Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sering Lembur dan Duduk Lama, Kenapa Muncul Istilah Office Ageing?
Ilustrasi bekerja (pexels.com/Antoni Shkraba)
  • Istilah office ageing ramai di media sosial China untuk menggambarkan kulit kusam, mata lelah, dan tubuh pegal setelah lama bekerja di kantor.
  • Studi di China mengaitkan penggunaan komputer delapan jam atau lebih dengan sebum, jerawat, dan kulit sensitif, tetapi belum membuktikan kantor mempercepat munculnya kerutan.
  • Duduk lama, layar, lembur, udara kering, ventilasi buruk, debu, dan karbon dioksida tinggi dapat memperparah ketidaknyamanan; jeda layar, peregangan, hidrasi, serta tidur cukup dianjurkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah merasa wajah terlihat lebih kusam, mata cepat lelah, dan badan pegal setelah seharian di kantor? Keluhan seperti ini belakangan ramai dikaitkan dengan istilah office ageing, yang menggambarkan berbagai perubahan fisik dan rasa lelah yang dianggap muncul akibat terlalu lama berada di lingkungan kerja.

Istilah tersebut mulai ramai diperbincangkan di media sosial China setelah sejumlah pekerja membagikan perubahan yang mereka rasakan selama bekerja. Meski terdengar seperti istilah baru, keluhan akibat menghabiskan waktu terlalu lama di dalam gedung sebenarnya sudah lama menjadi perhatian. Lantas, apa itu office ageing dan kenapa bisa terjadi?

1. Munculnya istilah office ageing

Ilustrasi bekerja (magnific.com/wayhomestudio)

Office ageing atau “penuaan karena kantor” belakangan ramai dibicarakan di media sosial China. Istilah ini menggambarkan keluhan seperti kulit terlihat lebih kusam, mata lelah, hingga tubuh terasa lebih cepat capek setelah menghabiskan banyak waktu di lingkungan kantor.

Sebuah studi terhadap perempuan di China menemukan bahwa penggunaan komputer selama delapan jam atau lebih per hari berkaitan dengan peningkatan sebum, jerawat, dan kulit sensitif. Namun, penelitian tersebut gak menemukan bukti bahwa pengguna komputer berat memiliki lebih banyak kerutan, sehingga office ageing belum bisa disebut sebagai bukti bahwa bekerja di kantor membuat wajah lebih cepat menua.

Meski begitu, fenomena ini membuat sejumlah pekerja melakukan cara unik untuk melindungi diri, seperti memakai topi pelindung matahari atau penutup wajah, mengoleskan tabir surya pada wajah dan lengan, hingga memasang payung di meja kerja.

2. Kenali tanda-tandanya

Ilustrasi bekerja (magnific.com/magnific)

Keluhan yang sering dikaitkan dengan office ageing sebenarnya cukup dekat dengan keseharian pekerja kantoran. Duduk terlalu lama, menatap layar berjam-jam, kurang bergerak, lembur, hingga berada di ruangan dengan udara yang kering bisa membuat tubuh terasa lebih lelah.

Selain itu, kualitas udara di dalam ruangan juga perlu diperhatikan. Udara yang kering, ventilasi yang kurang baik, debu, dan kadar karbon dioksida yang tinggi dapat memperparah rasa gak nyaman, kelelahan, hingga sulit berkonsentrasi.

3. Mulai dari kebiasaan kecil

Ilustrasi bekerja (magnific.com/BalashMirzabey)

Ramainya istilah office ageing juga membuat sejumlah pekerja mulai lebih memperhatikan kondisi tubuh selama berada di kantor. Gak harus sampai memasang payung di meja, kamu bisa mulai dari kebiasaan sederhana seperti memberi jeda dari layar, rutin bergerak dan melakukan peregangan, serta menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Kondisi ruangan juga gak kalah penting. Pastikan tempat kerja memiliki sirkulasi udara yang baik dan jangan lupa tetap menjaga waktu tidur agar tubuh punya cukup waktu untuk beristirahat setelah seharian bekerja.

Istilah office ageing memang terdengar unik, tetapi keluhan seperti mata lelah, kulit gak nyaman, dan tubuh pegal bisa menjadi pengingat untuk lebih memperhatikan kebiasaan selama bekerja. Jadi sesibuk apa pun mengejar deadline, jangan lupa kasih tubuh waktu untuk istirahat!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article