nah, di balik perjuangan itu, ada pelajaran berharga yang perlu disadari dan direnungkan.
4. The Devil and Miss Prym karya Paulo Coelho

Ada lagi karya Paulo Coelho pilihan Tatjana Saphira yang menjadi rekomendasi bacaan untuk kamu, yaitu The Devil and Miss Prym. Buku ini diterbitkan pertama kali pada tahun 2000 dengan 25 bab. Buku ini adalah bagian penutup dari trilogi On the Seventh Day (dua buku lainnya berjudul By the River Piedra I Sat Down and Wept dan Veronika Decides to Die).
Melalui novel ini, Coelho menarasikan perubahan besar yang bisa terjadi dalam hidup seseorang hanya dalam waktu tujuh hari atau satu minggu. Novel ini bisa dibilang berpijak pada pertanyaan: Apakah manusia pada dasarnya baik atau buruk? Jelasnya, The Devil and Miss Prym berkisah tentang pertempuran moral antara baik dan buruk dalam seminggu. Menarik, kan?
Jejak bacaan fiksi Tatjiana memang seru dan mendalam, ya. Daftar buku tersebut sejatinya bukan sekadar bacaan fiksi, melainkan narasi yang menyajikan refleksi mendalam serta perspektif yang lebih luas untuk pembaca. Selamat membaca dan tenggelam dalam kedalaman kata-kata!


















