Comscore Tracker

5 Tips Menjelaskan Rencana Hidup di Masa Depan saat Wawancara Kerja

Ceritakan berdasarkan proses dan rasionalitas, ya!

Semengalir-mengalirnya hidupmu pasti sesekali terpikirkan untuk ingin menjadi ini dan itu suatu hari nanti dan tengah berusaha untuk berpeluang mendapatkannya. Dimana itulah yang dinamakan dengan rencana hidup di masa depan, lho. 

Ternyata, saat wawancara kerja penjelasan mengenai rencana hidup di masa depan juga menjadi pertimbangan khusus bagi pewawancara kerja dalam mengambil keputusan untuk menerima atau menolak lamaran kerja, nih. Lantas apakah rencana hidup seseorang yang tengah di wawancarai kerja dengan tidak itu sama? Jawabannya jelas berbeda. Dimana harus ada bumbu-bumbu cantik yang bisa menghiasi penjelasan rencana hidupmu di masa depan saat wawancara kerja berlangsung. Simak langsung penjelasan lebih lanjutnya di bawah ini, ya!

1. Tunjukkan bahwa hidupmu terarah

5 Tips Menjelaskan Rencana Hidup di Masa Depan saat Wawancara Kerjailustrasi wawancara kerja (pexels.com/Julia M Cameron)

Dengan memiliki rencana hidup untuk masa depanmu sendiri bisa mencerminkan bahwa hidupmu memiliki arah, lho. Dimana arah tersebut akan menjadi pegangan dalam melaksanakan perencanaan-perencanaan yang telah kamu buat untuk hidumu di masa depan. Oleh karena itu, saat kamu bisa menjelaskan dengan semaksimal mungkin terkait rencana hidupmu, maka pewawancara kerja akan menilai bahwa kamu memiliki hidup yang progresif. Progresif di sini bermakna bahwa hidupmu saat ini hingga nanti di masa depan akan berproses menjadi yang lebih, lebih, dan lebih baik lagi. Yang mana tentu saja di tempuh dengan adanya rencana hidup yang memiliki jenjang target yang terarah serta tertata, ya. Sehingga hasil akhirnya pewawancara kerja otomatis memberikan nilai lebih saat melihat rencana hidupmu yang terarah secara progresif.

2. Tunjukkan bahwa kamu pribadi yang dapat diandalkan

5 Tips Menjelaskan Rencana Hidup di Masa Depan saat Wawancara Kerjailustrasi wawancara kerja (pexels.com/mentatdgt)

Jika kehidupan pribadimu bisa kamu susun rencana hidup di masa depan dengan sedemikian rupa, artinya hal serupa akan kamu lakukan terhadap posisi dan perusahaan yang kamu lamar. Dimana kamu yang terbiasa dan memiliki pengalaman dalam merencanakan hidupmu secara progresif untuk masa depan bisa menjadi cerminan bahwa kamu sanggup untuk menyusun tujuan sebuah program kerja dari posisi yang sedang kamu lamar, nih. Dari sini pewawancara kerja akan melihat bahwa kamu adalah pribadi yang bisa di andalkan untuk kemajuan perusahaannya.

Selain itu, penjelasan rencana hidup yang memberikan citra terarahnya hidupmu itu juga menjadi tanda bahwa hidupmu dipenuhi oleh motivasi. Dimana saat kamu terjatuh dalam perjalanan hidup, maka otomatis akan segera bangkit mengingat bahwa kamu memiliki rencana hidup yang menjadi pegangganmu untuk terus bangkit dan mewujudkannya, baik secara perlahan tapi pasti atau juga berubah jalan tapi dengan tujuan akhir yang sama. Hal serupa juga dilihat oleh pewawancara kerja akan terjadi saat ia menerima lamaran kerjamu, nih. Dimana kamu yang memiliki motivasi penuh dengan kepemilikan rencana hidup yang progresif akan melakukan hal serupa dalam menjalankan setiap tugas -tugas yang menjadi tanggung jawabmu saat bekerja.

3. Pewawancara kerja tahu bahwa rencana hidup tak selalu terwujud

5 Tips Menjelaskan Rencana Hidup di Masa Depan saat Wawancara Kerjailustrasi wawancara kerja (pexels.com/Anna Shvets)

Semua orang hanya bisa membuat rencana tapi tak ada yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan. Sebaik-baiknya rencana hidup yang kamu susun juga belum tentu akan terwujud di masa depan. Poin pembahasan di sini ialah pewawancara kerja juga tahu bahwa rencana hidup yang kamu ceritakan itu tak selamanya bisa terwujud. Maka, secara sadar yang dibutuhkan saat menjelaskan rencana hidup di depan pewawancara kerja ialah pencitraan diri yang baik dan benar.

