Ilustrasi rekan kerja (Pexels.com/Pavel Danilyuk)
Setelah beberapa minggu bekerja, akhirnya karyawan baru mungkin mulai memahami situasinya. Ia menyadari bahwa menawarkan bantuan bukan otomatis berarti mencari perhatian. Begitu juga dengan bertanya kepada atasan, memberikan ide, atau bersedia mengerjakan sesuatu di luar tugas utama.
Yang lebih penting adalah alasan di balik perilaku tersebut dan bagaimana seseorang melakukannya. Salah satu tanda inisiatif adalah ketika tindakan tersebut memang berkaitan dengan pekerjaan dan memberikan manfaat bagi tim, bukan sekadar bertujuan mendapatkan pujian.
Karena itu, pekerja baru tidak harus memilih antara "diam supaya tidak dianggap cari muka" dan "aktif supaya terlihat hebat." Ada jalan tengah yang jauh lebih sehat: amati konteks, pahami kebutuhan tim, lalu berinisiatif ketika memang ada alasan yang jelas.
Jadi, bertanya karena ingin belajar bukan cari muka. Membantu karena pekerjaan memang membutuhkan bantuan bukan cari muka. Menyampaikan ide dengan tujuan memperbaiki pekerjaan juga bukan berarti sedang mengejar perhatian.
Rasa takut dianggap cari muka sering kali bukan karena pekerja baru ingin terlalu menonjol, melainkan karena mereka sedang berusaha menemukan posisi yang tepat di lingkungan yang masih asing. Terkadang mereka hanya ingin terlihat kompeten tanpa dianggap sok tahu, ingin aktif tanpa dianggap ambisius, dan ingin dekat dengan tim tanpa terlihat menjilat atasan.