Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Hidup Sendiri Malah Lebih Mahal daripada yang Dibayangkan?

3 min read
Kenapa Hidup Sendiri Malah Lebih Mahal daripada yang Dibayangkan?
ilustrasi hidup sendiri (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Waktu masih tinggal sama keluarga, ada banyak kebutuhan rumah tangga yang tinggal kita pakai begitu saja. Mau minum tinggal ambil air, sabun sudah ada di kamar mandi, dan kalau lapar masih bisa ikut makan apa yang dimasak Mama. Kita tahu semua itu perlu dibeli, tapi gak pernah benar-benar ikut memikirkan berapa uang yang harus disiapkan untuk kebutuhan rumah setiap bulan.

Begitu tinggal sendiri, pengeluaran seperti ini mulai terasa. Uang gak cuma dipakai untuk kos dan makan, tetapi juga untuk berbagai kebutuhan yang sebelumnya sudah tersedia di rumah. Kalau kamu baru mau tinggal sendiri, coba perhatikan pengeluaran kecil yang sering gak masuk hitungan saat membuat anggaran bulanan.

  1. 1. Masak sendiri tetap butuh biaya

    Ilustrasi seseorang memasak daging sapi di dapur rumahan sebagai persiapan hidangan Iduladha.
    ilustrasi masak (pexels.com/RDNE Stock project)

    Masak sendiri memang bisa mengurangi biaya makan. Tapi untuk bisa masak, kamu tetap perlu belanja bahan makanan dan membeli beberapa kebutuhan di dapur. Pengeluaran ini biasanya baru terasa mencekik ketika harus belanja sendiri secara rutin.

    Belanja untuk satu orang juga gak selalu bisa disesuaikan dengan porsi makan. Ada bahan yang cepat basi, sementara bahan lain harus dibeli dalam kemasan tertentu entah kilo atau liter. Kalau gak habis digunakan, sebagian bahan akhirnya terbuang dan kamu tetap perlu membeli lagi saat persediaannya sudah habis.

  2. 2. Kos yang murah bisa bikin ongkos lainnya bertambah

    Seorang pengemudi ojek online mengendarai sepeda motor sebagai ilustrasi layanan transportasi berbasis aplikasi.
    ilustrasi ojek online (pexels.com/Arif Syuhada)

    Harga kos bukan satu-satunya pengeluaran yang perlu dilihat saat mencari tempat tinggal. Jarak ke kantor atau kampus juga ikut menentukan berapa uang yang akan keluar setiap hari. Kalau tempatnya jauh, biaya perjalanan bisa menjadi pengeluaran tetap selama kamu tinggal di sana.

    Kos yang lebih murah tetapi jauh bisa membuat ongkos perjalanan bertambah. Selisih harga sewa kos yang terlihat lumayan belum tentu terasa hemat setelah ditambah biaya pulan-pergi selama sebulan. Karena itu, harga kos sebaiknya gak dilihat sendirian tanpa menghitung ongkos perjalanan.

  3. 3. Makan di luar lebih sering daripada yang direncanakan

    Seorang perempuan menikmati makanan sendirian di meja restoran dengan suasana santai di luar ruangan.
    ilustrasi makan di luar (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Waktu baru tinggal sendiri, mungkin kamu sudah punya niat untuk lebih sering masak. Kenyataannya, rencana seperti itu bisa berubah ketika pulang kerja sudah capek atau sedang gak sempat menyiapkan makanan. Akhirnya, makan di luar atau pesan makanan online jadi pilihan yang lebih mudah.

    Sekali makan di luar mungkin gak terasa. Tapi kalau dilakukan berkali-kali dalam seminggu, jumlah uang yang kamu keluarkan tentu berbeda. Biaya makan juga bisa bertambah karena ada ongkir dan biaya layanan setiap kali memesan makanan online.

  4. 4. Tagihan yang dulu gak pernah dipikirkan sekarang harus dibayar

    Ilustrasi tagihan berupa lembar dokumen pembayaran yang digunakan untuk mencatat dan menghitung pengeluaran keuangan.
    ilustrasi tagihan (pexels.com/Ron Lach)

    Saat tinggal bersama keluarga, urusan listrik, air, atau internet mungkin gak pernah masuk ke hitungnmu. Setelah tinggal sendiri, semuanya jadi bagian dari pengeluaran bulanan. Uang untuk membayar kebutuhan tersebut juga harus disisihkan dari penghasilanmu sendiri.

    Pengeluaran ini juga gak selalu sama setiap bulan. Pemakaian listrik bisa berubah, begitu juga kebutuhan air atau biaya lain di tempat tinggal. Kalau ada sesuatu yang rusak dan perlu diperbaiki, pengeluaran bulan kamu bisa bertambah lagi.

  5. 5. Menyiapkan tempat tinggal ternyata butuh biaya

    Ilustrasi aktivitas belanja yang menggambarkan meningkatnya keramaian konsumen menjelang Hari Raya Lebaran.
    ilustrasi belanja (pexels.com/Jack Sparrow)

    Tempat tinggal yang baru ditempati belum tentu full furnished. Ada beberapa kebutuhan yang baru terasa penting setelah kamu mulai menggunakannya sehari-hari misal lap pel, ember, lemari dan masih banyak lainnya. Hal-hal seperti ini biasanya baru dipikirkan setelah kamu benar-benar tinggal sendiri.

    Membelinya satu per satu memang gak selalu terasa mahal. Tapi kalau beberapa kebutuhan harus dibeli dalam waktu berdekatan, jumlahnya bisa cukup besar. Setelah itu, masih ada barang yang perlu diganti ketika rusak atau sudah gak bisa dipakai yang mesti kamu bayar juga.

    Tinggal sendiri memang memberi banyak kebebasan, tetapi ada banyak kebutuhan yang sekarang harus ditanggung sendiri. Setelah beberapa waktu, kita jadi lebih tahu berapa uang yang sebenarnya dibutuhkan untuk menjalani hidup layak selama satu bulan. Kira-kira apa yang membuatmu sadar kalau ternyata hidup sendiri itu mahal?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More