Comscore Tracker

5 Masalah yang Bikin Keputusanmu Minim Dukungan Anak Buah

Ada yang salah dalam proses pengambilannya

Sebagai pemimpin, kamu memang punya kewenangan untuk memutuskan apa saja. Akan tetapi, keputusan tersebut tidak akan berguna bila tidak didukung oleh anak buah. Tanpa dukungan penuh mereka, keputusan yang kamu buat tak bakal diikuti atau dijalankan.

Sebelum kamu marah-marah dan menganggap mereka tidak menghargai posisimu sebagai atasan, berintrospeksilah terlebih dahulu. Bagaimana keputusanmu akan didukung anak buah jika lima hal di bawah ini terjadi?

1. Keputusanmu tidak mewakili suara mereka

5 Masalah yang Bikin Keputusanmu Minim Dukungan Anak Buahilustrasi memimpin rapat (pexels.com/Mikhail Nilov)

Sekalipun kamu membuka kesempatan untuk berdiskusi dan setiap orang mengemukakan pendapatnya, akhirnya semua itu diabaikan. Kamu membuat keputusan berdasarkan pandangan sendiri.

Sikap seperti ini tentunya bikin anak buahmu lebih dari sekadar kecewa. Mereka kesal sebab pendapatnya sama sekali tidak diperhatikan. Padahal, keputusan yang kamu ambil berkaitan dengan mereka semua, bukan hanya untuk dirimu.

2. Risikonya tinggi

5 Masalah yang Bikin Keputusanmu Minim Dukungan Anak Buahilustrasi memimpin rapat (pexels.com/Gustavo Fring)

Coba lihat kembali keputusan yang telah kamu buat. Seberapa tinggi potensi risikonya? Tambah tinggi potensi risiko dari keputusanmu, wajar bila anak buahmu tambah bersikap kontra.

Kamu dapat saja memiliki karakter sangat berani mengambil risiko. Akan tetapi, anak buahmu belum tentu demikian. Pun terkait risiko itu, anak buah sebagai pelaksana di lapanganlah yang akan pertama kali menghadapinya. Bukan kamu.

Baca Juga: 5 Cara Sederhana agar Tak Menyesali Keputusan yang Telah Diambil

3. Sulit dijalankan oleh mereka

5 Masalah yang Bikin Keputusanmu Minim Dukungan Anak Buahilustrasi memimpin rapat (pexels.com/Darlene Alderson)

Selama suatu keputusan perlu dijalankan oleh orang lain, wajib bagimu mempertimbangkan kesulitannya di mata mereka. Bila tidak, jadilah cuma kamu yang merasa itu mudah dikerjakan. Sedang anak buahmu sudah menyerah duluan. 

Bersikaplah terbuka terhadap kritik dan keluhan dari anak buah. Sebelum sesuatu diputuskan, tanyalah pada mereka apakah itu bakal gampang dijalankan atau sulit? Jika sukar, apa alasannya dan adakah saran dari mereka?

4. Bertentangan dengan hati kecil mereka

5 Masalah yang Bikin Keputusanmu Minim Dukungan Anak Buahilustrasi memimpin rapat (pexels.com/Kampus Production)

Dalam pekerjaan, menurutmu mungkin ada kalanya hati kecil perlu dikesampingkan agar tak menjadi hambatan dalam mengambil tindakan. Namun, anak buahmu belum tentu dapat bersikap secuek itu pada hati kecil mereka.

Menerima dan menjalankan keputusanmu akan terasa sebagai siksaan bagi mereka. Ada rasa takut yang besar kalau-kalau suatu saat mereka benar-benar menyesal telah mengikuti keputusanmu. Soal begini jangan dianggap remeh dengan memaksakan keputusanmu, ya.

5. Keputusan diambil dengan gegabah dan tak menggunakan akal sehat

5 Masalah yang Bikin Keputusanmu Minim Dukungan Anak Buahilustrasi memimpin rapat (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Anak buahmu tampaknya lebih tenang daripada kamu. Saat kamu dengan tergesa-gesa memutuskan dan tidak diimbangi dengan pemikiran yang masak, mereka menolak untuk patuh. 

Mereka ingin kamu menenangkan diri terlebih dahulu dan tak sekadar memperturutkan emosi. Sikap mereka yang tidak mendukung keputusanmu justru penting buat mencegah kamu dari kemungkinan melakukan kesalahan besar.

 

Ketika keputusanmu kurang dukungan dari anak buah, hindari berpikir mereka bermaksud melawan kekuasaanmu. Ada banyak penyebabnya dan boleh jadi memikirkan ulang keputusanmu memang yang terbaik.

Baca Juga: 5 Efek Buruk jika Kamu Mengambil Keputusan saat Emosi Belum Stabil

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Albin Sayyid Agnar

Berita Terkini Lainnya