Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bagaimana Lingkungan Kerja Toxic Memengaruhi Kesehatan Mental?

Bagaimana Lingkungan Kerja Toxic Memengaruhi Kesehatan Mental?
ilustrasi lingkungan kerja toxic (pexels.com/ANTONI SHKRABA production)
Intinya Sih
  • Lingkungan kerja toxic ditandai dengan komunikasi buruk, empati rendah, tekanan berlebihan, dan budaya yang menormalisasi stres hingga membuat karyawan merasa tidak aman secara psikologis.
  • Kondisi kerja beracun dapat memicu kelelahan emosional, kecemasan, depresi, sulit tidur, serta menurunkan kepercayaan diri dan kualitas hubungan sosial seseorang.
  • Untuk bertahan di lingkungan toxic, penting menetapkan batasan kerja, melakukan perawatan diri, mendokumentasikan perilaku negatif, mencari dukungan aman, dan tidak menyalahkan diri sendiri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pernahkah kamu merasa lelah, stres, dan serba salah terus-menerus ketika berada di tempat kerja? Kemudian, setiap hari Minggu kamu sering gelisah karena akan bertemu hari Senin dan bekerja kembali pada esok harinya? Jika iya, bisa jadi itu pertanda bahwa kamu terjebak di lingkungan kerja yang toxic.

Lingkungan kerja toxic atau lingkungan kerja yang beracun adalah kondisi tempat kerja yang tidak sehat, baik secara emosional, psikologis, maupun profesional. Lingkungan kerja seperti ini bisa membuat karyawan merasa tertekan. Lantas, bagaimana lingkungan kerja toxic dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang? Yuk, cari tahu penjelasannya dalam artikel ini!

1. Mengenal lingkungan kerja yang toxic

ilustrasi lingkungan kerja toxic
ilustrasi lingkungan kerja toxic (pexels.com/Yan Krukau)

Dikutip dari The Muse, seorang terapis kesehatan mental, Tina Salmon, mengatakan bahwa lingkungan kerja toxic adalah tempat di mana terdapat orang-orang dengan tingkat empati yang rendah. Situasi ini sering menormalisasikan stres karyawan sebagai hal yang wajar.

Lingkungan kerja toxic juga ditandai dengan pemimpin yang buruk, konflik berkepanjangan, dan tekanan kerja yang berlebihan. Di satu sisi, tidak ada pekerjaan yang selalu berjalan mulus, tapi di sisi lain situasi akan tampak berbeda bila penyebabnya bersumber dari lingkungan kerja yang toxic.

“Lingkungan kerja beracun merupakan lingkungan di mana orang merasa tidak aman secara psikologis, tidak didukung, atau stres terus-menerus,” kata Salmon.

“Ini adalah lingkungan dengan komunikasi yang buruk, ekspektasi beban kerja yang tidak realistis, serta budaya di mana istirahat dianggap sebagai kelemahan,” lanjutnya.

Laman Verywell Mind mengungkapkan, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa lingkungan kerja kamu mungkin beracun, antara lain: kamu sering mengalami stres yang berlebihan, kurang dukungan tim atau organisasi, hubungan interpersonal menjadi buruk, banyak gosip di tempat kerja, merasa takut gagal, kerap diliputi rasa serba salah, tidak percaya diri, dan komunikasi yang buruk.

2. Pengaruh lingkungan kerja toxic terhadap kesehatan mental seseorang

ilustrasi tidak semangat dalam bekerja
ilustrasi tidak semangat dalam bekerja (pexels.com/cottonbro studio)

Jika memahami uraian pada poin pertama, jelas lingkungan kerja yang toxic sangat berpengaruh terhadap kinerja seseorang dalam menuntaskan pekerjaannya. Selain itu, situasi negatif tersebut juga bisa memengaruhi kesehatan mental seseorang. Kamu mungkin akan sering menangis, menarik diri dari lingkungan sosial, kehilangan kualitas tidur, dan cenderung mudah marah.