Kamu tak perlu takut sudah menceritakan rencana hidupmu yang progresif di masa depan tapi nanti tidak terwujud. Hal tersebut karena memang secara sadar wawancara kerja ialah untuk menjual dirimu sebaik mungkin, termasuk dengan membangun citra yang positif atas poin rencana hidup di masa depan. Kamu tak akan disalahkan dengan kegagalan rencana hidupmu jika tak berhasil, karena sejak awal juga pewawancara kerja mengetahui bahwa tidak ada jaminan seratus persen hidup manusia tak akan berubah haluan. Jadi, jangan ragu mencitrakan diri semaksimal mungkin melalui rencana hidupmu yang kamu buat di masa sekarang untuk masa depanmu.

Baca Juga: Awas Kelewat! 9 Pertanyaan ini Wajib Ditanyakan saat Interview ke HRD

4. Ceritakan ujung dari impianmu secara rasional

5 Tips Menjelaskan Rencana Hidup di Masa Depan saat Wawancara Kerjailustrasi wawancara kerja (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Nah, untuk memaksimalkan pembangunan citra positif di depan pewawancara kerja, saat menjelaskan rencana hidup kamu bisa menceritakan ujung tertinggi dari impianmu, nih. Tapi perlu diingat untuk menceritakan beserta jalannya proses yang rasional untuk mencapainya di masa depan, ya. Misalnya saja kamu memiliki rencana hidup untuk masa depanmu ialah menjadi bekerja sebagai sosok A, maka kamu bisa jelaskan berbagai pengalaman di masa lalu yang sudah kamu kerjakan dan usahakan semaksimal mungkin untuk menggapai sosok A. Dimana secara nyata pengalaman itu bisa berupa pengalaman kerja atau pengalaman organisasi bagi kamu yang masih fresh graduate, nih.

Selain berdasarkan masa lalu, kamu juga hidup di masa sekarang dan sedang menuju masa depan. Oleh karena itu, untuk mencapai sosok A di masa depan kamu bisa menceritakan rencana-rencana yang akan menjadi usahamu di masa sekarang ini. Mungkin bisa kamu ceritakan berbagai organisasi, komunitas, pelatihan, seminar, dan sejenisnya yang mendukung rencana hidupmu untuk menjadi sosok A di masa depan. Dengan demikian, rasionalnya proses dari renacana hidupmu di masa depan otomatis menjadikan pewawancara kerja tidak menganggap kamu hanya omong kosong belaka.

 

5. Bangun citra yang konsisten

5 Tips Menjelaskan Rencana Hidup di Masa Depan saat Wawancara Kerjailustrasi wawancara kerja (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Sejak awal sudah diupayakan untuk membangun citra yang positif saat menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam wawanacara kerja, termasuk saat menjelaskan rencana hidup di masa depan. Nah, di sini kamu perlu berhati-hati bahwa pewawancara kerja bukan hanya telah mewawancarai satu atau dua orang saja tapi sudah tinggi pengalamannya. Dimana saat kamu berniat mencapai sesuatu yang menjadi rencana hidupmu di masa depan ya kamu harus konsisten mencitrakan hal itu saja, tak usah bercabang apalagi berbalik arah yang sangat jauh.

Jangan sampai kamu terpancing untuk keluar dari citra yang sedang kamu bangun untuk beralih ke hal lain yang kamu rasa lebih menarik padahal wawancara sudah berada di tengah jalan. Yang mana selain sudah terlambat untuk merubah rencana hidup di tengah wawancara kerja, kamu juga berpeluang untuk ternilai tidak profesional, labil secara pemikiran, hingga berusaha keras mencitrakan diri yang sejatinya hanya sebuah kepalsuan.

Yakin dan percayalah bahwa setiap orang yang melaksanankan wawancara kerja akan selalu mencitrakan dirinya dengan semaksimal mungkin. Namun, yang menjadi perbedaan ialah apakah orang tersebut sedang melakukan branding atas sejatinya dia atau branding yang dengan sengaja dibuat-buat dengan kepalsuan, pewawancara kerja dapat mengetahuinya, lho. Oleh karena itu sudah sepantasnya untuk kamu mempersiapkan wawancara kerjamu dengan sebaik mungkin, semoga mendapatkan hasil yang terbaik, ya!

Baca Juga: 5 Tips Memperkenalkan Diri saat Wawancara Kerja, Jangan Anggap Remeh!

Melinda Fujiana Photo Verified Writer Melinda Fujiana

Instagram : @melindaf__ Wish ur day always shine as a star!

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • erwanto

Berita Terkini Lainnya