“Bekerja di lingkungan yang tidak sehat dapat memengaruhi kinerja profesional, hubungan pribadi, dan kesehatan fisik. Dalam jangka pendek, orang akan menyadari bahwa itu hanya kelelahan biasa, padahal kondisi itu sudah menjangkau masalah kesehatan mental. Kamu mungkin akan sering merasa cemas sebelum bekerja dan meragukan kemampuanmu sendiri untuk menyelesaikan suatu proyek,” terang Salmon.

Berikut beberapa dampak umum lingkungan kerja toxic terhadap kesehatan mental, di antaranya:

  • Kelelahan emosional
  • Kecemasan dan depresi yang meningkat
  • Menurunnya harga diri dan kepercayaan diri
  • Sulit tidur
  • Sering menarik diri dari kehidupan sosial

3. Langkah-langkah yang harus dilakukan jika terjebak dalam lingkungan kerja toxic

ilustrasi seorang perempuan termenung
ilustrasi seorang perempuan termenung (pexels.com/Vitaly Gariev)

Bagaimanapun, tidak ada orang yang ingin bekerja di lingkungan beracun. Namun, semua itu tidak dapat diprediksi dan berada di luar kendali kita. Nah, buat kamu yang masih terjebak dalam situasi buruk ini, Salmon memiliki beberapa langkah penting supaya kamu bisa tetap waras, sehat, dan tidak mudah terpengaruh terhadap energi negatif di lingkungan tempat kerjamu:

  1. Tetapkan batasan yang jelas: Bertahan di lingkungan kerja toxic bukan berarti kamulah yang harus menanggung semua stres. Supaya waktu dan energimu tidak terbuang percuma, sebaiknya buat boundaries (batasan) dengan rekan-rekan dan atasan di kantormu. Kamu berhak tidak mengambil tugas tambahan, tidak menjawab pesan yang tidak mendesak di luar jam kerja, serta pulang kantor tepat waktu.
  2. Lakukan perawatan diri: Walaupun kamu mengalami situasi tegang dan frustasi di kantor, jangan sampai energi negatif tersebut terbawa hingga ke rumah. Usahakan untuk menjadikan malam hari sebagai momen istirahat penuh, mandilah dengan air hangat, seduh secangkir teh, dan konsumsi makanan lezat namun menyehatkan.
  3. Dokumentasikan perilaku toxic: Perlu diketahui, bahwa orang-orang toxic sering kali manipulatif dan playing victim. Agar kamu tetap aman jika perilaku mereka sudah keterlaluan, sebaiknya dokumentasikan tindakan toxic yang ada di lingkungan kerjamu. Ini akan membantumu ketika melaporkannya kepada atasan atau pihak yang berwenang.
  4. Carilah dukungan yang aman: Tidak apa-apa jika kamu belum menemukan teman baik di tempat kerja, percayalah kamu pasti akan menemukannya di tempat lain. Kamu bisa bicara dengan keluarga, teman lama, dan orang-orang yang kamu percaya untuk dimintai dukungan, bahkan solusi atas masalah yang kamu alami.
  5. Hindari menyalahkan diri sendiri: Tak kalah penting, yaitu jangan pernah menyalahkan diri sendiri atas kesalahan yang memang bukan kamu penyebabnya. Tetaplah tegas pada pendirianmu. Jangan biarkan orang lain merendahkanmu. Merasa lelah bukan berarti kamu lemah, tapi memang lingkunganmulah yang tidak mendukung kamu.

Sekali lagi, lingkungan kerja yang toxic sangat memengaruhi kesehatan mental seseorang. Sebab, pada dasarnya setiap orang tidak hanya datang bekerja untuk mencari uang, tetapi juga ingin memiliki ruang yang aman untuk bertumbuh dan berkembang. Penting diingat, apabila kamu sudah menerapkan beberapa langkah di atas namun hasilnya nihil, alangkah baiknya bila kamu mulai mencari peluang karier di tempat yang lebih baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us